Profil Xherdan Shaqiri: Jagoan Swiss di Piala Dunia 2022, Spesialis Turnamen Mayor!
Serafin Unus Pasi | 27 Oktober 2022 21:36
Bola.net - Timnas Swiss resmi berkiprah di Piala Dunia untuk ke-12 kalinya sepanjang sejarah. Mereka tergabung di Grup G bersama Serbia, Kamerun, dan Brasil di ajang Piala Dunia 2022 Qatar kali ini.
Dengan melihat potensi lawan-lawannya yang berat, Murat Yakin diprediksi akan mengandalkan kemampuan beberapa pemain senior di skuatnya tidak terkecuali seorang Xherdan Shaqiri.
Sebelumnya, Swiss memang telah menjadi salah satu kuda hitam yang patut diperhitungkan di Eropa. Pada saat Spanyol juara Piala Dunia 2010 saja, mereka bisa dikalahkan oleh Swiss pada laga perdana fase grup.
Belum lagi pada saat Kualifikasi Piala Dunia 2022, timnas Italia dibuat tak berkutik oleh tim berjuluk Nati. Pada babak kualifikasi tersebut, penampilan pemain-pemain seperti Granit Xhaka, Yann Sommer, dan Xherdan Shaqiri sukses menginspirasi sepak terjang Swiss sehingga mereka sanggup meloloskan negaranya tampil di Piala Dunia 2022.
Terlebih, Shaqiri merupakan seorang bintang dan motor serangan timnas Swiss di beberapa tahun terakhir. Bahkan, torehan Shaqiri jika bermain di turnamen mayor sangat perlu diwaspadai oleh para rival khususnya tim peserta di Grup G Piala Dunia 2022. Simak ulasan profil singkat Xherdan Shaqiri berikut ini.
Mengkilap di Turnamen Mayor

Xherdan Shaqiri mencatat torehan impresif bersama timnas Swiss ketika berlaga di turnamen mayor. Saat itu, pada ajang Euro 2020, Shaqiri tampil gemilang ketika Nati mengalahkan Turki dengan skor 3-1
Bagi Shaqiri, dua gol ke gawang Turki membuat winger yang saat ini berusia 31 tahun mencatatkan rekor spesial. Shaqiri tercatat menjadi pemain Swiss pertama yang mampu mencetak gol pada empat turnamen besar secara berturut-turut.
Eks pemain Stoke City ini selalu mencetak gol pada Piala Dunia 2014, Euro 2016, Piala Dunia 2018, dan ajang Euro 2020. Berkat raihan tersebut, patut dinantikan sepak terjang Shaqiri di Piala Dunia 2022 nanti.
Awal Karier

Karier Xherdan Shaqiri di dunia sepak bola dimulai pada tahun 1999 dengan bergabung di akademi SV August. Setelah di akademi tersebut bakatnya dinilai menonjol, FC Basel kemudian meminangnya dengan memperkuat tim juniornya terlebih dahulu.
Tahun 2007, Shaqiri kemudian memperkuat Basel U-16 sampai akhirnya di tahun 2009 ia merasakan untuk pertama kalinya memperkuat Basel senior. Selama tiga tahun berkarier bersama raksasa Swiss, Shaqiri menorehkan tiga gelar Liga dan dua gelar Piala Liga Swiss bersama Basel.
Kemudian, Shaqiri melanjutkan kariernya lebih tinggi lagi dengan menerima pinangan Bayern Munchen di tahun 2012 dengan biaya transfer sebesar 12 juta euro. Sejak saat itu, namanya mulai diperhitungkan sebagai pesepak bola papan atas.
Meraih Gelar Liga Champions dengan 2 Tim Berbeda

Shaqiri lantas meraih gelar prestisius Liga Champions sebanyak dua kali dengan dua tim berbeda. Pertama, pemain yang identik dengan kaki kidal itu meraih trofi Si Kuping Besar saat bersama Bayern Munchen di tahun 2012/13. Saat itu, ia sukses mengantarkan The Bavarians mengalahkan Dortmund di final.
Kemudian, Shaqiri meraih gelar kedua Liga Champions di tahun 2019 saat memperkuat Liverpool. Saat itu, ia sukses mengantarkan gelar keenamnya di Liga Champions usai berhasil menundukkan Tottenham di final.
"Memenangkan Liga Champions adalah prestasi luar biasa. Dan ya, saya telah memenangkannya dua kali, jadi saya sangat bangga akan hal itu." ujar Shaqiri dilansir dari laman UEFA.
Kiprah bersama Timnas Swiss

Lalu, Shaqiri debut untuk timnas Swiss U-21 dan ia kemudian berhasil meraih caps senior pertamanya di tahun 2010. Saat itu, Swiss sedang beruji coba melawan Uruguay.
Semenjak itu, Shaqiri menjadi andalan timnas Swiss di berbagai ajang serta menjadi figur penting bagi Nati. Tercatat sejauh ini, pemain yang sedang merumput bersama Chicago Fire itu tengah mengemas 108 caps dan mencetak 26 gol.
Sayangnya, hingga kini Shaqiri belum pernah menyumbangkan gelar mayor kepada timnas Swiss.
(Bola.net/Yoga Radyan)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Portsmouth vs Arsenal: Gabriel Martinelli Hattrick, The Gunners Menang 4-1
Liga Inggris 11 Januari 2026, 22:53
LATEST UPDATE
-
Daftar Pebulu Tangkis Indonesia dan Hasil Drawing Indonesia Masters 2026
Bulu Tangkis 19 Januari 2026, 20:30
-
Jadwal Persib Bandung di BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 19 Januari 2026, 20:22
-
Jadwal Lengkap BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 19 Januari 2026, 20:10
-
Vinicius Jr ke Chelsea? Mantan Pemain The Blues Anggap Itu Sekadar Khayalan
Liga Inggris 19 Januari 2026, 19:39
-
Prediksi Villarreal vs Ajax 21 Januari 2026
Liga Champions 19 Januari 2026, 19:30
-
Real Sociedad vs Barcelona: Barca Keok, Fermin Lopez Tertawakan Keputusan Wasit
Liga Spanyol 19 Januari 2026, 19:11
-
Bernabeu Memanas, Vinicius Jr Kirim Kode Kuat Siap Pergi dari Real Madrid
Liga Spanyol 19 Januari 2026, 18:53
-
Rayakan Ultah Ducati Ke-100, Ini 6 Potret Livery Retro Ducati Lenovo Team di MotoGP 2026
Otomotif 19 Januari 2026, 18:45
-
Prediksi Real Madrid vs Monaco Rabu 21 Januari 2026
Liga Champions 19 Januari 2026, 18:26
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26









