FOLLOW US:


Spesial Hari Anak Nasional: Daftar Ayah dan Anak di Sepak Bola Indonesia

23-07-2020 14:37

 | Gia Yuda Pradana

Spesial Hari Anak Nasional: Daftar Ayah dan Anak di Sepak Bola Indonesia
Bejo Sugiantoro dan Rachmat Irianto © Bola.com/Aditya Wany

Bola.net - Tanggal 23 Juli biasa diperingati sebagai Hari Anak Nasional. Hari ini merupakan perayaan hak-hak anak untuk bisa tumbuh dan berkembang dengan optimal. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menggarisbawahi peran keluarga sebagai lembaga pertama yang memberi perlindungan kepada anak.

Peran keluarga sebagai lembaga pertama dan utama dalam tumbuh kembang anak ini merupakan hal yang wajar. Pasalnya, keluarga adalah lingkungan terdekat dan berpengaruh dalam kehidupan anak.

Kedekatan dan pengaruh keluarga dalam kehidupan anak sendiri bisa dilihat juga di lapangan hijau. Sejumlah pesepak bola memiliki anak-anak yang mengikuti jejak karier orang tua mereka.

Di mancanegara, ada nama Peter dan Kasper Schmeichel, Johann dan Jordi Cruyff, Zinedine dan Enzo Zidane, dan sejumlah pasangan orang tua - anak lain yang berkarier di lapangan hijau.

Demikian halnya di Indonesia. Ada sejumlah pasangan orang tua dan anak yang sama-sama berkarier di lapangan hijau.

Untuk memperingati Hari Anak Nasional ini, Bola.net merangkum sejumlah nama orang tua dan anak yang berkarier di sepak bola Indonesia. Simak artikel selengkapnya di bawah ini.

1 dari 9

Bejo Sugiantoro - Rachmat Irianto

View this post on Instagram

A post shared by Rachmatirianto (@rachmatirianto) on

Tak berlebihan jika Rachmat Irianto disebut sebagai fotokopi sang ayah, Bejo Sugiantoro. Pembawaan dan gaya permainan keduanya serupa. Tenang, pintar, dan lugas.

Tak hanya gaya penampilan dan tongkrongan yang mirip. Sosok ayah-anak ini sama-sama menjadi andalan Persebaya Surabaya. Posisi keduanya pun sama, sama-sama menjadi sosok pilar benteng pertahanan.

Rian, sapaan karib Rahmat Irianto, mengaku banyak belajar dari sang ayah. Bahkan, ia menyebut bahwa sang ayah adalah sosok terbaik.

2 dari 9

Bahar Muharram - Asnawi Mangkualam

Bahar Muharram - Asnawi Mangkualam
Asnawi Mangkualam © Bola.com/M Iqbal Ichsan

Darah sepak bola mengalir deras di nadi Asnawi Mangkualam. Ayahnya, Bahar Muharram, adalah legenda hidup PSM Makassar. Setelah menghabiskan karir bermainnya di PSM, Bahar kini berstatus sebagai asisten pelatih tim berjuluk Laskar Juku Eja tersebut.

Jejak Bahar di lapangan hijau kini diikuti sang putra, Asnawi Mangkualam. Sama seperti sang ayah, Asnawi pun memperkuat PSM Makassar. Selain itu, pemain yang bisa bermain di posisi gelandang dan fullback kanan tersebut juga merupakan salah satu andalan Timnas Indonesia.

Asnawi mengaku mendapat banyak pelajaran dari sang ayah. Tak sekadar teknik bermain bola, ia juga mendapat teladan soal nilai-nilai sportivitas dalam sepak bola.

3 dari 9

Yusuf Ekodono - Fandi Eko Utomo, Wahyu Subo Seto, dan Novaldo Troy

View this post on Instagram

A post shared by Fandiekoutomo (@fandiekoutomo) on

Yusuf Ekodono bisa jadi merupakan sosok dengan penerus terbanyak di kancah sepak bola Indonesia. Betapa tidak, tiga orang putra eks penggawa Persebaya Surabaya ini meneruskan jejaknya di lapangan hijau.

Fandi Eko Utomo memperkuat PSIS Semarang. Sang adik, Wahyu Subo Seto, menjadi salah satu andalan Bhayangkara FC. Sedangkan adik mereka, Novaldo Troy Putra, berstatus sebagai pemain PS Hizbul Wathon, yang bermain di Liga 2.

Fandi Eko dan adik-adiknya banyak mendapat ilmu sepak bola dari sang ayah, yang juga berstatus sebagai eks penggawa Timnas Indonesia. Bahkan, saat kompetisi mandek akibat pandemi Corona ini, mereka bertiga masih berlatih langsung di bawah pengawasan sang ayah.

4 dari 9

Sartono Anwar - Nova Arianto

View this post on Instagram

A post shared by Nova Arianto (@novarianto30) on

Sosok Sartono Anwar dikenal sebagai sosok pemain dan pelatih legendaris. Salah satu klub yang sempat dibelanya adalah PSIS Semarang. Setelah gantung sepatu pada 1972, ia mulai meretas karir sebagai juru racik taktik.

Ketika berstatus sebagai pelatih PSIS Semarang, Sartono kerap mengajak sang putra, Nova Arianto, ke lapangan. Kebiasaan ini akhirnya membuat Nova jatuh cinta dengan sepak bola.

Nova pun akhirnya meretas karir sepak bolanya di PSIS Semarang. Ia pun sempat mendapat kesempatan menimba ilmu sepak bola di Italia melalui program PSSI Baretti.

Setelah malang melintang di kancah sepak bola Indonesia, pada 2015 lalu Nova pun gantung sepatu. Saat ini, pria berusia 41 tahun tersebut berstatus sebagai asisten pelatih Timnas U-19.

5 dari 9

Harry Tjong - Eduard Tjong

Nama Harry Tjong bisa jadi tak terlalu familiar dengan pencinta sepak bola Indonesia saat ini. Namun, pada masa aktifnya sebagai pesepak bola, Harry adalah sosok kiper tangguh. Bahkan, ketangguhannya membawa Harry menjadi langganan Timnas Indonesia pada era 60-an. Bahkan, ban kapten Timnas Indonesia sempat membebat lengannya.

Derasnya darah sepak bola Harry, menurun kepada Eduard Tjong. Pria yang kini berusia 48 tahun tersebut mengikuti jejak sang ayah menjadi pesepak bola.

Arseto Solo merupakan klub yang menjadi pelabuhan karier Edu.

Setelah gantung sepatu, Edu pun mengikuti jejak sang ayah menjadi pelatih. Sejumlah klub seperti Persela Lamongan, PS TNI, dan Persiba Balikpapan sempat merasakan sentuhan kepelatihan Edu. Selain itu, ia pun sempat menangani Timnas U-19.

Selain Edu, anak bungsu Harry, Billy Tjong, juga sempat berstatus sebagai kiper Timnas Indonesia.

6 dari 9

Adityo Darmadi - Adixi Lenvizio

Dinasti Harry Tjong di sepak bola berlanjut pula melalui Adityo Darmadi. Salah satu legenda Persija Jakarta ini merupakan salah seorang menantu Harry Tjong.

Sama seperti sang mertua, Adityo Darmadi juga sempat memperkuat Timnas Indonesia. Ia bahkan sempat membawa Skuad Garuda menempati posisi empat di Asian Games 1986.

Derasnya darah sepak bola di dinasti ini menurun pula ke Adixi Lenvizio. Anak Adityo Darmadi dan cucu Harry Tjong ini memastikan trah keluarganya masih bertahan di lapangan hijau.

Adixi, saat ini, berstatus sebagai penjaga gawang Persija Jakarta.

7 dari 9

Sudirman - Risky Sudirman

View this post on Instagram

A post shared by Risky Muhammad Sudirman (@riskymuhammads22) on

Sudirman semringah membaca daftar nama 46 pemain yang dipanggil mengikuti pemusatan latihan Timnas U-19. Asisten Pelatih Persija Jakarta ini bahagia dalam daftar tersebut tercantum nama sang putra, Risky Muhammad Sudirman.

Risky sendiri saat ini juga berstatus sebagai penggawa Persija Jakarta. Berbeda dengan sang ayah, yang berposisi sebagai bek ketika masih aktif sebagai pemain, pemain berusia 18 tahun ini berposisi sebagai penjaga gawang.

Risky mengakui bahwa peran sang ayah di kariernya sangat besar. Sudirman lah yang mengenalkan dunia sepak bola pada Risky.

"Sosok papa sendiri bagi Risky di dunia sepak bola sangat banyak. Selain sosok yang pertama mengenalkan Risky di dunia sepakbola karena waktu kecil sering diajak ke lapangan bola. Sering juga waktu kecil diajak bertemu banyak bintang sepak bola seperti Mas Bepe," ujar Risky, seperti dilansir dari laman resmi Persija.

8 dari 9

Gomes de Oliveira - Kevin Gomes de Oliveira

Gomes de Oliveira - Kevin Gomes de Oliveira
Gomes de Oliveira © Bola.com/Iwan Setiawan

Gomes de Oliveira merupakan sosok yang tak asing lagi di sepak bola Indonesia. Pria asal Brasil ini sudah malang melintang di Indonesia sejak 1995 lalu. Sejak pertama kali memperkuat Mitra Surabaya, sudah sejumlah klub yang ia bela sampai gantung sepatu.

Setelah gantung sepatu pun, Gomes masih melanjutkan kariernya di Indonesia. Kali ini, ia berstatus sebagai pelatih. Sejumlah tim sudah sempat menjadi pelabuhan karier pelatih, yang terakhir menangani Kalteng Putra tersebut.

Nah, darah sepak bola Gomes ini pun menitis ke salah seorang putranya, Kevin Gomes de Oliveira. Pemain yang kini berusia 23 tahun tersebut mengikuti jejak Gomes di lapangan hijau.

Setelah sempat meniti karier sepak bola di Brasil, pada musim lalu Kevin menjajal peruntungannya di sepak bola Indonesia. Pemain yang sempat memperkuat Kalteng Putra tersebut saat ini berstatus sebagai penggawa Borneo FC. Selain itu, Kevin juga sempat dipanggil ke Timnas Indonesia U-22.

9 dari 9

Dejan Antonic - Stefan Antonic

Dejan Antonic - Stefan Antonic
Dejan Antonic © Bola.com/Aditya Wany

Sama seperti Gomes, Dejan Antonic bukan sosok asli Indonesia. Pria asal Serbia ini tiba di Indonesia dan pada 1995. Klub pertamanya di Indonesia adalah Persebaya Surabaya.

Tak hanya berkarier di Indonesia, pria yang pernah masuk ke Timnas Yugoslavia U-21 ini juga mendapat jodoh di Indonesia. Pada 1999, ia menikahi perempuan asal Manado, Venna Tikoalu. Dari pernikahan ini, lahirlah seorang putra bernama Stefan Antonic.

Stefan, kemudian, meneruskan jejak sang ayah di lapangan hijau. Pria yang saat ini berusia 18 tahun tersebut sempat memperkuat Kitchee SC. Saat ini, Stefan berlaga bersama Southern District FC di Hongkong.

Stefan sendiri sempat dipanggil mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia U-19 beberapa waktu lalu. Namun, agenda tersebut batal akibat merebaknya pandemi Corona.

(Bola.net/Dendy Gandakusumah)