Deretan Aksi Boikot Terhadap Israel di Dunia Olahraga
Aga Deta | 28 Maret 2023 14:06
Bola.net - Aksi protes terhadap Israel menyeruak menjelang perhelatan Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia. Aksi tersebut dilakukan di sejumlah daerah, baik itu orasi maupun pernyataan tertulis.
Penolakan resmi Gubernur Bali, I Wayan Koster, atas keterlibatan Israel diklaim menjadi pelatuk bagi FIFA untuk membatalkan drawing Piala Dunia U-20 2023 yang sedianya dihelat pada Jumat (31/3/2023) di Pulau Dewata.
Padahal buat Israel, keikutsertaannya pada Piala Dunia U-20 merupakan sejarah karena untuk kali pertama negara berbendera Bintang Daud itu akan tampil.
Pada 2018, Argentina yang hendak melakukan pertandingan persabahatan dengan Israel akhirnya batal digelar setelah terjadi penolakan bahkan ancaman pembunuhan. Alasannya, pertandingan tersebut dipindah dari Haifa ke Yerusalem.
Protes besar terjadi karena bagi sebagian besar warga dunia, Yerusalem merupakan tanah suci yang masih jadi sengketa, apakah milik Israel atau Palestina. Terlebih, Israel ingin menjadikan laga uji coba melawan Argentina sebagai perayaan kemerdekaan yang ke-70.
Aksi boikot terhadap Israel ternyata bukan kali pertama terjadi. Di dunia olahraga, sudah ada banyak penolakan, baik itu kepada sebuah tim maupun perseorangan.
Berikut ini lima aksi boikot terhadap Israel di dunia olahraga paling menggegerkan yang pernah terjadi.
Ditolak AFC

Sebelum bergabung dengan UEFA, Federasi Sepak Bola Israel merupakan anggota resmi AFC atau Asosiasi Sepak Bola Asia, tepatnya sejak 1954 sampai 1974.
Selama periode tersebut, bangsa-bangsa Arab dan negara Muslim lainnya di Asia menolak untuk berkompetisi dengan Israel. Situasi politik menjadi sangat panas karena kemudian FIFA memutuskan bahwa Israel lolos sebagai wakil Asia untuk berlaga pada Piala Dunia 1958 tanpa sekalipun bertanding.
FIFA kemudian merancang sebuah laga play-off antara Israel melawan Wales untuk 'mengupayakan' agar Israel gagal lolos. Pada akhirnya, Wales memenangi laga tersebut.
Puncaknya adalah pada 1974 ketika Israel resmi dikeluarkan dari AFC atas inisiatif Kuwait. Dalam voting, sebanyak 17 anggota AFC menolak Israel, berbanding 13 yang mendukung, dan enam lainnya absen.
Lama berkutat tanpa payung hukum di ranah sepak bola, Israel kemudian ditampung oleh UEFA pada 1992, dan pada 1994 seutuhnya tergabung dengan asosiasi sepak bola Eropa itu.
Turnamen Tandingan
Beralih ke olahraga lain, Olimpiade Catur 1976 yang dihelat di Haifa, Israel, juga menyita perhatian dunia. Sebab, Uni Soviet dan sejumlah negara Arab tidak menganggap eksistensi Israel.
International Chess Federation atau FIDE menolak memindahkan venue seperti yang diminta oleh negara-negara tersebut. Uni Soviet kemudian memilih untuk memboikot dengan tidak mengirimkan kontingennya ke Israel.
Alih-alih, negara-negara persekutan Uni Soviet dan sejumlah negara Arab memilih untuk menggelar turnamen tandingan di Tripoli, Libanon. Pesertanya pun cukup banyak, mulai dari El Salvador, Italia, Portugal, hingga Uruguay.
Menariknya, Olimpiade Catur 1976 di Haifa juga diikuti negara-negara yang turut tampil pada turnamen tandingan di Libanon, seperti Italia dan Uruguay. Bahkan Iran sebagai negara yang paling sering memboikot Israel juga hadir.
Kehilangan Kewarganegaraan
Kasus berikutnya yang tak kalah menggegerkan adalah hilangnya status kewarganegaraan Mushir Salem Jawher, seorang pelari kelahiran Kenya berpaspor Bahrain pada 2007.
Alasannya, Jawher nekat menjalani turnamen Tiberias Marathon di Israel. Beruntung, ia mampu mendapatkan kembali kewarganegaraan Bahrain pada tahun yang sama dan bahkan ikut tampil lagi pada Tiberias Marathon pada 2008, 2009, dan 2010.
Tidak Dapat Visa
Selanjutnya ada turnamen tenis bertajuk WTA Tour di Dubai pada 2009. Apa yang bikin geger?
Uni Emirat Arab sebagai tuan rumah tidak mengeluarkan visa kepada atlet tenis asal Israel, Shahar Peer. Upaya mencetak sejarah sebagai atlet Israel pertama yang tampil di Dubai pun sirna.
Hal itu membuat peserta lainnya marah. Serena Williams bahkan dengan tegas memprotes keputusan Uni Emirat Arab yang dinilainya diskriminatif.
Yang paling heboh adalah legenda Andy Roddick. Ia bukan cuma memprotes saja, tetapi rela mundur dari turnamen tersebut.
Anti-Israel di Swedia
Davis Cup 2009 menyisakan cerita menarik. Stakeholder tenis di Swedia menghadapi dilema karena munculnya aksi penolakan terhadap Israel sampai-sampai terjadi kerusuhan yang terkenal dengan istilah Anti-Israel Riots.
Adapun pemerintah kota Malmo, Ibu Kota Swedia, juga sudah menolak tim Israel untuk tampil pada Davis Cup 2009. Akan tetapi, pemangku kebijakan tenis tidak ingin hal itu terjadi karena bisa membuat Swedia gugur.
Alhasil, Davis Cup 2009 tetap digelar di Malmo, Swedia, dengan pengamanan ekstra, termasuk tanpa penonton guna menghindarkan kekacauan selama pertandingan.
Swedia pada akhirnya kalah 2-3 dari Israel, dan setelah itu dikenai pembekuan selama lima tahun serta sejumlah denda besar.
Jangan lupa saksikan seluruh pertandingan Piala Dunia U-20 2023 di SCTV, Indosiar, MOJI, Mentari TV, Champions TV, Nex Parabola dan live streaming di Vidio. Ikuti terus berita terbaru dan jadwal lengkap Piala Dunia U-20 2023 hanya di Bola.net.
Disadur dari: Bola.com/Penulis Gregah Nurikhsani
Published: 28/3/2023
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Piala AFF 2026 Jadi Panggung John Herdman Seleksi Pemain untuk FIFA ASEAN Cup
Tim Nasional 8 Agustus 2026, 18:01
-
Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026, John Herdman Tak Salahkan Wasit
Tim Nasional 8 Agustus 2026, 16:31
LATEST UPDATE
-
Prediksi Lille vs Real Betis 9 September 2026
Liga Champions 7 September 2026, 18:44
-
Prediksi Club Brugge vs Aston Villa 8 September 2026
Liga Champions 7 September 2026, 18:14
-
Prediksi AEK Athena vs LASK 8 September 2026
Liga Champions 7 September 2026, 17:46
-
Prediksi Dortmund vs Villarreal 9 September 2026
Liga Champions 7 September 2026, 17:28
-
Prediksi Skor Real Madrid vs Inter 9 September 2026
Liga Champions 7 September 2026, 17:00
-
Jadwal Liga Champions di SCTV Pekan Ini, 8-10 September 2026
Liga Champions 7 September 2026, 16:45
-
Prediksi Porto vs Man City, 9 September 2026
Liga Champions 7 September 2026, 16:00
-
Ini Penyebab MU Gagal Menang dari Everton versi Michael Carrick
Liga Inggris 7 September 2026, 15:00
-
Arti Penting Kemenangan Lawan Chelsea untuk Arsenal
Liga Spanyol 7 September 2026, 14:30
-
Rodri yang Kian Menyatu dengan Denyut Nadi Barcelona
Liga Spanyol 7 September 2026, 14:00
-
Habis Futsal atau Gym? Lakukan 3 Langkah Ini Biar Tetap Bersih dan Wangi
Lain Lain 7 September 2026, 13:23
-
Barcelona Kian Kokoh di Puncak Klasemen, Hansi Flick: Bodo Amat!
Liga Spanyol 7 September 2026, 11:03
-
Kalah dari Arsenal, Xabi Alonso Soroti Rapuhnya Pertahanan Chelsea
Liga Inggris 7 September 2026, 10:37
-
Bukan Main Jelek, MU Gak Hoki Aja Gagal Menang Lawan Everton!
Liga Inggris 7 September 2026, 09:47
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51




