Piala Dunia 64 Tim Berpotensi Ubah Peta Ekonomi Sepak Bola Global
Gia Yuda Pradana | 21 Juli 2026 19:40
Bola.net - Piala Dunia kembali menjadi bahan pembahasan setelah FIFA membuka peluang memperluas jumlah peserta menjadi 64 tim. Gagasan tersebut muncul tidak lama setelah edisi 2026 dengan format 48 peserta resmi berakhir.
Piala Dunia edisi 2030 yang akan digelar di Spanyol, Portugal, dan Maroko masih menunggu kepastian apakah tetap memakai 48 tim atau bertambah menjadi 64 tim. Keputusan itu diperkirakan membawa dampak besar terhadap struktur kompetisi dan industri sepak bola secara keseluruhan.
Perubahan format tidak hanya berkaitan dengan jumlah pertandingan. Aspek ekonomi, hak siar, kalender kompetisi, hingga kesiapan infrastruktur juga ikut menjadi perhatian berbagai pihak.
Sejumlah petinggi sepak bola memiliki pandangan yang berbeda mengenai rencana tersebut. Perdebatan pun terus berkembang karena perluasan peserta menghadirkan keuntungan sekaligus tantangan yang tidak sederhana.
FIFA Ingin Membuka Kesempatan Lebih Luas
Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengakui format 64 peserta menjadi salah satu gagasan yang layak dibahas setelah Piala Dunia 2026 berakhir. Menurutnya, semakin banyak negara yang tampil di putaran final dapat mendorong perkembangan sepak bola secara lebih merata.
Infantino menjelaskan alasan di balik ide tersebut. "Saya pikir penting ketika Anda ingin menyelenggarakan Piala Dunia, Anda melakukannya untuk seluruh dunia, bukan hanya Eropa dan Amerika Selatan."
Ia juga menilai negara-negara kecil membutuhkan kesempatan tampil di ajang terbesar sepak bola dunia. "Jika Anda tidak memberi negara-negara kecil kesempatan tampil di Piala Dunia, mereka akan kehilangan dorongan untuk terus berkembang."
Sebaliknya, Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, tetap menolak usulan itu. "Saya rasa itu bukan ide yang bagus untuk Piala Dunia, dan juga bukan ide yang bagus untuk babak kualifikasi kami, jadi saya tidak mendukung gagasan tersebut."
Dampak Ekonomi dan Jadwal Semakin Besar
Format 48 peserta pada Piala Dunia 2026 sudah menghasilkan 104 pertandingan dalam lebih dari lima pekan. Jika memakai 64 tim dengan struktur yang serupa, jumlah laga berpotensi meningkat menjadi 128 pertandingan.
Konsekuensinya, turnamen kemungkinan berlangsung sekitar satu pekan lebih lama apabila FIFA tidak memadatkan jadwal. Kebutuhan stadion, hotel, transportasi, fasilitas latihan, serta relawan juga akan meningkat secara signifikan.
Perubahan ini turut memengaruhi nilai komersial babak kualifikasi. Jika peluang lolos semakin besar, nilai hak siar kualifikasi dapat menurun dan membuat konfederasi regional semakin bergantung pada distribusi dana FIFA.
Federasi peserta juga berpotensi menghadapi pengeluaran yang lebih besar. Federasi Sepak Bola Prancis bahkan memperkirakan biaya tampil di Piala Dunia 2026 mencapai 24,5 juta euro (sekitar Rp505 miliar).
Tuan Rumah dan Pemain Menghadapi Tantangan Baru
Piala Dunia 2030 akan digelar di enam negara, dengan Spanyol, Portugal, dan Maroko menjadi tuan rumah utama. Uruguay, Argentina, dan Paraguay masing-masing dijadwalkan menggelar satu pertandingan pembuka untuk memperingati 100 tahun turnamen tersebut.
Arab Saudi yang menjadi tuan rumah tunggal Piala Dunia 2034 juga menghadapi tantangan tersendiri. Penambahan peserta akan meningkatkan kebutuhan infrastruktur sekaligus memperumit penyesuaian jadwal karena berdekatan dengan Ramadan.
Di sisi lain, kalender sepak bola internasional berpotensi semakin padat. Kompetisi domestik di berbagai negara dapat mengalami penyesuaian, sementara beban bermain pesepak bola elite juga akan bertambah.
Apabila akhirnya disetujui, format 64 peserta akan membuka jalan bagi lebih banyak negara tampil di Piala Dunia. Namun, FIFA tetap harus mempertimbangkan keseimbangan kompetisi, biaya bagi suporter, serta daya tarik turnamen yang selama ini menjadi identitas ajang tersebut.
Sumber: Al Jazeera
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Nomor 10 Argentina Setelah Lionel Messi Pensiun: Siapa yang Akan Jadi Penerusnya?
Piala Dunia 30 September 2026, 23:45
-
John Stones dan Surat Tilang yang Terlewat
Liga Italia 30 September 2026, 13:38
-
Lamine Yamal Ungkap Pesan untuk Lionel Messi Usai Final Piala Dunia 2026
Piala Dunia 26 September 2026, 23:01
-
Bintang Bangladesh Terpukau Progres Timnas Indonesia: Kaget Jika Gagal ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 24 September 2026, 16:16
LATEST UPDATE
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
-
Chelsea Bisa Percepat Pemecatan Michael Carrick di Man Utd
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:36
-
3 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:27
-
Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:23
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:05
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:03
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:01
-
Lille vs Lens: Giroud Masuk Menit 72, Cetak Gol Kemenangan Menit 86
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:40
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



