Boros Peluang, Minim Kreativitas, Defense Mulai Keropos, Yakin Italia Selamat di 8 Besar Euro 2020?
Serafin Unus Pasi | 27 Juni 2021 07:20
Bola.net - Timnas Italia memastikan diri lolos ke perempat final Euro 2020. Setelah mereka mengalahkan Austria dengan skor 2-1 di 16 besar Euro 2020.
Italia yang mengawali Euro 2020 dengan catatan sempurna di grup A dijagokan tidak akan menemukan kesulitan berarti saat menghadapi Austria. Mereka dijagokan bisa menang dengan mudah melawan anak asuh Franco Foda tersebut.
Namun ternyata Austria menjadi lawan yang sangat menyebalkan bagi Italia. Selama 90 menit, mereka berhasil memaksa Gli Azurri bermain imbang tanpa gol.
Namun di babak tambahan waktu, Italia berhasil mencetak dua gol berkat gol Federico Chiesa dan Matteo Pessana. Namun kemenangan ini ternoda dengan gol Sasa Kalajdzic ke gawang Donnarumma.
Italia dipastikan akan mendapatkan lawan berat di perempat final nanti. Karena mereka akan menghadapi pemenang antara Belgia kontra Portugal.
Jika melihat performa Italia melawan Austria ini, bakal sulit rasanya mereka bisa melaju ke semi final. Kami melihat ada setidaknya masalah yang perlu dibenahi Italia sebelum perempat final nanti.
Apa saja itu? Simak selengkapnya di bawah ini.
Buang-Buang Peluang
Satu hal yang paling mencolok dari performa Timnas Italia di laga ini adalah bagaimana mereka sangat boros memanfaatkan peluang.
Bayangkan, sepanjang 120 menit pertandingan, mereka melepaskan 27 tembakan. Namun dari 27 tembakan itu hanya enam saja yang tepat sasaran, semetara 12 lainnya tidak mengenai sasaran dan sembilan lainnya diblok bek lawan.
Ingat, di perempat final nanti lawan yang mereka hadapi bukan tipikal tim yang membiarkan lawan mereka membuat peluang. Jadi Italia harus lebih efisien dalam memanfaatkan peluang jika mereka ingin lolos ke semi final.
Trio Barella-Verratti-Jorginho Tidak Efektif
Di laga ini, Mancini mencoba untuk memainkan Marco Verratti, Jorginho dan Nicolo Barella sebagai starter. Namun ternyata kombinasi ini bisa dikatakan tidak efektif.
Memang secara garis besar ketiga pemain ini membuat Italia unggul dalam penguasaan bola. Namun entah kenapa dinamika permainan Italia terasa hambar.
Belum lagi ketiga gelandang ini tidak punya visi yang cukup bagus untuk membongkar pertahanan ala grendel milik Austria. Jadi Mancini harus berpikir ulang untuk memainkan kombinasi ini di perempat final.
Terlalu Locatelli-Sentris
Masih berhubungan dengan poin kedua, salah satu kekuatan dan juga kelemahan Italia yang terekspos di laga ini adalah mereka mulai ketergantungan terhadap Manuel Locatelli.
Locatelli memang tampil gemilang di fase grup. DI pertandingan ini ia masuk menjadi pemain pengganti di babak kedua menggantikan Verratti. Hasilnya? Italia yang kurang bertenaga menjadi lebih hidup setelah Locatelli masuk.
Calon lawan Italia di perempat final pasti sudah menyadari peran krusial Locatelli, jadi mereka pasti akan mencoba mematikan pergerakan Locatelli. Jadi Italia harus mencari alternatif pola permainan ketika Locatelli dimatikan, dan ini akan jadi PR besar Mancini di perempat final nanti.
Lemah Kena Serangan Balik
Sejak fase grup, Mancini memutuskan memainkan dua wingback dengan karakteristik ofensif. Namun ternyata celah dari pertahanan Italia mulai terlihat di laga ini.
Austria yang bertahan dengan rapat mengandalkan serangan balik untuk mengancam gawang Italia. Hasilnya, Italia cukup keteteran menghadapi serangan balik ini.
Baik Belgia maupun Portugal memiliki winger-winger dengan kecepatan kilat, jadi Spinazzola dan Lorenzo mungkin perlu penyesuaian agar lebih disiplin sehingga ketika kena serangan balik lini pertahanan Italia tidak kocar-kacir.
Mancini Harus Mulai Siapkan Rencana B
PR besar Mancini jelang perempat final nanti adalah ia harus memiliki rencana B ketika situasi mengalami kebuntuan.
Bisa kita lihat selama 90 menit pertama, Mancini tidak punya alternatif rencana untuk membongkar rapatnya pertahanan Austria. Memang benar ia membuat empat pergantian pemain, di mana dua pemain penggantinya jadi penentu kemenangan di laga ini.
Namun jika ditelaah lebih lanjut, gaya bermain Italia tetap sama meski sudah melakukan pergantian pemain. Mereka juga tidak efektif dalam membongkar pertahanan Austria.
Jadi Mancini harus menyiapkan taktik cadangan jika lagi-lagi timnya mengalami kebuntuan di perempat final nanti.
Baca Juga:
Euro 2020: Belanda Tampil 100 Persen, Republik Ceko Siap Tampil 150 Persen
Romelu Lukaku: Saya Ingin Dribel Seperti Ronaldo, Ronaldo Ingin Kekuatan Saya!
Jadwal Siaran Langsung Babak 16 Besar Euro 2020: Siapa Susul Italia dan Denmark?
Euro 2020: Ini Rahasia Italia Bisa Sukses Jinakkan Perlawanan Austria
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ini Alasan Bernardo Silva Akan Bersinar di Real Madrid
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 15:18
-
Juventus Minta Emiliano Martinez Paksa Pergi dari Aston Villa
Liga Italia 21 Juli 2026, 15:10
-
Gavi Tulis Pesan Emosional usai Antar Spanyol Juara Piala Dunia 2026
Piala Dunia 21 Juli 2026, 14:48
-
Marcus Rashford dan MU, Cinta Lama yang Bersemi Kembali!
Liga Inggris 21 Juli 2026, 14:40
LATEST UPDATE
-
Real Madrid dan Seragam Putih yang Lahir dari Sebuah Mimpi di Inggris
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 22:10
-
Pemain PSG di Piala Dunia 2026: Fabian Ruiz Juara, Dembele Bersinar
Piala Dunia 21 Juli 2026, 21:21
-
Marcos Santos Bangun Identitas Baru untuk Arema FC Musim 2026/2027
Bola Indonesia 21 Juli 2026, 21:07
-
Setelah Jadi Pahlawan Spanyol, Ferran Torres Diincar Real Madrid dan PSG
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 21:00
-
Menanti Daya Ledak Kembalinya Iwan Budianto Tangani Arema FC
Bola Indonesia 21 Juli 2026, 20:59
-
Michael Olise Masih Aman di Bayern Munchen, Real Madrid Mundur
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 20:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55











