Lamine Yamal, False Nine, dan Evolusi Serangan Barcelona
Gia Yuda Pradana | 10 Agustus 2026 12:23
Bola.net - Barcelona kini harus mencari formula baru di lini depan setelah kehilangan Robert Lewandowski. Dalam situasi tersebut, Lamine Yamal bisa menjadi bagian penting dari eksperimen Hansi Flick untuk mengubah cara Barcelona menyerang.
Selama empat musim, Lewandowski menjadi titik sentral permainan Barcelona di depan. Kepergiannya bukan hanya meninggalkan kebutuhan untuk mencari pencetak gol baru, tetapi juga menghilangkan sosok yang menjadi referensi utama serangan.
Flick pun mulai membuka kemungkinan menggunakan Lamine Yamal di posisi sentral. Gagasan tersebut dapat berkembang menjadi salah satu perubahan taktik paling menarik Barcelona pada musim mendatang.
Perjalanan Lamine ke Tengah

Lamine Yamal memang tumbuh sebagai pemain sayap kanan, tetapi perannya perlahan bergerak lebih ke dalam. Flick beberapa kali telah memanfaatkannya seperti gelandang serang dari sisi kanan yang mencari ruang di antara lini lawan.
Peran tersebut berbeda dengan false nine, tetapi memiliki prinsip yang berdekatan. Jika dimainkan sebagai false nine, Lamine dapat memulai posisi di antara bek tengah lalu turun untuk menerima bola dan memaksa lawan mengambil keputusan sulit.
Bek tengah yang mengikutinya akan meninggalkan ruang di belakang, sedangkan pemain yang bertahan di posisinya akan memberi Lamine kesempatan menerima bola di antara lini. Situasi tersebut dapat membuka jalur bagi pemain lain untuk melakukan penetrasi.
Lamine Bisa Jadi False Nine

Kemampuan Lamine membaca ruang membuat eksperimen tersebut cukup masuk akal. Musim lalu, ia mencatat 16 gol dan 12 assist di La Liga serta dinobatkan sebagai pemain terbaik kompetisi.
Bermain lebih sentral juga dapat membuat Lamine lebih sering terlibat dalam permainan tanpa harus selalu menghadapi bek sayap dari posisi melebar. Ia bisa turun mendekati Pedri, menerima bola di ruang sempit, lalu mengirim umpan kepada pemain yang berlari dari belakang.
Barcelona tidak membutuhkan Lamine untuk berduel fisik dengan bek tengah sepanjang pertandingan. Yang lebih penting adalah kemampuannya bergerak, menciptakan ruang, dan memanfaatkan celah sebelum lawan sempat mengatur pertahanan.
Gordon dan Adeyemi Jadi Pendukung

Eksperimen ini akan semakin menarik jika Barcelona memiliki pemain yang mampu menyerang ruang yang ditinggalkan Lamine. Anthony Gordon dan Karim Adeyemi memiliki karakteristik yang sesuai karena keduanya mampu bermain di berbagai posisi lini depan sekaligus melakukan penetrasi cepat.
Gordon mencetak 17 gol di semua kompetisi musim lalu, termasuk 10 gol di Liga Champions. Sementara itu, Adeyemi memiliki kecepatan yang dapat menjadi ancaman ketika pertahanan lawan tertarik mengikuti pergerakan Lamine ke area tengah.
Komposisi seperti Gordon-Lamine-Adeyemi atau Raphinha-Lamine-Adeyemi memberi Flick banyak pilihan. Ketika Lamine turun, salah satu pemain di sisi luar dapat langsung menyerang ruang kosong di belakang garis pertahanan.
Bukan Sekadar Ganti Posisi

Flick sebaiknya tidak mengunci Lamine sebagai striker dengan posisi tetap. Pemain berusia muda itu justru lebih berbahaya jika diberi kebebasan berpindah dari tengah ke sisi kanan atau turun mendekati Pedri.
Dalam satu serangan, Lamine bisa memulai dari tengah lalu bergerak ke half-space kanan. Pada situasi lain, ia dapat turun untuk menarik bek sebelum Dani Olmo atau pemain sayap melakukan penetrasi ke ruang kosong.
Pendekatan tersebut juga menjaga kemampuan terbaik Lamine dari sisi kanan. Eksperimen false nine seharusnya menjadi senjata tambahan, bukan menghilangkan perannya sebagai winger.
Barcelona Pernah Melakukannya dengan Lionel Messi

Barcelona memiliki pengalaman dengan konsep serupa ketika Josep Guardiola memainkan Lionel Messi sebagai false nine dalam kemenangan 6-2 atas Real Madrid pada 2009. Messi membuat bek tengah lawan berada dalam dilema karena pergerakannya membuka ruang bagi pemain lain untuk menyerang.
Lamine tentu tidak perlu dibandingkan dengan Messi untuk menjalankan peran tersebut. Yang relevan adalah bagaimana Barcelona dapat memindahkan pemain paling kreatifnya ke area yang membuat lawan lebih sulit membaca arah serangan.
Namun, solusi ini tetap bergantung pada aktivitas Barcelona di bursa transfer. Jika Flick mendapatkan striker baru yang sesuai kebutuhannya, Lamine kemungkinan tetap menjadi winger kanan.
Meski demikian, opsi menempatkan Lamine di tengah layak dipertahankan. Dalam pertandingan tertentu, fleksibilitas tersebut bisa menjadi kunci bagi Barcelona untuk menciptakan pola serangan yang lebih sulit dihentikan.
Sumber: Barca Universal
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Rodri Ungkap Perbedaan Besar Dilatih Hansi Flick dan Pep Guardiola, Apa Itu?
Liga Spanyol 24 September 2026, 13:40
-
Lamine Yamal Mengasah Kemampuan Free Kick dan Finishing di Barcelona
Liga Spanyol 24 September 2026, 06:56
-
Dean Huijsen Resmi Dijatuhi Skorsing Hanya Satu Laga
Liga Spanyol 24 September 2026, 06:10
-
Manuver Deco untuk Bawa JJ Gabriel ke Barcelona
Liga Spanyol 23 September 2026, 23:26
LATEST UPDATE
-
5 Alasan Pau Cubars Jadi Sosok Penting di Lini Belakang Barcelona
Lain Lain 26 September 2026, 10:00
-
Italia Sudah Memberikan Segalanya
Piala Eropa 26 September 2026, 08:54
-
Italia Sebenarnya Punya Peluang, tapi Kecolongan Serangan Balik Belgia
Piala Eropa 26 September 2026, 07:47
-
Kemenangan Belgia atas Italia Terasa Istimewa
Piala Eropa 26 September 2026, 07:43
-
Mengungkap Masalah Italia Saat Kalah dari Belgia
Piala Eropa 26 September 2026, 07:33
-
Tumbangkan Italia, Mika Godts Menikmati Permainan Menyerang Belgia
Piala Eropa 26 September 2026, 07:23
-
Kylian Mbappe Cedera, Zidane: Bisa Serius dan Absen di Laga Berikutnya
Piala Eropa 26 September 2026, 06:50
-
Turki vs Prancis: Jangan Hanya Melihat Skor Akhir
Piala Eropa 26 September 2026, 06:42
-
Instruksi Zinedine Zidane kepada Para Pemainnya saat Prancis Hadapi Turki
Piala Eropa 26 September 2026, 06:30
-
Membandingkan Debut Zidane, Mancini, Van Bommel, Xavi, Klopp, dan Jorge Jesus
Piala Eropa 26 September 2026, 06:20
-
Hasil Italia vs Belgia: Periode Kedua Mancini Diawali dengan Kekalahan
Piala Eropa 26 September 2026, 05:34
-
Hasil Turki vs Prancis: Cedera Mbappe Warnai Debut Kemenangan Zidane
Piala Eropa 26 September 2026, 05:28
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33




