
Bola.net - Lionel Messi akhirnya menjelma jadi pemain yang diharapkan banyak orang sebagai yang terbaik Barcelona. Butuh 15 tahun sepak bola senior, sekitar 800 pertandingan, dan sejumlah pelatih untuk mewujudkannya.
Menukil FourFourTwo, evolusi Messi di usia 32 tahun ini layak dianggap tuntas. Bertahun-tahun lalu, tidak banyak yang menduga Messi muda bisa jadi pemain seperti sekarang.
Messi datang ke Barca dalam kondisi kurang meyakinkan. Dia pendek, tapi berbakat dan kreatif. Ada puluhan pemain Argentina lain yang dinilai lebih hebat dari Messi saat itu.
Namun, rasanya sekarang tidak banyak yang bisa membantah Messi sebagai pemain terbaik Argentina, bahkan yang terbaik di dunia. Apa yang terjadi? Apa yang dilalui Messi untuk jadi seperti sekarang?
Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Mematahkan Dugaan
Mula-mula diragukan, Messi akhirnya bisa mematahkan semuanya. Dia cukup bagus main di mana pun: di tengah, di sayap, di depan. Mungkin Messi akan tetap tampil luar biasa meski main di pos bek kiri.
Messi bukan pesepak bola biasa. Kata 'playmaker' rasanya kurang cukup mendefinisikan Messi, sebab kemampuannya terdiri dari banyak dimensi. Bagaimana bisa 'playmaker' saja memecahkan rekor gol di Barcelona, La Liga, dan Argentina?
Bicara soal itu, Messi memang lama memegang peran playmaker di Barcelona, tapi akhir-akhir ini perannya berubah drastis. Perubahan ini ternyata berdampak besar, Barca jelas diuntungkan.
Langkah Awal
Mengapa perubahan ini lama baru terjadi? Mungkin karena Messi terlalu bagus memenuhi ekspektasi, dia tampak hebat di mana saja. Berasal dari Argentina, Messi dianggap sebagai penerus Maradona, Riquelme, dan Pablo Aimar.
Dahulu, Messi muda terlalu gesit jika dibiarkan bermain di tengah, dia doyan melewati pemain-pemain lawan. Messi saat itu masih mentah, menarik, belum dipoles. Akhirnya, Frank Rijkaard menurunkannya di pos sayap kanan.
Tentu, Messi bermain baik di posisi itu. Dia memang tidak terlalu jago melepaskan umpan yang bisa membelah pertahanan lawan, tapi punya kemampuan istimewa untuk berlari terus menembus kotak penalti.
Messi sang Penyerang
Waktu terus berjalan, Messi berkembang. Di bawah Pep Guardiola, dia lebih dikenal dalam peran false nine yang khas. Messi jago mencetak gol, saking jagonya jadi tampak biasa saja.
Terbukti, pada musim 2011/12, Messi mencetak 50 gol di La Liga. Ya, 50 gol! Dia tidak perlu jadi playmaker, sebab ada Xavi dan Andres Iniesta yang merancang permainan di belakangnya. Messi hanya mencari ruang di dekat kotak penalti lawan.
Peran ini tetap dipertahankan Messi meski Guardiola sudah pergi, tepatnya di bawah Tito Vilanova dan Gerardo Martino. Messi memang banyak menyumbang assists, tapi dia lebih seperti pencetak gol daripada playmaker.
Namun, di bawah pelatih-pelatih itu, banyak tim yang menemukan cara untuk menghentikan Barca. Ketergantungan pada Messi jadi masalah.
Evolusi Messi
Perubahan besar terjadi ketika Luis Enrique datang ke Barca, juga karena ada Piala Dunia 2014. Messi akhirnya lebih sering dimainkan sebagai pemain nomor 10, kreator permainan.
Saat itu, Barca sengaja membeli Luis Suarez untuk menemani Messi dan Neymar. Gagasannya jelas, Mereka ingin menempatkan Messi di belakang dua penyerang tangguh itu.
Uniknya, Luis Enrique tetap mempertahankan formasi 4-3-3. Suarez dipaksa bermain di kanan, Messi di depan. Tak lama, pola ini jelas gagal.
Di musim yang sama, pada bulan Januari, ada perubahan drastis pada permainan Barca. Messi kembalil bermain di kanan, Suarez jadi striker utama. Perubahan ini berdampak luar biasa, Barca tancap gas dan meraih treble.
Lakukan Segalanya
Sejak perubahan itu, Messi lebih sering turun menjemput bola ke lini tengah, berputar-putar mencari celah. Siapa pun lawan Barca kerepotan, Messi terus memainkan peran ini sampai tahun 2017, memasuki usia 30 tahun.
Sekarang, di bawah Ernesto Valverde, Messi telah jadi pemain yang lebih matang berkat langkah-langkah perkembangannya tersebut. Dia memegang peran yang seharusnya, kreator sekaligus finisher.
Messi melakukan segalanya. Dia turun ke belakang, menghubungkan permainan, menggiring bola, meladeni rekan untuk mencetak gol, dan mencetak gol sendiri.
Sumber: FourFourTwo
Baca ini juga ya!
- Ivan Rakitic Buka Peluang Pindah ke Atletico Madrid
- Scaloni: Argentina Lebih Membutuhkan Trofi Copa America Ketimbang Messi
- Lionel Messi Ungkap 14 Momen Terbaik di Dalam Karirnya
- Siapa Saja Rekan Setim Terbaik Lionel Messi Sepanjang Berkarier di Barcelona?
- Jika Tinggalkan Barcelona, Ini Klub Tujuan Rakitic Berikutnya
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Spanyol 6 September 2026 23:30Man of the Match Valencia vs Barcelona: Fermin Lopez
-
Liga Spanyol 6 September 2026 23:18Hasil Valencia vs Barcelona: Blaugrana Hancurkan Los Che 5-0 di Mestalla
-
Liga Champions 6 September 2026 19:14Federico Dimarco Diragukan Tampil saat Inter Milan Hadapi Real Madrid
-
Liga Spanyol 6 September 2026 19:00Link Streaming Valencia vs Barcelona, 6 September 2026
LATEST UPDATE
-
Liga Italia 6 September 2026 23:59Tempat Menonton Juventus vs AC Milan di Serie A, 7 September 2026
-
Liga Italia 6 September 2026 23:45Link Streaming Juventus vs AC Milan 7 September 2026
-
Liga Spanyol 6 September 2026 23:30Man of the Match Valencia vs Barcelona: Fermin Lopez
-
Liga Spanyol 6 September 2026 23:18Hasil Valencia vs Barcelona: Blaugrana Hancurkan Los Che 5-0 di Mestalla
-
Liga Inggris 6 September 2026 22:48Rapor Pemain Manchester United Kontra Everton: Mbeumo Gemilang, Lammens Jadi Sorotan
BERITA LAINNYA
-
champions 6 September 2026 19:14Federico Dimarco Diragukan Tampil saat Inter Milan Hadapi Real Madrid
-
champions 4 September 2026 17:55Arsenal Daftarkan 22 Pemain di Liga Champions, William Saliba Tetap Dibawa
-
champions 4 September 2026 17:20Chiesa dan Endo Tidak Masuk, Ini Skuad Liverpool untuk Liga Champions
SOROT
-
Liputan6 6 September 2026 17:09Imbauan Prabowo di Tengah Erupsi Gunung Anak Krakatau
-
Liputan6 6 September 2026 14:29Anak Krakatau Erupsi, Prabowo Tekankan Keselamatan Warga
-
Liputan6 6 September 2026 12:12Cegah Abu Vulkanik, Mesin Pesawat di Bandara Soekarno-Hatta Dipasang Penutup
-
Liputan6 6 September 2026 11:54Masker Mulai Langka di Lampung, Warga Antre Sejam
-
Liputan6 6 September 2026 11:38Langit Lampung Gelap Akibat Abu Anak Krakatau, Warga Mulai Sesak Napas
-
Liputan6 6 September 2026 11:06Bukan Debu Biasa, Ini Alasan Bersihkan Abu Anak Krakatau Harus Disiram Dulu
MOST VIEWED
Skuad Manchester United di Liga Champions: Mainoo dan Yoro Tak Masuk Daftar 25 Pemain
Como Batal Jadi Musafir di Liga Champions 2026/2027: Stadio Sinigaglia Lolos Standar UEFA
Arsenal Daftarkan 22 Pemain di Liga Champions, William Saliba Tetap Dibawa
Chiesa dan Endo Tidak Masuk, Ini Skuad Liverpool untuk Liga Champions
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331953/original/067793800_1787589244-IMG-20260824-WA0123.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302220/original/068100800_1784536790-Pidato_Prabowo_di_Sidang_Kabinet.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341680/original/050307700_1788673041-IMG-20260906-WA0040.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341660/original/063349900_1788671418-1001635065.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341636/original/068576600_1788669892-Atap_Rumah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341624/original/012028000_1788667917-WhatsApp_Image_2026-09-06_at_08.46.41__1_.jpeg)
