Inggris Ikuti Wales Tarik Dukungan untuk Infantino Usai Polemik Penjualan Aset FIFA

Gia Yuda Pradana | 3 Agustus 2026 16:21
Inggris Ikuti Wales Tarik Dukungan untuk Infantino Usai Polemik Penjualan Aset FIFA
Presiden FIFA, Gianni Infantino berbicara dalam konferensi pers di stadion Mexico City jelang pembukaan Piala Dunia 2026, 10 Juni 2026. (c) AP Photo/Eduardo Verdugo

Bola.net - Inggris menjadi negara terbaru yang dikabarkan akan menarik dukungan terhadap Gianni Infantino dalam pencalonan kembali sebagai Presiden FIFA. Langkah tersebut terjadi setelah kontroversi rencana penjualan sebagian aset kompetisi FIFA kepada investor swasta.

Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) mengikuti langkah Federasi Sepak Bola Wales yang lebih dulu mencabut dukungan kepada Infantino. Keputusan itu berpotensi memperbesar tekanan terhadap presiden FIFA menjelang pemilihan periode berikutnya.

Advertisement

Rencana penjualan saham dalam kompetisi FIFA mendapat penolakan keras dari berbagai pihak sebelum akhirnya dibatalkan. Inggris dan Wales sebelumnya termasuk negara yang siap memboikot ajang FIFA jika proyek tersebut tetap dilanjutkan.

1 dari 2 halaman

Inggris Ikuti Wales Cabut Dukungan untuk Infantino

Menurut laporan The Times, FA Inggris akan menarik kembali surat dukungan yang sebelumnya diberikan untuk Infantino agar tetap menjabat sebagai Presiden FIFA. Sikap tersebut menjadi respons atas kegagalan proyek komersial yang memicu kritik luas.

Wales menjadi negara pertama yang secara resmi menghapus dukungan terhadap pencalonan Infantino untuk periode 2027-2031. Kini, Inggris mengambil langkah serupa setelah menilai kepemimpinan FIFA berada dalam kondisi penuh tekanan.

UEFA juga menyampaikan kritik keras terhadap rencana tersebut dan menilai kepercayaan terhadap kepemimpinan Infantino telah hilang. Organisasi sepak bola Eropa itu sebelumnya memimpin penolakan bersama sejumlah asosiasi anggota FIFA.

“Pimpinan FIFA saat ini tidak hanya kehilangan kepercayaan UEFA, tetapi juga banyak anggota lain dalam keluarga sepak bola,” tulis UEFA dalam pernyataannya. UEFA juga mengingatkan bahwa Infantino pernah berjanji untuk menghadirkan transparansi dalam pengelolaan FIFA.

2 dari 2 halaman

Masa Depan Infantino Menghadapi Tekanan Besar

Polemik FFE menjadi tantangan besar bagi Infantino yang berupaya mempertahankan kursi kepemimpinan FIFA. Rencana tersebut awalnya bertujuan menjual sebagian aset kompetisi FIFA kepada investor swasta, tetapi mendapat penolakan dari berbagai pihak.

UEFA menilai kesepakatan tersebut tidak sesuai dengan prinsip tata kelola sepak bola yang baik. Organisasi itu juga mempertanyakan proses pengambilan keputusan yang dilakukan tanpa dukungan luas dari anggota FIFA.

Inggris dan Wales kini menjadi dua negara yang secara terbuka mengambil sikap berbeda terhadap pencalonan Infantino. Perubahan dukungan tersebut dapat memengaruhi peta persaingan sebelum pemilihan Presiden FIFA digelar.

Infantino masih memiliki waktu untuk memperbaiki hubungan dengan sejumlah anggota FIFA sebelum pemilihan berlangsung. Akan tetapi, gelombang kritik akibat proyek yang gagal tersebut membuat jalannya menuju periode kepemimpinan berikutnya semakin berat.

Sumber: The Mirror

LATEST UPDATE