Perubahan Drastis PSG: Juara Bertahan UCL yang Musim Ini Kehilangan Faktor X

Perubahan Drastis PSG: Juara Bertahan UCL yang Musim Ini Kehilangan Faktor X
Selebrasi pemain PSG merayakan gol dari Achraf Hakimi di laga playoff Liga Champions, 18 Februari 2026. (c) dok.PSG

Bola.net - PSG menghadapi tekanan besar menjelang pertandingan penting di Liga Champions melawan Chelsea. Situasi ini muncul setelah kekalahan mengejutkan 1-3 dari Monaco dalam lanjutan Ligue 1.

Hasil tersebut menimbulkan kekhawatiran mengenai performa tim yang berstatus juara Eropa. Alih-alih menunjukkan stabilitas menjelang fase gugur Liga Champions, PSG justru dinilai mengalami penurunan performa.

Kritik paling keras datang dari mantan pemain tim nasional Prancis, Christophe Dugarry. Ia menilai skuad yang ditangani Luis Enrique kini jauh berbeda dibandingkan tim yang tampil impresif pada awal musim.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

Dugarry Nilai PSG Kehilangan Identitas

Dugarry Nilai PSG Kehilangan Identitas

Pemain PSG Bradley Barcola (kiri) merayakan gol kedua timnya bersama rekan-rekannya pada laga Ligue 1/Liga Prancis antara PSG vs Metz di Paris, Prancis, Sabtu, 21 Februari 2026 (c) AP Photo/Emma Da Silva

Berbicara kepada RMC Sport, Dugarry menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi PSG saat ini. Ia menilai performa tim sudah tidak lagi mencerminkan kekuatan yang sempat mereka tunjukkan sebelumnya.

"PSG sudah ketinggalan zaman, tanpa gagasamn bermain, ini cukup menyedihkan. Keyakinan diri atau cara berpikir positif Luis Enrique ada batasnya. Pada titik tertentu, kenyataan akan mengejar Anda, bahwa tim Anda tidak mampu mengimbanginya," kata Dugarry.

Menurut Dugarry, perubahan drastis dalam performa tim memicu perdebatan besar mengenai kondisi sebenarnya dari PSG. Ia menilai kualitas permainan yang terlihat selama lima bulan pertama musim kini hampir tidak terlihat lagi.

"Selama lima bulan, kita melihat PSG yang luar biasa. Itu berarti mungkin kita tidak akan pernah melihat PSG berada di level itu lagi. Fakta ini perlu didengar. Bahkan para pemain juga perlu mendengarnya."

Kritik terhadap Manajemen Skuad

Kritik terhadap Manajemen Skuad

Selebrasi Vitinha setelah mencetak gol pembuka dalam laga Liga Champions antara PSG vs Newcastle di Paris, 29 Januari 2026 (c) AP Photo/Michel Euler

Dugarry juga menyoroti cara pengelolaan skuad yang menurutnya kurang proaktif. Ia menilai ada beberapa langkah yang seharusnya bisa dilakukan untuk menjaga dinamika tim.

"Ada beberapa cara yang bisa dilakukan:, misalnya beristirahat di masa jeda musim dan tidak ikut bermain di Piala Dunia Antarklub. Mengambil pemain baru yang bisa memberi energi dan sesuatu yang berbeda untuk tim, tetapi itu tidak dilakukan," sambung Dugarry.

Menurutnya, langkah-langkah tersebut tidak diambil karena pihak klub merasa skuad yang ada sudah cukup kuat.

"Ada banyak cara yang tidak dilakukan karena mereka merasa sangat kuat, dan itu sebenarnya wajar. Mereka berkata kepada diri mereka sendiri: 'Ini akan cukup', tapi ternyata tidak."

"Sekarang tim ini sudah tidak bisa dikenali lagi. Mereka telah menjadi tim yang tidak lagi menakutkan bagi siapa pun."

Tekanan terhadap Luis Enrique Meningkat

Luis Enrique sebelumnya mencoba meredam kekhawatiran setelah kekalahan dari Monaco. Ia sempat menyatakan bahwa rasa percaya diri tidak bisa dibeli dengan mudah.

Namun, tekanan terhadap pelatih asal Spanyol itu terus meningkat seiring menurunnya performa tim. Dugarry menilai tanda-tanda kekhawatiran kini mulai terlihat dari sang pelatih.

"Luis Enrique akhirnya mulai khawatir. Cara berpikir positif tidak lagi bekerja," Dugarry menambahkan.

"Saya berharap bagi semua orang yang mencintai PSG situasinya akan membaik, tetapi saya sudah khawatir sejak lama. Ini bukan kebetulan, ini kelanjutan dari sebuah tren."

PSG kini menghadapi ujian penting saat menjamu Chelsea di Parc des Princes pada babak 16 besar Liga Champions. Pertandingan tersebut akan menjadi momen krusial untuk membuktikan apakah tim Luis Enrique mampu kembali ke performa terbaiknya.