Menjelang Piala Dunia 2026, Dua Pemain Dilaporkan dalam Dugaan Skandal Spot-Fixing
Afdholud Dzikry | 3 Juni 2026 14:15
Bola.net - Piala Dunia 2026 belum dimulai, tetapi turnamen yang akan berlangsung di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat itu sudah diwarnai kontroversi. Laporan investigasi menyebut dua pemain yang akan tampil di ajang tersebut terlibat dalam dugaan kasus spot-fixing terkait kartu kuning.
Menurut laporan The Athletic, kedua pemain telah dilaporkan oleh pakar integritas independen kepada federasi nasional tempat klub mereka bernaung. Dugaan tersebut muncul setelah adanya pola taruhan mencurigakan yang terdeteksi dalam pertandingan yang mereka jalani dalam setahun terakhir.
Kasus ini tidak berkaitan dengan manipulasi hasil akhir pertandingan. Namun, penyelidikan berfokus pada dugaan tindakan sengaja untuk memunculkan insiden tertentu di lapangan yang memiliki nilai taruhan tinggi.
Temuan itu menambah perhatian terhadap aspek integritas menjelang bergulirnya turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Salah satu kasus disebut terjadi pada musim kompetisi yang sedang berjalan. Seorang pemain diduga sengaja menerima kartu kuning dalam laga liga agar menjalani skorsing sebelum pertandingan derby yang akan datang.
Dengan skenario tersebut, pemain yang bersangkutan tetap bisa tampil pada laga yang dianggap lebih penting. Dugaan itu kemudian menarik perhatian karena aktivitas taruhan pada pasar kartu kuning meningkat secara tidak biasa.
Lonjakan taruhan tersebut memicu sistem pemantauan untuk memberikan peringatan. Setelah itu, insiden dan pola taruhan terkait dilaporkan kepada federasi nasional yang berwenang.
Hingga saat ini, identitas pemain yang dimaksud belum diungkap demi menjaga jalannya proses investigasi.
Aktivitas Taruhan Mencurigakan Kembali Terdeteksi

Kasus kedua disebut terjadi bulan lalu. Dua perusahaan taruhan melaporkan aktivitas yang dianggap tidak wajar terkait kemungkinan seorang pemain menerima kartu kuning pada babak pertama.
Dalam pertandingan tersebut, pemain yang menjadi sorotan akhirnya mendapatkan kartu kuning setelah melakukan tiga pelanggaran dalam kurun waktu kurang dari lima menit pada babak pertama.
Laporan itu kemudian diteruskan kepada unit integritas federasi nasional terkait untuk ditindaklanjuti lebih lanjut.
Sama seperti kasus pertama, nama pemain yang terlibat tidak dipublikasikan karena penyelidikan masih berlangsung.
Spot-Fixing Jadi Ancaman di Era Taruhan Modern
Perkembangan pasar taruhan olahraga membuat perhatian terhadap kasus spot-fixing semakin meningkat. Berbeda dengan pengaturan skor konvensional, praktik ini berfokus pada manipulasi kejadian spesifik dalam pertandingan tanpa harus memengaruhi hasil akhir.
Insiden seperti kartu kuning, tendangan sudut, atau lemparan ke dalam menjadi sasaran karena dapat dipertaruhkan secara terpisah. Besarnya nilai taruhan pada pasar tersebut membuat pakar integritas menilai risiko penyalahgunaan semakin tinggi.
The Athletic melaporkan kedua pemain yang disorot berasal dari negara berbeda dan akan berpartisipasi di Piala Dunia 2026.
Temuan tersebut muncul ketika perhatian dunia mulai tertuju pada turnamen yang diperkirakan menjadi salah satu ajang olahraga paling banyak ditonton dalam sejarah.
FIFA Tegaskan Sikap terhadap Manipulasi Pertandingan
Menanggapi pertanyaan mengenai isu pengaturan pertandingan menjelang Piala Dunia 2026, FIFA menegaskan komitmennya terhadap integritas kompetisi.
Badan sepak bola dunia itu juga menyebut telah menyediakan sistem pelaporan khusus bagi pihak yang memiliki informasi terkait dugaan pelanggaran integritas.
"FIFA memiliki kebijakan tanpa toleransi terhadap pengaturan pertandingan (match manipulation). Untuk itu, FIFA menyediakan sistem pelaporan khusus yang sangat aman dan berbasis web, sehingga siapa pun dapat melaporkan dugaan atau informasi apa pun terkait pengaturan pertandingan maupun pelanggaran integritas dalam sepak bola," kata FIFA.
Kasus dugaan spot-fixing yang melibatkan dua pemain peserta Piala Dunia 2026 kini masih berada dalam tahap penanganan oleh otoritas terkait, sementara persiapan menuju turnamen terus berjalan.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kolom Bola.net: Spanyol Menciptakan Sistem, Bukan Bintang
Piala Dunia 21 Juli 2026, 11:46
-
Tepati Janji! Marc Cucurella Segera Buat Tatto Luis De La Fuente
Piala Dunia 21 Juli 2026, 11:00
LATEST UPDATE
-
Zinedine Zidane Sudah Teken Kontrak sebagai Pelatih Timnas Prancis
Piala Dunia 21 Juli 2026, 17:22
-
Manchester United Terdepan dalam Perburuan Gelandang Prancis
Liga Inggris 21 Juli 2026, 17:17
-
Juventus Rilis Jersey Tandang 2026-2027, Warna Pink Ikonik Kembali
Liga Italia 21 Juli 2026, 16:48
-
Ini Alasan Bernardo Silva Akan Bersinar di Real Madrid
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 15:18
-
Juventus Minta Emiliano Martinez Paksa Pergi dari Aston Villa
Liga Italia 21 Juli 2026, 15:10
-
Gavi Tulis Pesan Emosional usai Antar Spanyol Juara Piala Dunia 2026
Piala Dunia 21 Juli 2026, 14:48
-
Marcus Rashford dan MU, Cinta Lama yang Bersemi Kembali!
Liga Inggris 21 Juli 2026, 14:40
-
Chelsea Tikung Rogers, Arsenal Kejar Pemain Timnas Spanyol Ini Lagi
Piala Dunia 21 Juli 2026, 14:21
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55










