Duo Harry Kane dan Jude Bellingham, Kekuatan dan Potensi Kelemahan Inggris di Babak 8 Besar?

Asad Arifin | 7 Juli 2026 20:28
Duo Harry Kane dan Jude Bellingham, Kekuatan dan Potensi Kelemahan Inggris di Babak 8 Besar?
Jude Bellingham merayakan gol pada laga Inggris lawan Panama di Grup L Piala Dunia 2026 (c) AP Photo/Seth Wenig

Bola.net - Timnas Inggris terus melaju di Piala Dunia 2026 dengan status sebagai salah satu kandidat juara. Di balik performa impresif tersebut, ada satu fakta yang sangat mencolok terkait produktivitas lini serang The Three Lions.

Harry Kane dan Jude Bellingham menjadi motor utama perjalanan Inggris hingga babak perempat final. Keduanya hampir selalu muncul sebagai pembeda ketika tim asuhan Thomas Tuchel menghadapi situasi sulit.

Advertisement

Statistik menunjukkan dominasi luar biasa kedua pemain tersebut. Dari total 11 gol yang dicetak Inggris sepanjang turnamen, 10 di antaranya lahir dari kaki Harry Kane dan Jude Bellingham.

Di satu sisi, situasi ini menjadi keuntungan karena Inggris memiliki dua pemain yang sedang berada dalam performa terbaik. Namun, di sisi lain, ketergantungan yang terlalu besar terhadap keduanya juga berpotensi menjadi titik lemah ketika menghadapi lawan-lawan elite.

1 dari 2 halaman

Kane dan Bellingham Jadi Mesin Gol Inggris

Kane dan Bellingham Jadi Mesin Gol Inggris

Pemain Inggris Harry Kane menatap ke arah lapangan dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Meksiko vs Inggris di Mexico City, Minggu, 5 Juli 2026 (c) AP Photo/Moises Castillo

Harry Kane kembali menunjukkan kelasnya sebagai penyerang elite dunia. Kapten Inggris itu sudah mengoleksi enam gol dan terus menjadi sosok paling menentukan di lini depan.

Sementara itu, Jude Bellingham membuktikan dirinya bukan sekadar gelandang kreatif. Pemain Real Madrid tersebut telah mencetak empat gol dan berulang kali hadir pada momen-momen penting.

Keduanya menjadi penentu kemenangan dramatis Inggris atas Meksiko pada babak 16 besar. Bellingham mencetak gol cepat setelah menerima assist Kane, sebelum sang kapten memastikan kemenangan melalui eksekusi penalti saat Inggris bermain dengan 10 orang usai kartu merah Jarell Quansah.

Dominasi tersebut terlihat jelas dari statistik. Kane dan Bellingham menyumbang 10 dari 11 gol Inggris atau sekitar 90,9 persen dari total produktivitas tim, angka tertinggi di antara seluruh peserta yang masih bertahan di Piala Dunia 2026.

2 dari 2 halaman

Ketergantungan Bisa Jadi Titik Lemah Inggris

Ketergantungan Bisa Jadi Titik Lemah Inggris

Pemain Inggris Jude Bellingham (10) merayakan gol dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Meksiko vs Inggris di Mexico City, Minggu, 5 Juli 2026 (c) AP Photo/Ricardo Mazalan

Besarnya kontribusi Kane dan Bellingham memang menjadi modal besar bagi Inggris. Namun, kondisi itu juga membuat permainan The Three Lions relatif mudah dipetakan oleh lawan.

Dari sisi statistik serangan, Kane menghasilkan sekitar 34,6 persen expected goals (xG) Inggris, sedangkan Bellingham menyumbang 20,3 persen. Artinya, lebih dari separuh ancaman serangan Inggris berasal dari dua pemain tersebut.

Inggris selanjutnya akan menghadapi Norwegia pada babak perempat final. Thomas Tuchel tentu berharap Kane dan Bellingham kembali menjadi pembeda seperti pada laga-laga yang sudah dilalui.

Hanya saja, The Three Lions juga membutuhkan kontribusi pemain lain agar tidak terlalu bergantung kepada dua bintang tersebut saat menghadapi lawan yang semakin kuat. Sebab, jika Kane dan Bellingham buntu, Inggris bisa dalam bahaya.

Sumber: BBC Sport

LATEST UPDATE