Italia Kembali Terjebak Pilihan Lama, Mancini dan Conte Jadi Kandidat Pelatih Baru
Aga Deta | 28 Juli 2026 08:01
Bola.net - Italia kini berada dalam situasi sulit setelah rencana perubahan besar di tubuh tim nasional mengalami kegagalan. Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) kembali harus mempertimbangkan pilihan lama antara Roberto Mancini dan Antonio Conte.
Paolo Maldini sebelumnya berharap bisa membawa pendekatan berbeda untuk posisi pelatih Gli Azzurri. Namun, situasi terbaru justru membuat Italia kembali mengarah kepada dua sosok yang sudah pernah menangani tim nasional.
Kondisi internal Italia semakin kacau setelah Maldini dan Leonardo mengundurkan diri. Keputusan tersebut terjadi hanya empat hari setelah konferensi pers mengenai proyek masa depan sepak bola Italia dan 16 hari setelah keduanya ditunjuk sebagai direktur teknik serta penasihat khusus.
Maldini dan Leonardo sebelumnya memiliki ambisi besar untuk membangun era baru Italia. Mereka sempat menghubungi Carlo Ancelotti dan Pep Guardiola, tetapi keduanya menolak kesempatan tersebut.
Proyek Baru Italia Gagal Berjalan Sesuai Rencana

Italia kemudian memilih Andrea Pirlo sebagai kandidat pelatih baru. Namun, rencana tersebut batal setelah muncul penolakan terkait perannya sebagai duta merek global perusahaan taruhan asal Rusia, Fonbet.
Menurut laporan Sport Mediaset dan Sky Sport Italia, situasi Italia kini kembali seperti sebelum kedatangan Maldini. Federasi harus mencari solusi dari nama-nama yang sudah familiar.
Presiden FIGC Giovanni Malago disebut lebih mendukung kembalinya Mancini sebagai pelatih Italia. Sementara itu, sejumlah klub Serie A dikabarkan lebih mendorong agar Antonio Conte kembali menangani tim nasional.
Conte memiliki pengalaman memimpin Italia pada periode 2014 hingga 2016. Mancini juga pernah memberikan kesuksesan dengan membawa Italia meraih gelar Euro 2020 sebelum mengundurkan diri secara mengejutkan pada musim panas 2023.
Kedua pelatih tersebut saat ini berstatus tanpa klub. Conte meninggalkan Napoli setelah mengakhiri kontrak melalui kesepakatan bersama, sedangkan Mancini berpisah dengan Al Sadd setelah sempat menangani Timnas Arab Saudi.
Perbedaan Pandangan Jadi Penyebab Maldini Mundur

Malago sebelumnya menyatakan bahwa peran direktur teknik Club Italia dibuat agar keputusan memilih pelatih tim nasional tidak hanya berada di tangan Presiden FIGC. Namun, tampaknya terdapat perbedaan pemahaman mengenai seberapa besar wewenang posisi tersebut.
Malago ingin direktur teknik tidak hanya mengawasi tim senior, tetapi juga perkembangan akademi sepak bola Italia. Ia menilai semua pihak harus memiliki visi yang sama dalam menjalankan proyek tersebut.
"Pendahulu saya di FIGC mengambil tanggung jawab memilih pelatih baru Italia, tetapi saya memilih membalikkan situasi dan memilih seseorang yang dapat mengawasi bukan hanya Nazionale, tetapi seluruh sistem akademi," ujar Malago.
Ia juga menegaskan pentingnya kesepakatan penuh antara semua pihak yang terlibat. Menurutnya, keputusan besar harus dibuat dengan persetujuan bersama antara Presiden FIGC dan direktur teknik.
Ketika tidak ada kesepakatan mengenai langkah berikutnya setelah kontroversi Pirlo, Maldini dan Leonardo memilih untuk meninggalkan proyek tersebut. Italia pun kembali menghadapi persoalan lama dalam menentukan sosok yang tepat untuk memimpin tim nasional.
Sumber: Football Italia
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Rapor Pemain Man Utd vs Sabah FK: Lisandro Martinez dan Kobbie Mainoo Gemilang
Liga Champions 11 September 2026, 07:55
-
Catatan Menarik Duel Man Utd vs Sabah FK: Carrick Ukir Rekor
Liga Champions 11 September 2026, 07:20
-
Manchester United Hajar Sabah FK 4-0, Malam Sempurna di Old Trafford
Liga Champions 11 September 2026, 06:30
-
Hasil Liga Champions Tadi Malam: Bayern dan MU Menang Telak, Como Pesta Gol
Liga Champions 11 September 2026, 05:57
-
Michael Carrick Puji Permainan Manchester United usai Hajar Sabah FK 4-0
Liga Champions 11 September 2026, 05:22
LATEST UPDATE
-
Pertahanan Buruk Leipzig, Kemenangan Telak Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:24
-
Kemenangan 4-1 Menunjukkan Level yang Mampu Dicapai Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:19
-
Fabregas Batasi Euforia Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:15
-
Dibantai Como, Leipzig Tampil Jauh di Bawah Standar
Liga Champions 11 September 2026, 14:11
-
Leipzig Hancur di Markas Como, Demichelis: 2 Gol Pertama Hadiah
Liga Champions 11 September 2026, 14:06
-
Malam Bersejarah yang Sempurna di Tepi Danau Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:02
-
Bayern Munchen dan Kesabaran yang Berbuah Manis
Liga Champions 11 September 2026, 13:20
-
20 Menit yang Sangat Sulit bagi Bodo/Glimt
Liga Champions 11 September 2026, 13:12
-
Bayern, Perjalanan Masih Panjang
Liga Champions 11 September 2026, 13:04
-
Manchester United dan Sebuah Kemenangan yang Sempurna
Liga Champions 11 September 2026, 12:55
-
Prediksi Chelsea vs Hull City 12 September 2026
Liga Inggris 11 September 2026, 12:51
-
Deco Ungkap Alasan Barcelona Rela Bayar Mahal untuk Anthony Gordon
Liga Spanyol 11 September 2026, 12:35
-
Kobbie Mainoo Pamer Kelas Saat MU Bungkam Sabah FK 4-0
Liga Champions 11 September 2026, 11:55
-
Mimpi Saksikan Barcelona di Spotify Camp Nou? Kartu BRI Debit Bisa Jadi Jalan
Liga Spanyol 11 September 2026, 11:52
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33

