Mengingat Lagi Zabivaka, Maskot Piala Dunia 2018 di Rusia
Serafin Unus Pasi | 1 September 2022 19:12
Bola.net - Piala Dunia 2018 yang berlangsung di Rusia menggunakan maskot serigala berkacamata yang diberi nama Zabivaka. Namanya diambil dari bahasa Rusia yang berarti "Sang Pencetak Gol"
Gelaran Piala Dunia sudah dimulai pada tahun 1930, uniknya kehadiran maskot justru baru tercetus pada 1966. Edisi tersebut adalah kali pertama Inggris menjadi tuan rumah dengan mengusung ikon bernama Willie.
Dalam pemilihan maskot di Piala Dunia 2018, sistemnya menggunakan hasil jajak pendapat masyarakat Rusia. Dari jutaan pemilih yang melakukan voting secara online di laman FIFA pada 2016 lalu, 53 persen memilih Si Serigala ini. Zabivaka terpilih dengan mengalahkan calon lain, yakni Harimau (27 persen) dan Kucing (20 persen).
Pada 2016, saat peluncuran maskot ini, legenda Piala Dunia asal Brasil, Ronaldo, memujinya, "Maskot adalah duta yang bagus untuk mempromosikan event dan memberi banyak kegembiraan di stadion. Saya sudah melihat hal itu sudah terjadi di Rusia sat melihat Zabivaka di atas panggung,"ujarnya.
Diciptakan oleh Seorang Mahasiswi
Zabivaka tidak lahir dengan sendirinya. Di belakang kelahirannya, ada nama seorang mahasiswi desain bernama Ekaterina Bocharova. Lewat tangan gadis berusia 21 tahun ini, Zabivaka lahir dan diketahui orang.
Menurut Bocharova, ide pembuatan Zabivaka tercipta setelah ia melihat banyak orang yang menilai beruang sebagai satu-satunya satwa yang identik dengan Rusia. Menurut Bocharova, itu anggapan yang salah.
Ia belum pernah melihat beruang di kampung halamannya, Kedrovy, Siberia Barat. Di daerah tersebut, orang-orang lebih sering melihat serigala ketimbang beruang.
Maskot Lain
Sebelum Zabivaka, maskot yang mengandung pesan khusus di dalamnya adalah Tip and Tap, maskot Piala Dunia 1974 di Jerman yang disimbolkan dengan dua anak muda saling merangkul dan dianggap sebagai penggambaran Jerman Timur dan Barat. Tip and Tap mencoba mengirim pesan bahwa keduanya tetap bersatu dan hangat.
Ada pula maskot Fuleco pada gelaran Piala Dunia 2014 di Brazil yang disimbolkan dengan binatang endemik armadillo (Tolypeutes tricinctus) atau sejenis trenggiling yang sudah terhitung langka dan hidup di wilayah benua Amerika Selatan. Dalam 10 tahun terakhir, armadillo mengalami penurunan populasi hingga 30% yang membuatnya masuk ke dalam kategori binatang terancam punah.
(Bola.net/Yoga Radyan)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Ole Romeny Masih Mencari Gol Pertama di Oxford United Jelang Agenda Timnas Indonesia
Tim Nasional 27 Februari 2026, 01:12
-
Update Timnas Indonesia: 6 Pilar Absen di FIFA Series, Skuad Garuda Harus Putar Otak
Tim Nasional 27 Februari 2026, 00:43
-
Prediksi BRI Super League: PSBS Biak vs PSIM 27 Februari 2026
Bola Indonesia 26 Februari 2026, 23:28
-
Hasil Persita vs Dewa United: Tren Positif Tim Tamu Terus Berlanjut
Bola Indonesia 26 Februari 2026, 22:52
-
BRI Super League: Donny Warmerdam Mulai Menemukan Diri di PSIM Yogyakarta
Bola Indonesia 26 Februari 2026, 22:21
LATEST EDITORIAL
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58










