Real Madrid Kehilangan Arah, Jose Mourinho Kini Jadi Opsi Paling Masuk Akal?
Richard Andreas | 10 Mei 2026 06:01
Bola.net - Real Madrid kembali berada di persimpangan jalan. Klub yang dua tahun lalu masih terlihat stabil usai menjuarai Liga Champions bersama Carlo Ancelotti kini justru dilanda kekacauan internal yang mengkhawatirkan.
Di tengah situasi tersebut, nama Jose Mourinho kembali muncul sebagai solusi darurat Florentino Perez. Pelatih asal Portugal itu disebut menjadi sosok yang dianggap mampu mengembalikan disiplin di ruang ganti Los Blancos.
Meski begitu, kemungkinan reuni ini juga memunculkan pertanyaan besar. Apakah Mourinho masih mampu sukses di level tertinggi, atau Real Madrid justru sedang mengulang kesalahan lama?
Real Madrid Disebut Kehilangan Kendali

Menurut laporan The Athletic, suasana internal Real Madrid memburuk dalam beberapa pekan terakhir. Puncaknya terjadi menjelang El Clasico akhir pekan ini ketika Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni terlibat bentrok di tempat latihan.
Insiden tersebut menjadi gambaran buruk dari musim yang penuh ketegangan. Setelah gagal memenuhi ekspektasi di La Liga dan Liga Champions selama dua musim beruntun, Real Madrid dinilai kehilangan arah sebagai tim.
Xabi Alonso dan Alvaro Arbeloa disebut sempat mencoba menanamkan disiplin yang lebih kuat di skuad. Namun, keduanya gagal mengendalikan ruang ganti yang dipenuhi pemain bintang.
Situasi itu membuat Florentino Perez mulai mencari figur pelatih dengan pendekatan keras. Mourinho dianggap cocok karena reputasinya sebagai pelatih disiplin yang tidak ragu mengambil keputusan tegas terhadap pemain.
Florentino Perez Dinilai Mulai Panik

Keputusan Perez kembali melirik Mourinho juga memunculkan kritik tersendiri. Sebab, presiden Real Madrid itu baru memulai proyek baru bersama Alonso musim panas lalu sebelum akhirnya kehilangan kesabaran hanya dalam waktu singkat.
Bukan kali pertama Perez berubah arah secara mendadak. Pada 2018 lalu, ia sempat membuat kontroversi besar dengan merekrut Julen Lopetegui tepat sebelum Piala Dunia dimulai, tetapi proyek itu hanya bertahan 138 hari.
Padahal, pelatih-pelatih tersukses Real Madrid di era modern justru dikenal memiliki pendekatan lebih tenang. Vicente del Bosque, Carlo Ancelotti, hingga Zinedine Zidane mampu sukses tanpa menciptakan konflik besar di ruang ganti.
Di sisi lain, kultur Real Madrid selama era Perez memang selalu menempatkan pemain bintang sebagai pusat perhatian. Mulai dari era galacticos pertama yang diisi Raul Gonzalez, Roberto Carlos, Luis Figo, Zidane, Ronaldo, dan David Beckham hingga generasi baru seperti Vinicius Junior, Jude Bellingham, Rodrygo, dan Kylian Mbappe.
Luka Lama Mourinho di Bernabeu
Jose Mourinho pernah melatih Real Madrid pada periode 2010 hingga 2013. Masa itu menghadirkan banyak momen besar, tetapi juga dipenuhi konflik internal.
Ia sempat membawa Madrid menjuarai Copa del Rey dan La Liga sambil mematahkan dominasi Barcelona racikan Pep Guardiola. Mourinho juga membawa Los Blancos mencapai tiga semifinal Liga Champions beruntun.
Namun, hubungan Mourinho dengan ruang ganti perlahan memburuk. Konflik paling terkenal terjadi dengan Iker Casillas dan Sergio Ramos, tetapi ketegangan juga sempat melibatkan Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema.
Mourinho bahkan menggambarkan periode tersebut sebagai masa yang “keras, intens, hampir seperti kekerasan” ketika berbicara awal tahun ini jelang menghadapi Real Madrid bersama Benfica.
Pada akhirnya, musim ketiganya berubah menjadi periode penuh keretakan. Hubungan antara Mourinho dan para pemain disebut memburuk hingga kedua pihak merasa lelah satu sama lain.
Karier Mourinho Tak Lagi Sama
Nama Mourinho memang masih memiliki daya tarik besar, tetapi hasil kerjanya dalam satu dekade terakhir dianggap jauh dari standar masa kejayaannya.
Setelah periode keduanya di Chelsea, Mourinho menjalani karier yang tidak stabil bersama Manchester United, Tottenham, AS Roma, Fenerbahce, hingga Benfica. Ia memang sempat memenangi Liga Europa bersama Manchester United dan Conference League bersama Roma, tetapi pencapaiannya tidak lagi setara dengan reputasi besarnya dahulu.
Dalam era sepak bola modern yang dipengaruhi gaya menyerang Pep Guardiola dan intensitas Jurgen Klopp, pendekatan Mourinho dinilai mulai kehilangan relevansi.
Ia disebut lebih sering menunjukkan frustrasi terhadap generasi pemain baru dibanding menginspirasi mereka. Mourinho beberapa kali membandingkan pemain modern dengan sosok-sosok lama yang ia kagumi seperti John Terry, Frank Lampard, Javier Zanetti, Marco Materazzi, Xabi Alonso, dan Alvaro Arbeloa.
Pertanyaan besar pun muncul mengenai bagaimana ia akan menangani pemain seperti Bellingham, Vinicius Junior, Mbappe, hingga Trent Alexander-Arnold apabila benar kembali ke Bernabeu.
Jangan Lewatkan!
- Real Madrid Krisis, Iker Casillas Minta Xabi Alonso Balik
- Luis Figo Khawatir Konflik di Ruang Ganti Real Madrid Belum Berakhir
- Jadwal La Liga Pekan Ini Live di beIN Sports dan Vidio, 9-12 Mei 2026
- Jadwal Lengkap La Liga 2025/2026
- Skenario Barcelona Berpesta Juara di Depan Mata Real Madrid: 99 Persen vs 0,13 Persen
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Barcelona vs Madrid 11 Mei 2026
Liga Spanyol 10 Mei 2026, 07:00
-
Real Madrid Krisis, Iker Casillas Minta Xabi Alonso Balik
Liga Spanyol 9 Mei 2026, 17:15
LATEST UPDATE
-
Prediksi Barcelona vs Madrid 11 Mei 2026
Liga Spanyol 10 Mei 2026, 07:00
-
Link Streaming BRI Super League: Persija vs Persib
Bola Indonesia 10 Mei 2026, 06:14
-
Man City Kini Menunggu Bantuan West Ham untuk Menjegal Arsenal
Liga Inggris 10 Mei 2026, 05:28
-
Man of the Match Lecce vs Juventus: Dusan Vlahovic
Liga Italia 10 Mei 2026, 04:18
-
Hasil Lecce vs Juventus: Gol 12 Detik Vlahovic Jadi Penentu
Liga Italia 10 Mei 2026, 04:11
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Pernah Membela Arsenal dan Atletico Madrid
Editorial 5 Mei 2026, 21:55














