Sartono Anwar: Pelatih Legendaris Indonesia, Ayah Nova Arianto
Asad Arifin | 5 April 2025 18:17
Bola.net - Siapa yang tak kenal Nova Arianto, pelatih Timnas Indonesia U-17 yang sedang naik daun? Di balik kesuksesannya, terdapat sosok inspiratif, yaitu sang ayah, Sartono Anwar, seorang legenda sepak bola Indonesia.
Karier Nova Arianto tengah menanjak menyusul kiprahnya bersama Timnas Indonesia U-17. Dia membawa Garuda Muda lolos ke Piala Asia U-17 2025 dan kini tengah membidik satu tiket untuk berlaga di Piala Dunia U-17 2025.
Banyak yang menyebut nama Shin Tae-yong sebagai sosok berpengaruh dalam karier Nova Arianto. Hal itu tidak salah. Sebab, Nova Arianto tercatat jadi asisten Shin Tae-yong di berbagai level usia Timnas Indonesia selama lima tahun.
Namun, karier kepelatihan Nova Arianto juga tidak bisa dilepaskan dari nama besar sang ayah Sartono Anwar. Sebagai pelatih, Sartono Anwar punya nama besar di Indonesia dan pernah jadi juru taktik banyak klub top Indonesia.
Simak ulasan lebih lengkapnya di bawah ini ya Bolaneters.
Karier Cemerlang Sartono Anwar di Lapangan Hijau

Sama seperti Nova Arianto, Sartono Anwar juga memulai karier sepak bola sebagai pemain. Berdasarkan Transfermarkt, Sartono Anwar pernah membela beberapa klub top Indonesia.
Dia pernah jadi bagian dari PSIS Semarang untuk waktu yang lama. Selain itu, Sartono Anwar juga pernah bermain untuk Persema Malang dan Persib Bandung.
Sebagai pelatih, karier Sartono Anwar juga tak kalah mentereng. Dia dipercaya menjadi pelatih bagi klub PSIS Semarang. Pada musim 1986/1987, Sartono Anwar membawa Mahesa Jenar meraih gelar juara liga.
Sartono Anwar juga jadi legenda bagi klub Persibo Bojonegoro. Sebab, berkat tangan dingin pria kelahiran Semarang itu, Persibo merasakan trofi juara Liga 2 dan sempat bermain di kasta tertinggi. Dia ikut andil atas munculnya nama Samsul Arif ke pentas nasional.
Satu Keluarga, Tiga Generasi

Pada level klub, Sartono Anwar sudah malang melintang di berbagai klub. Dia pernah jadi pelatih Putra Samarinda, Persijap Jepara, Persisam Samarinda, PSS Sleman, hingga Madiun Putra.
Bahkan, Sartono Anwar pernah masuk dalam tim kepelatihan Timnas Indonesia pada edisi 1982 hingga 1985. Jam terbang dan prestasi Sartono Anwar sebagai pelatih sudah teruji.
Sartono Anwar kini telah mewariskan darah sepak bolanya pada sang anak, Nova Arianto. Nah, yang menarik, jika ditarik lebih jauh, Sartono Anwar juga mewarisi darah sepak bola dari ayahnya yang bernama M. Anwar.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Real Madrid Ganti Pelatih, Apakah Endrick Akan Pulang dari Lyon?
Liga Spanyol 14 Januari 2026, 16:00
-
Barcelona Ingin Pertahankan Rashford, tapi Ogah Bayar Mahal
Liga Spanyol 14 Januari 2026, 08:26
-
Persaingan Ketat Lima Tim Teratas Liga Italia Serie A 2025-2026
Liga Italia 13 Januari 2026, 17:47
-
BRI Super League: Laga Arema FC vs Persik Menyisakan Rasa Pahit buat Macan Putih
Bola Indonesia 12 Januari 2026, 16:51
LATEST UPDATE
-
Diterpa Banyak Rumor, Pecco Bagnaia Santai Saja Soal Kontrak Ducati di MotoGP 2027
Otomotif 20 Januari 2026, 13:11
-
Alfeandra Dewangga Siap Bawa Persib Cetak Sejarah Juara 3 Kali Berturut-turut
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 12:30
-
Conte Puji Hojlund Setinggi Langit, Tapi Emosi Jiwa Soal Jadwal Liga Champions
Liga Champions 20 Januari 2026, 12:11
-
Daftar Transfer Resmi Premier League Januari 2026
Liga Inggris 20 Januari 2026, 12:09
-
Ingat 2 Trofi UCL! Arbeloa Semprot Fans Madrid yang Hobi Cemooh Vinicius Jr
Liga Champions 20 Januari 2026, 11:17
-
Siulan Suporter di Bernabeu Cuma Bikin Real Madrid Lemah
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 11:03
-
Bersama Michael Carrick, MU Diyakino Sanggup Tembus Liga Champions
Liga Inggris 20 Januari 2026, 10:40
LATEST EDITORIAL
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19









