Piala Dunia 2002: Kontroversi Wasit Korea Selatan vs Italia dan Kejutan Turki
Asad Arifin | 31 Maret 2020 09:04
Bola.net - Piala Dunia 2002 menjadi momen epik bagi penikmat sepak bola di Asia, termasuk Indonesia. Sebab, untuk kali pertama negara Asia menjadi tuan rumah. Jepang dan Korea Selatan menjadi tuan rumah bersama di Piala Dunia 2002.
Seperti diketahui, Brasil keluar sebagai juara di Piala Dunia 2002. Pada laga final, Brasil mampu mengalahkan Jerman dengan skor 2-0. Ronaldo Luis Nazario dua kali membobol gawang Oliver Kahn yang tampil bagus.
Saat itu, Brasil diperkuat banyak pemain bintang. Selain Ronaldo, Brasil juga masih punya Rivaldo, Ronaldinho dan Roberto Carlos. Empat pemain tersebut sukses masuk tim terbaik Piala Dunia 2002.
Kegagalan Jerman di final sedikit terhibur lewat aksi heroik Oliver Kahn yang kemudian menjadi pemain terbaik Piala Dunia 2002. Selain itu, Piala Dunia 2002 juga menjadi awal kemunculan Miroslave Klose. Dia mampu mencetak lima gol.
Kontroversi Laga Korea Selatan vs Italia
Laga Korea Selatan vs Italia bakal selalu dikenang jika berbicara Piala Dunia 2002. Sebab, ada banyak momen yang bisa diperdebatkan, bisa juga dikatakan kontroversial, ketika kedua tim berjumpa pada babak 16 Besar di Daejeon World Cup Stadium.
Korea Selatan menang dengan skor 2-1 atas Italia lewat gol Ahn Jung-Hwan pada menit ke-117. Korea Selatan menang setelah Italia kehilangan Francesco Totti yang mendapat kartu merah pada menit ke-103.
Italia sebenarnya sempat unggul lebih dulu pada menit ke-18 lewat gol Christian Vieri. Namun, dua menit jalang laga waktu normal usai, Korea Selatan menyamakan skor lewat gol Seol Ki-Hyeon. Laga kemudian dilanjut ke babak tambahan.
Ada banyak kontroversi yang terjadi, bukan hanya kartu merah Francesco Totti. Gol Damiano Tomassi dianulir lantaran dianggap offside. Lalu, ada penalti kontroversial untuk Korea Selatan yang berhasil diselamatkan Gianluigi Buffon.
Publik Italia sangat kesal dengan laga tersebut. Ahn Jung-Hwan, yang saat itu bermain di Perugia, bahkan harus terusir dari Italia. Publik sepak bola Italia tidak menerima kehadiran Ahn Jung-Hwan dan dia kemudian bermain di Shimizu S-Pulse.
Wasit Byron Moreno Tidak Mau Minta Maaf dan Kasus Narkoba
Di balik segala kontroversi yang terjadi pada duel Korea Selatan vs Italia, nama Byron Moreno. Dia adalah wasit yang bertugas memimpin laga tersebut. Byron Moreno berasal dari Ekuador.
Beberapa tahun setelah Piala Dunia 2002, Moreno terlibat kasus hukum akibat mencoba membawa 13 kilogram narkotika masuk ke Amerika Serikat. Alhasil, pria yang kini berumur 49 tahun itu harus mendekam dalam tahanan selama 26 bulan lamanya.
Byron Moreno tidak ingin meminta maaf atas kepemimpinannya di laga Korea Selatan vs Italia, walau mengakui ada beberapa kesalahan. Bahkan, Byron Moreno memberi nilai delapan untuk aksinya di laga tersebut.
"Saya mungkin telah membuat beberapa keputusan yang salah, tapi saya tak perlu meminta maaf," tutur Moreno kepada Futbol Sin Cassette.
"Saya memberikan nilai delapan kepada diri saya sendiri. Darah [Francesco] Coco dikarenakan kontak dengan Gattuso dan bukan karena pemain Korea. Untuk tendangan di kepala Maldini, ada banyak pemain di depan saya jadi sangat sulit untuk melihatnya," lanjutnya.
"Untuk Totti, itu bukan penalti: Saya melihat pemain Korea menyentuh bola pertama kali lalu sang pemain. Saya melihat ke arah asisten wasit dan beranggapan bahwa itu adalah diving. Harus diakui bahwa gol offside Italia harusnya disahkan, tapi bagaimana saya membuat keputusan dari tempat saya berdiri?" tambahnya.
Kejutan Turki
Korea Selatan membuat kejutan besar dengan lolos ke semifinal, walau dengan sejumlah kontroversi. Akan tetapi, kejutan besar sejatinya juga dibuat Turki yang mampu lolos ke semifinal dan meraih posisi ketiga di Piala Dunia 2002.
Turki lolos fase grup setelah menjadi peringkat kedua Grup C dengan empat poin. Turki unggul selisih gol dari Kosta Rika. Brasil berada di puncak klasemen Grup C dengan meraih sembilan poin.
Pada babak 16 Besar, Turki menang dengan skor 1-0 atas Jepang. Langkah Turki tidak terbendung ketika berjumpa Senegal di babak perempat final. Turki menang 1-0 lewat gol Ilham Mansiz pada menit 94.
Turki kemudian kalah dari Brasil pada babak semifinal dengan skor 1-0, gol dicetak Ronaldo. Pada laga perebutan posisi ketiga, Turki menang dengan skor 2-3 atas Korea Selatan. Ilham Mansiz mencetak dua gol dan satu gol dari Hakan Sukur.
Sebagai catatan Hakan Sukur mencetak gol pada detik ke-11.
Selain Hakan Sukur dan Ilham Mansiz, Turki juga punya beberapa pemain kunci lain. Yildiray Basturk, Hasan Sas, Nihat Kahveci, dan penjaga gawang Rustu Recber tampil memukau di bawah kendali pelatih Senol Gunes.
Catatan Rekor dan Statistik Piala Dunia 2002

- Top skor: Ronaldo [8]
- Top assist: Michael Ballack [4]
- Gol tercepat: Hakan Sukur - Korea Selatan vs Turki [detik ke-11]
- Gol terlama: Ahn Jung-hwan - Korea Selatan vs Italia [menit 117]
- Paling banyak cleansheet: Oliver Kahn [5]
- Pemain terbaik: Oliver Kahn
- Kiper terbaik: Oliver Kahn
- Pemain muda terbaik: Landon Donovan
- Tim fairplay: Belgia
- Tim paling menghibur: Korea Selatan
Baca Ini Juga:
Sama Seperti Ter Stegen, Para Pemain Ini Ternyata tak Terlalu Suka Sepak Bola
Mengenang Momen Ketika Real Madrid Memainkan Laga Enam Menit Vs Sociedad
Kisah Susy Susanti: Soal Emas Olimpiade dan Bang Soo-hyun
Taufik Hidayat, Legenda Badminton Indonesia yang Tak Pernah Juarai All England
Kisah Alessandro Lucarelli, Sosok Setia di Balik Reinkarnasi Parma
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Arsenal vs Chelsea: Martin Odegaard
Liga Inggris 7 September 2026, 00:53
-
Hasil Arsenal vs Chelsea: The Gunners Comeback dan Menang di Derby London
Liga Inggris 7 September 2026, 00:27
-
Tempat Menonton Juventus vs AC Milan di Serie A, 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:59
-
Link Streaming Juventus vs AC Milan 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:45
-
Man of the Match Valencia vs Barcelona: Fermin Lopez
Liga Spanyol 6 September 2026, 23:30
-
Hasil Valencia vs Barcelona: Blaugrana Hancurkan Los Che 5-0 di Mestalla
Liga Spanyol 6 September 2026, 23:18
-
Rapor Pemain Manchester United Kontra Everton: Mbeumo Gemilang, Lammens Jadi Sorotan
Liga Inggris 6 September 2026, 22:48
-
Man of the Match Everton vs Man Utd: Bryan Mbeumo
Liga Inggris 6 September 2026, 22:23
-
Hasil Everton vs Man Utd: Gol Menit 90+6 Buyarkan Kemenangan Setan Merah
Liga Inggris 6 September 2026, 22:01
-
Inter Milan Resmi Perpanjang Kontrak Pio Esposito hingga 2032
Liga Italia 6 September 2026, 21:41
-
Curtis Jones Ungkap Alasan Sebenarnya Tinggalkan Liverpool demi Inter Milan
Liga Italia 6 September 2026, 21:30
-
Tempat Menonton Arsenal vs Chelsea di Premier League, 6 September 2026
Liga Inggris 6 September 2026, 21:15
-
Hasil BRI Super League: Madura United Tundukkan Persijap Jepara 2-0
Bola Indonesia 6 September 2026, 21:04
-
Hasil BRI Super League: Sempat Tertinggal, Persib Bandung Hancurkan PSM Makassar 3-1
Bola Indonesia 6 September 2026, 21:01
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51





