UEFA dan Gelombang Penolakan Wacana Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Negara

Asad Arifin | 13 Juli 2026 18:47
UEFA dan Gelombang Penolakan Wacana Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Negara
Opening ceremony Piala Dunia 2026 (c) AP Photo/Eduardo Verdugo

Bola.net - Wacana penambahan peserta Piala Dunia menjadi 64 negara pada edisi 2030 terus memicu perdebatan di dunia sepak bola. Setelah sukses memperluas jumlah peserta menjadi 48 tim pada Piala Dunia 2026, FIFA kini menghadapi usulan baru yang dinilai jauh lebih ambisius.

Proposal tersebut diajukan secara resmi oleh Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (Conmebol) pada April 2025. Namun, hingga kini FIFA belum mengambil keputusan terkait kemungkinan perubahan format tersebut.

Advertisement

Piala Dunia 2030 sendiri akan menjadi edisi istimewa karena bertepatan dengan perayaan 100 tahun penyelenggaraan turnamen. Spanyol, Portugal, dan Maroko akan menjadi tuan rumah utama, sementara Argentina, Uruguay, dan Paraguay mendapat kehormatan menggelar tiga laga pembuka sebagai bagian dari peringatan satu abad Piala Dunia.

Meski FIFA membuka ruang diskusi, ide memperluas jumlah peserta menjadi 64 negara justru mendapat penolakan dari sejumlah tokoh penting sepak bola dunia. Mereka menilai perubahan tersebut berpotensi menimbulkan masalah baru bagi kalender kompetisi dan sistem kualifikasi.

1 dari 2 halaman

UEFA, AFC, dan Concacaf Kompak Menolak

UEFA, AFC, dan Concacaf Kompak Menolak

Pemandangan Estadio Azteca menjelang pertandingan Grup A Piala Dunia 2026 antara Meksiko vs Afrika Selatan 12 Juni 2026 (c) AP Photo/Antonio Felix

Presiden UEFA Aleksander Ceferin menjadi salah satu sosok yang paling vokal menentang usulan tersebut. Menurutnya, format 64 peserta bukan solusi yang tepat bagi masa depan Piala Dunia maupun proses kualifikasinya.

Penolakan serupa datang dari Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa. Ia menilai penambahan peserta secara berlebihan justru berpotensi menciptakan kekacauan dalam penyelenggaraan turnamen.

Sementara itu, Presiden Concacaf Victor Montagliani juga menyampaikan pandangan yang senada. Ia menilai usulan tersebut tidak tepat karena berisiko mengganggu ekosistem sepak bola secara keseluruhan, termasuk keseimbangan kompetisi internasional.

Gelombang penolakan dari tiga konfederasi besar itu menunjukkan bahwa wacana 64 peserta belum mendapat dukungan luas. Karena itu, peluang usulan tersebut untuk segera disetujui masih tergolong kecil.

2 dari 2 halaman

FIFA Belum Menentukan Sikap

FIFA Belum Menentukan Sikap

Aksi Sanjoy, Nora Fatehi, dan Vegedream di opening ceremony Piala Dunia 2026 di Kanada, Sabtu (13/6/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Stephanie Scarbrough

Di tengah perdebatan yang berkembang, FIFA belum mengambil keputusan resmi mengenai proposal tersebut. Badan sepak bola dunia itu menegaskan akan membahas setiap usulan bersama seluruh pemangku kepentingan sebelum menentukan arah kebijakan.

Sikap tersebut sejalan dengan posisi resmi FIFA yang menyatakan berkewajiban mempertimbangkan setiap proposal dari anggota dewan. Keputusan akhir nantinya akan berada di tangan Dewan FIFA setelah seluruh proses kajian selesai dilakukan.

Meski demikian, belum ada indikasi bahwa keputusan akan diambil dalam waktu dekat. Dengan masih banyaknya pro dan kontra yang muncul, masa depan format Piala Dunia 2030 diperkirakan akan menjadi salah satu agenda paling penting dalam pembahasan FIFA beberapa tahun ke depan.

Sumber: BBC Sport

LATEST UPDATE