Piala Dunia 2026 Terancam Sepi!
Gia Yuda Pradana | 11 Mei 2026 17:30
Bola.net - Piala Dunia 2026 awalnya diproyeksikan menjadi pesta olahraga terbesar di Amerika Serikat. Turnamen yang digelar bersama Kanada dan Meksiko itu bahkan diperkirakan memberi dampak ekonomi hingga US$30,5 miliar (sekitar Rp503 triliun).
Namun, satu bulan jelang laga pembuka, tanda-tanda penurunan antusiasme mulai terlihat. Tiket pertandingan masih tersedia dan tingkat pemesanan hotel belum mencapai target awal.
FIFA sebelumnya mempromosikan turnamen 48 tim itu sebagai momentum besar bagi sepak bola dunia. Amerika Serikat akan menggelar 78 dari total 104 pertandingan, termasuk final di MetLife Stadium pada 19 Juli 2026.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pernah mengungkap optimismenya saat negara itu memenangkan hak tuan rumah bersama Kanada dan Meksiko. “Kami tidak pernah gagal, dan ini akan menjadi Piala Dunia yang hebat,” tulis Trump di X.
Janji Besar FIFA Mulai Dipertanyakan

FIFA bersama Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) memprediksi turnamen ini menghasilkan dampak ekonomi global sebesar US$80,1 miliar (sekitar Rp1.320 triliun). Dari jumlah itu, Amerika Serikat diperkirakan menerima porsi terbesar.
Asosiasi Perjalanan Amerika Serikat juga memperkirakan wisatawan internasional menghabiskan lebih dari US$5.000 per orang (sekitar Rp82,4 juta). Nilai itu mencapai 1,7 kali lebih tinggi dibanding rata-rata wisatawan asing biasa.
Pemerintah federal dan kota tuan rumah sudah menggelontorkan dana besar untuk keamanan dan infrastruktur. Persiapan bahkan berlangsung selama bertahun-tahun demi memastikan turnamen berjalan lancar.
Akan tetapi, realisasi di lapangan belum memenuhi ekspektasi tinggi tersebut. Banyak indikator memperlihatkan permintaan penonton dan wisatawan masih di bawah perkiraan awal.
Penjualan Tiket dan Hotel Melambat di Amerika

Presiden FIFA, Gianni Infantino, sempat menyatakan seluruh pertandingan terjual habis pada Februari lalu. Pernyataan itu akhirnya dikoreksi setelah tiket masih tersedia di situs resmi FIFA.
Harga tiket di pasar penjualan ulang juga mengalami penurunan cukup tajam. Tiket laga Arab Saudi melawan Cabo Verde kini berada di kisaran US$160 (sekitar Rp2,6 juta), turun dari US$234 (sekitar Rp3,8 juta) pada April.
Data perjalanan internasional turut memperlihatkan penurunan minat. Pemesanan penerbangan dari Eropa menuju Amerika Serikat untuk Juli turun 14 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Kondisi serupa terjadi di sektor hotel. Tarif kamar di beberapa kota tuan rumah turun sekitar sepertiga dibanding harga tertinggi sebelumnya.
Asosiasi Hotel dan Penginapan Amerika Serikat (AHLA) mengungkap sekitar 80 persen pelaku industri hotel merasa pemesanan masih di bawah target. Di Kansas City, permintaan bahkan dianggap lebih rendah dibanding musim panas biasa.
Kebijakan Visa Amerika Jadi Hambatan

Banyak pelaku industri menilai kebijakan imigrasi Amerika Serikat menjadi salah satu penyebab utama melemahnya minat wisatawan asing. Proses visa yang rumit membuat sejumlah suporter memilih menunda perjalanan.
Presiden dan CEO U.S. Travel Association, Geoff Freeman, mengingatkan bahwa wisatawan datang bukan hanya untuk menonton pertandingan. Mereka juga ingin menikmati pengalaman berlibur di Amerika Serikat.
Lebih dari 120 kelompok bahkan mengeluarkan peringatan kepada calon pengunjung internasional. Mereka meminta wisatawan berhati-hati saat bepergian ke Amerika Serikat.
Presiden Hotel Association of New York City, Vijay Dandapani, menilai kebijakan visa pemerintah federal terlalu ketat. Menurutnya, kondisi itu menghambat peningkatan jumlah tamu hotel di New York.
Harga Tiket Piala Dunia Dinilai Terlalu Mahal

Selain persoalan visa, harga tiket juga memicu kritik dari banyak pendukung sepak bola. Analisis The Guardian memperlihatkan tiket termurah Piala Dunia 2026 sekitar enam kali lebih mahal dibanding rata-rata edisi 2006 hingga 2022.
FIFA menggunakan sistem dynamic pricing yang membuat harga tiket berubah sesuai permintaan pasar. Skema itu membuat harga beberapa pertandingan melonjak drastis.
Trump bahkan mengaku tidak tertarik membeli tiket laga pembuka Timnas Amerika Serikat melawan Paraguay yang mencapai US$1.000 (sekitar Rp16,4 juta). “Saya juga tidak akan membayarnya, jujur saja,” kata Trump kepada New York Post.
Meski begitu, FIFA tetap optimistis stadion akan penuh saat turnamen berlangsung. Organisasi tersebut berharap penjualan tiket dan arus wisatawan meningkat mendekati hari pertandingan.
Sumber: Macon.com
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Nomor 10 Argentina Setelah Lionel Messi Pensiun: Siapa yang Akan Jadi Penerusnya?
Piala Dunia 30 September 2026, 23:45
-
John Stones dan Surat Tilang yang Terlewat
Liga Italia 30 September 2026, 13:38
-
Lamine Yamal Ungkap Pesan untuk Lionel Messi Usai Final Piala Dunia 2026
Piala Dunia 26 September 2026, 23:01
-
Delegasi FIFA Cek Kesiapan GBK Jelang FIFA ASEAN Cup 2026
Tim Nasional 21 September 2026, 21:58
LATEST UPDATE
-
Ezri Konsa Bikin Arsenal Tetap Kokoh Walau Tanpa William Saliba
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 22:25
-
Kinerja Jose Mourinho yang Memuaskan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:16
-
Menang di Markas Barcelona, Real Madrid dan Jose Mourinho Dapat Pujian dari Ronaldo
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:01
-
Kabar Buruk bagi Inter, Lautaro Martinez Terancam Absen di Derby Milan
Liga Italia 27 Oktober 2026, 20:46
-
Candaan Diktator Berujung Petaka, Kylian Mbappe Terancam Diboikot China!
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 20:45
-
Jorge Martin Nekat Coba Balapan di MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 27 Oktober 2026, 20:40
-
Bruno Fernandes Dicoret Carrick, Manchester United Mulai Siapkan Skenario Perpisahan
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 20:30
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




