Tragedi Italia: Tiga Kali Absen di Piala Dunia, Berbenah Setengah-Setengah
Richard Andreas | 2 April 2026 11:44
Bola.net - Kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia kembali terjadi. Gli Azzurri tersingkir setelah kalah dramatis dari Bosnia dalam laga play-off yang berakhir lewat adu penalti di Zenica.
Di tengah euforia pendukung tuan rumah, para pemain Italia justru berdiri terpaku di tengah lapangan. Beberapa di antaranya tak kuasa menahan air mata setelah kesempatan terakhir menuju Piala Dunia 2026 sirna.
Kekalahan ini membuat Italia mencatat sejarah pahit, yaitu menjadi mantan juara dunia pertama yang gagal tampil di tiga edisi Piala Dunia secara beruntun.
Tangis Pemain Italia Setelah Kekalahan

Suasana kontras langsung terasa setelah adu penalti berakhir di Stadion Bilino Polje. Di belakang gawang tempat penalti terakhir dieksekusi, suporter Bosnia menggelar koreografi besar sebagai simbol keberhasilan mereka menuju Piala Dunia.
Di sisi lain lapangan, para pemain Italia hanya bisa saling menenangkan. Beberapa di antaranya terlihat menangis menyaksikan mimpi mereka kembali kandas.
Leonardo Spinazzola menjadi salah satu pemain yang paling terpukul dengan hasil tersebut. “Ini seperti mimpi buruk,” kata Spinazzola dengan mata berkaca-kaca.
“Saya sudah sembilan tahun membela tim nasional dan belum pernah bermain di Piala Dunia. Ini sangat menyakitkan. Bagi Italia. Bagi kami.”
Sebagian besar pemain Italia lainnya memilih diam. Kapten Gianluigi Donnarumma juga tidak memberikan komentar setelah pertandingan karena suasana ruang ganti yang penuh kekecewaan.
Gattuso Minta Maaf kepada Fans Italia

Pelatih Italia Gennaro Gattuso muncul di ruang konferensi pers dengan wajah tegang. Ia terlihat menggigit bibirnya beberapa kali sebelum menjawab pertanyaan wartawan.
Gattuso kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada sekitar 500 pendukung Italia yang datang langsung ke Zenica serta jutaan penonton di tanah air. “Ini sangat menyakitkan,” ujar Gattuso.
Ia juga memuji perjuangan para pemainnya yang tetap bertahan meski harus bermain dengan sepuluh orang setelah Alessandro Bastoni menerima kartu merah sebelum turun minum.
Menurut Gattuso, timnya sebenarnya memiliki peluang untuk mengunci kemenangan lebih awal.
Ia menyebut satu momen penting yang membuat segalanya berubah: peluang Moise Kean yang gagal dimanfaatkan saat Italia masih unggul dan bermain dengan sepuluh pemain.
Gattuso yakin para pemainnya layak mendapatkan hasil yang lebih baik. “Saya sudah lama tidak melihat tim nasional bermain dengan hati sebesar ini,” kata Gattuso.
Italia Sebenarnya Sedang Berbenah

Di balik kegagalan tim nasional, sejumlah perubahan sebenarnya sedang dilakukan dalam struktur sepakbola Italia.
Federasi telah memperluas sistem pembinaan usia muda dan memperkenalkan lebih banyak kompetisi kelompok umur. Hasilnya mulai terlihat dalam beberapa tahun terakhir.
Italia menjuarai Euro U-17 pada 2024 setelah sebelumnya juga menjuarai Euro U-19 pada 2023. Beberapa pemain muda seperti Francesco Camarda dan Michael Kayode menjadi bagian dari generasi tersebut.
Selain itu, klub-klub Serie A kini diperbolehkan memiliki tim B di Serie C untuk menjembatani transisi pemain muda ke sepakbola profesional.
Dari sisi infrastruktur, Italia juga sedang melakukan pembaruan stadion menjelang Euro 2032 yang akan mereka gelar bersama Turki.
Pembangunan stadion baru San Siro telah mendapat lampu hijau, sementara Stadion Artemio Franchi di Florence juga sedang direnovasi.
Sayangnya, semua kemajuan tersebut tertutup oleh kenyataan pahit, bahwa tim nasional Italia kembali gagal lolos ke Piala Dunia.
Tragedi Tiga Edisi Piala Dunia
Kegagalan di Zenica menambah daftar panjang kekecewaan Italia dalam kualifikasi Piala Dunia.
Pada 2018, Italia tersingkir setelah kalah dari Swedia di play-off. Empat tahun kemudian, mereka kembali gagal setelah kalah mengejutkan dari Makedonia Utara.
Kini, Bosnia menjadi tim ketiga yang menghentikan langkah Gli Azzurri menuju turnamen terbesar sepakbola dunia.
Situasi ini membuat sebagian pengamat menyebutnya sebagai trilogi tragedi bagi sepakbola Italia.
Jika kegagalan pertama pernah disebut sebagai “kiamat”, maka kenyataannya kini Italia harus menghadapi kenyataan bahwa krisis tersebut belum benar-benar berakhir.
Jangan sampai ketinggalan infonya
Italia Absen 3 Kali Beruntun di Piala Dunia, Zola: Bongkar Fondasi Lama, Fokus pada Kualitas Pemain Muda
Warning Keras Tuchel: Phil Foden Terancam Dicoret dari Skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026
Belum Habis! Roberto Martinez Tegaskan Cristiano Ronaldo Tetap Jadi Nyawa Portugal
Moggi Sarankan Italia Lakukan Seperti Kata Operator SPBU: Mulai dari Nol Ya
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Gianluigi Donnarumma Puji Sikap Italia usai Tahan Prancis 1-1
Piala Eropa 3 Oktober 2026, 07:04
-
Roberto Mancini Puji Italia usai Tahan Prancis: Kami Bermain sebagai Tim
Piala Eropa 3 Oktober 2026, 06:29
-
Zinedine Zidane Puas dengan Performa Prancis meski Ditahan Italia
Piala Eropa 3 Oktober 2026, 05:54
-
Debut Kandang Zidane Bersama Prancis Berakhir Imbang, Donnarumma Jadi Penghalang
Piala Eropa 3 Oktober 2026, 05:19
-
Hasil Prancis vs Italia: Alessandro Bastoni Gagalkan Kemenangan Les Bleus
Piala Eropa 3 Oktober 2026, 04:30
LATEST UPDATE
-
Michael Carrick Tak Gentar Manchester United Terancam Masuk Zona Degradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 15:15
-
Live Streaming Juventus vs Napoli: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 1 November 2026, 14:30
-
Live Streaming Liverpool vs Arsenal: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 1 November 2026, 13:17
-
Keluarga Hadir di Sepang, Veda Ega Pratama Sukses Raih Podium Kedua
Otomotif 1 November 2026, 12:51
-
Runner Up di Sepang, Veda Ega Pratama Ukir Pencapaian Terbaik di Moto3
Otomotif 1 November 2026, 12:46
-
Klasemen Moto3 2026: Veda Ega Pratama Naik ke Posisi 7
Otomotif 1 November 2026, 12:41
-
Live Streaming Racing Santander vs Madrid: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 1 November 2026, 12:13
-
Hasil Moto3 Malaysia 2026: Maximo Quiles Juara, Veda Ega Pratama Finis Kedua!
Otomotif 1 November 2026, 11:43
-
Live Streaming PSIM vs Borneo FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 11:18
-
Live Streaming Persib Bandung vs Isenmulang FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 10:14
-
Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
Liga Inggris 1 November 2026, 09:10
-
Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 09:00
-
Rating Pemain Barcelona vs Alaves: Raphinha dan Yamal 9, Fermin Lopez Tertinggi
Liga Spanyol 1 November 2026, 08:51
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


