Lamine Yamal, False Nine, dan Evolusi Serangan Barcelona

Gia Yuda Pradana | 10 Agustus 2026 12:23
Lamine Yamal, False Nine, dan Evolusi Serangan Barcelona
Selebrasi Lamine Yamal dalam laga Barcelona vs Celta Vigo di La Liga 2025/2026, Kamis (23/4/2026). (c) AP Photo/Joan Monfort

Bola.net - Barcelona kini harus mencari formula baru di lini depan setelah kehilangan Robert Lewandowski. Dalam situasi tersebut, Lamine Yamal bisa menjadi bagian penting dari eksperimen Hansi Flick untuk mengubah cara Barcelona menyerang.

Selama empat musim, Lewandowski menjadi titik sentral permainan Barcelona di depan. Kepergiannya bukan hanya meninggalkan kebutuhan untuk mencari pencetak gol baru, tetapi juga menghilangkan sosok yang menjadi referensi utama serangan.

Advertisement

Flick pun mulai membuka kemungkinan menggunakan Lamine Yamal di posisi sentral. Gagasan tersebut dapat berkembang menjadi salah satu perubahan taktik paling menarik Barcelona pada musim mendatang.

1 dari 5 halaman

Perjalanan Lamine ke Tengah

Perjalanan Lamine ke Tengah

Presiden Barcelona Joan Laporta memeluk Lamine Yamal setelah mengalahkan Real Madrid 2-0 untuk memastikan gelar juara La Liga/Liga Spanyol dengan 3 laga tersisa, 10 Mei 2026 (c) AP Photo/Joan Mateu Parra

Lamine Yamal memang tumbuh sebagai pemain sayap kanan, tetapi perannya perlahan bergerak lebih ke dalam. Flick beberapa kali telah memanfaatkannya seperti gelandang serang dari sisi kanan yang mencari ruang di antara lini lawan.

Peran tersebut berbeda dengan false nine, tetapi memiliki prinsip yang berdekatan. Jika dimainkan sebagai false nine, Lamine dapat memulai posisi di antara bek tengah lalu turun untuk menerima bola dan memaksa lawan mengambil keputusan sulit.

Bek tengah yang mengikutinya akan meninggalkan ruang di belakang, sedangkan pemain yang bertahan di posisinya akan memberi Lamine kesempatan menerima bola di antara lini. Situasi tersebut dapat membuka jalur bagi pemain lain untuk melakukan penetrasi.

2 dari 5 halaman

Lamine Bisa Jadi False Nine

Lamine Bisa Jadi False Nine

Pemain Spanyol Lamine Yamal bergestur sembari mengenakan medalinya setelah memenangkan laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina di East Rutherford, N.J., dekat New York, Minggu, 19 Juli 2026 (c) AP Photo/Ashley Landis

Kemampuan Lamine membaca ruang membuat eksperimen tersebut cukup masuk akal. Musim lalu, ia mencatat 16 gol dan 12 assist di La Liga serta dinobatkan sebagai pemain terbaik kompetisi.

Bermain lebih sentral juga dapat membuat Lamine lebih sering terlibat dalam permainan tanpa harus selalu menghadapi bek sayap dari posisi melebar. Ia bisa turun mendekati Pedri, menerima bola di ruang sempit, lalu mengirim umpan kepada pemain yang berlari dari belakang.

Barcelona tidak membutuhkan Lamine untuk berduel fisik dengan bek tengah sepanjang pertandingan. Yang lebih penting adalah kemampuannya bergerak, menciptakan ruang, dan memanfaatkan celah sebelum lawan sempat mengatur pertahanan.

3 dari 5 halaman

Gordon dan Adeyemi Jadi Pendukung

Gordon dan Adeyemi Jadi Pendukung

Karim Adeyemi, pemain baru Barcelona mulai musim 2026/27 (c) Instagram/fcbarcelona

Eksperimen ini akan semakin menarik jika Barcelona memiliki pemain yang mampu menyerang ruang yang ditinggalkan Lamine. Anthony Gordon dan Karim Adeyemi memiliki karakteristik yang sesuai karena keduanya mampu bermain di berbagai posisi lini depan sekaligus melakukan penetrasi cepat.

Gordon mencetak 17 gol di semua kompetisi musim lalu, termasuk 10 gol di Liga Champions. Sementara itu, Adeyemi memiliki kecepatan yang dapat menjadi ancaman ketika pertahanan lawan tertarik mengikuti pergerakan Lamine ke area tengah.

Komposisi seperti Gordon-Lamine-Adeyemi atau Raphinha-Lamine-Adeyemi memberi Flick banyak pilihan. Ketika Lamine turun, salah satu pemain di sisi luar dapat langsung menyerang ruang kosong di belakang garis pertahanan.

4 dari 5 halaman

Bukan Sekadar Ganti Posisi

Bukan Sekadar Ganti Posisi

Pemain Barcelona, Lamine Yamal, Dani Olmo, dan Ferran Torres, dalam pertandingan La Liga melawan Celta Vigo, Kamis (23/4/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Joan Monfort

Flick sebaiknya tidak mengunci Lamine sebagai striker dengan posisi tetap. Pemain berusia muda itu justru lebih berbahaya jika diberi kebebasan berpindah dari tengah ke sisi kanan atau turun mendekati Pedri.

Dalam satu serangan, Lamine bisa memulai dari tengah lalu bergerak ke half-space kanan. Pada situasi lain, ia dapat turun untuk menarik bek sebelum Dani Olmo atau pemain sayap melakukan penetrasi ke ruang kosong.

Pendekatan tersebut juga menjaga kemampuan terbaik Lamine dari sisi kanan. Eksperimen false nine seharusnya menjadi senjata tambahan, bukan menghilangkan perannya sebagai winger.

5 dari 5 halaman

Barcelona Pernah Melakukannya dengan Lionel Messi

Barcelona Pernah Melakukannya dengan Lionel Messi

Lamine Yamal memeluk Lionel Messi seusai final Piala Dunia 2026 (c) AP Photo/Seth Wenig

Barcelona memiliki pengalaman dengan konsep serupa ketika Josep Guardiola memainkan Lionel Messi sebagai false nine dalam kemenangan 6-2 atas Real Madrid pada 2009. Messi membuat bek tengah lawan berada dalam dilema karena pergerakannya membuka ruang bagi pemain lain untuk menyerang.

Lamine tentu tidak perlu dibandingkan dengan Messi untuk menjalankan peran tersebut. Yang relevan adalah bagaimana Barcelona dapat memindahkan pemain paling kreatifnya ke area yang membuat lawan lebih sulit membaca arah serangan.

Namun, solusi ini tetap bergantung pada aktivitas Barcelona di bursa transfer. Jika Flick mendapatkan striker baru yang sesuai kebutuhannya, Lamine kemungkinan tetap menjadi winger kanan.

Meski demikian, opsi menempatkan Lamine di tengah layak dipertahankan. Dalam pertandingan tertentu, fleksibilitas tersebut bisa menjadi kunci bagi Barcelona untuk menciptakan pola serangan yang lebih sulit dihentikan.

Sumber: Barca Universal

LATEST UPDATE