FOLLOW US:


Jadi Penentu Kemenangan Liverpool, Divock Origi Tetap Saja Dikritik

02-06-2019 12:14

 | Yaumil Azis

Jadi Penentu Kemenangan Liverpool, Divock Origi Tetap Saja Dikritik
Divock Origi rayakan golnya ke gawang Tottenham pada laga final Liga Champions, Minggu (2/6). © AP Photo

Bola.net - Tak semua orang bisa dibuat senang. Seperti halnya Andre Pirlo yang merasa tak terkesan dengan penampilan penyerang Liverpool, Divock Origi, dalam laga final Liga Champions kontra Tottenham hari Minggu (2/6) dini hari tadi WIB.

Pada pertandingan tersebut, Origi baru masuk di babak kedua untuk menggantikan Roberto Firmino. Setelah beberapa lama berada di lapangan, pemain asal Belgia tersebut berhasil membubuhkan namanya di papan skor.

Golnya tersebut membuat Liverpool berhasil mengunci kemenangan dengan skor 2-0. Sedangkan satu gol lainnya diciptakan oleh sang bintang, Mohamed Salah, melalui titik putih saat pertandingan baru berjalan dua menit.

Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.

1 dari 2

Origi Dikritik

Divock Origi turut berpartisipasi dalam keberhasilan Liverpool menjadi juara di Liga Champions. Tapi hal itu tidak membuat mantan pemain Juventus dan AC Milan, Andrea Pirlo. Ia tetap mengkritik penampilan sang penyerang.

"Divock Origi bermain dengan sangat buruk. Ia masuk ke dalam pertandingan yang sangat penting dengan sikap seperti itu," tutur Andrea Pirlo saat diundang sebagai seorang pandit di Sky Sport Italia.

"Jika dia tidak mencetak gol, mereka seharusnya memberinya sedikit tendangan," lanjutnya.

Anggapan itu juga disepakati oleh mantan pelatih Timnas Inggris, Fabio Capello. Duduk di samping Pirlo, ia menimpali dengan singkat: :"Saya sepakat!".

2 dari 2

Bukan Sekali Jadi Penentu

Ini bukan kali pertama Origi menjadi sosok penentu kemenangan Liverpool di ajang Liga Champions. Masih segar di ingatan publik bagaimana dirinya sukses memborong dua gol kala The Reds membantai Barcelona pada babak semifinal dulu.

Berkat dua golnya, serta Georginio Wijnaldum, Liverpool sukses keluar sebagai pemenang dengan skor telak 4-0. Padahal sebelum itu, mereka sempat diragukan bisa bertahan di Liga Champions karena kalah 0-3 di leg pertama.

Origi harus diturunkan Klopp pada saat itu. Sebab dua penyerang andalannya, Mohamed Salah dan Roberto Firmino, harus menepi untuk sementara karena mengalami cedera.