
Bola.net - - Pep Guardiola selalu menyebut dirinya sebagai pelatih yang mendukung VAR, tapi kali ini dia sedikit mengkritik teknologi tersebut. Dia menilai ada beberapa hal yang bisa dikembangkan dari VAR, khususnya dalam sudut tangkapan kamera.
Kamis (18/4) dini hari WIB tadi, Man City diusir Tottenham dari Liga Champions musim ini. Man City memang sukses mengalahkan Tottenham 4-3 di leg kedua perempat final, tetapi mereka tetap tersingkir karena kalah agresivitas gol tandang dalam agregat 4-4.
Laga leg kedua dini hari WIB tadi berjalan begitu panas. Skor sudah 2-2 di menit ke 11, dan sebagai pelengkap, beberapa kontroversi juga menghiasi pertandingan tersebut.
VAR jadi bintang utama. Berkat VAR, gol Fernando Llorente disahkan karena tidak dianggap handball. Lalu, berkat VAR pula, gol Raheem Sterling di ujung laga dianulir karena Sergio Aguero berada dalam posisi offside.
Bagaimana komentar kedua pelatih terkait kontroversi tersebut? Baca ulasan selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Guardiola Bersambat
Guardiola mengaku tetap mendukung VAR, tetapi di saat yang sama dia percaya Llorente handball. Menurutnya, jika dilihat dari sudut yang berbeda, pelanggaran Llorente bakal terlihat jelas, dan Man City mungkin tidak perlu tersingkir.
"Saya mendukung VAR, tetapi mungkin saja dari salah satu sudut gol Fernando Llorente itu handball, mungkin dari sudut pandang wasit itu tidak handball," tutur Guardiola kepada The Guardian.
Soal kontroversi VAR yang menganulir gol Sterling: "Saya bersikap adil untuk sepak bola, untuk keputusan yang adil. Terkadang wasit harus dibantu. Ketika itu offisde, ya offside. Apa yang bisa saya katakan?"
Pochettino Netral
Di saat yang sama, Mauricio Pochettino tidak mau mengomentari keputusan VAR sebelum melihatnya dengan jelas. Memang benar dua keputusan itu menguntungkan timnya, tetapi yang terpenting adalah timnya layak lolos karena telah berjuang maksimal.
Pada sesi konferensi pers tepat setelah laga itu, Pochettino menjawab: "Beri saya waktu satu setengah jam lagi, dan di pesawat nanti, saya bisa menonton. Pertandingan ini luar biasa, degan akhir yang hebat. Saya sangat senang, sangat bangga."
"Kami membuktikan bahwa segalanya mungkin di sepak bola. Itulah yang paling penting Olahraga selalu memberi anda kesempatan melawan tim yang mereka pikir tidak bisa kami kalahkan."
"Sepak bola tidak hanya soal talenta melainkan juga keyakinan. Tim ini memiliki kepribadian dan mentalitas untuk meyakini bahwa segalanya mungkin," tandas Poch.
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 5 April 2026 11:30 -
Liga Spanyol 5 April 2026 10:46 -
Liga Spanyol 5 April 2026 10:16 -
Bola Indonesia 5 April 2026 10:01 -
Liga Spanyol 5 April 2026 09:45 -
Otomotif 5 April 2026 09:29
HIGHLIGHT
- 6 Pencetak Gol Termuda Premier League: Dari Magis ...
- 5 Wonderkid Italia yang Bisa Selamatkan Azzurri da...
- 10 Rekor Liga Champions yang Mungkin Tak Akan Pern...
- 5 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester Unit...
- 5 Pemain yang Pernah Membela Galatasaray dan Liver...
- 4 Pemain yang Pernah Membela Arsenal dan Bayer Lev...
- 3 Alasan Malick Diouf Layak Jadi Target MU di 2026...

















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546710/original/099874700_1775362366-bd5c9180-31fe-4374-9527-7a2857bca20b.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546705/original/080790900_1775361862-0404__1__2_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546697/original/054811700_1775361847-0404__1__2_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5179265/original/015602400_1743513533-20250401-Ancol-HER_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5494609/original/048792100_1770300713-WhatsApp_Image_2026-02-05_at_11.48.19.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546666/original/038172200_1775359655-IMG_20260405_085122.jpg)
