Walau Gagal di Liga Champions, Juventus Tetap Ingin Pertahankan Spalletti

Walau Gagal di Liga Champions, Juventus Tetap Ingin Pertahankan Spalletti
Pelatih Juventus, Luciano Spalletti saat konferensi pers jelang lawan Benfica di Liga Champions. (c) dok.Juventus

Bola.net - Di tengah badai kegagalan di Champions League, manajemen Juventus justru mengambil sikap mengejutkan terkait masa depan kursi kepelatihan. CEO Damien Comolli menegaskan bahwa klub tidak akan melakukan perombakan drastis di posisi manajer.

Masa depan pelatih Luciano Spalletti memang sedang dipertanyakan setelah Juventus gagal di Liga Champions. Bianconeri disingkirkan Galatasaray pada laga playoff babak 16 besar UCL.

Damien Comolli secara terbuka memberikan jaminan keamanan bagi Luciano Spalletti untuk tetap menakhodai Juventus. Baginya, stabilitas jauh lebih penting daripada sekadar bereaksi secara emosional pasca kekalahan.

Juventus ingin memutus rantai buruk yang sering bergonta-ganti pelatih dalam waktu singkat. Comolli percaya bahwa identitas tim saat ini sedang terbentuk dengan sangat baik di bawah arahan Spalletti.

Keputusan ini didasari oleh analisis data rasional, bukan sekadar mengikuti gejolak amarah publik. Manajemen memilih untuk tetap setia pada strategi jangka panjang yang telah disusun sejak awal musim.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

Kontinuitas Adalah Kunci Kebangkitan Juventus

Juventus pernah terjebak dalam siklus pergantian pelatih yang terlalu sering di masa lalu. Hal inilah yang ingin dihindari oleh Comolli agar tim memiliki pondasi yang kuat dan tidak labil.

Ia menekankan bahwa gaya main dan chemistry antarpemain butuh waktu untuk mencapai titik masterclass. Spalletti dianggap sebagai sosok yang paling tepat untuk meneruskan tongkat estafet tersebut.

"Jika saya harus menjawab hari ini, saya akan mengatakan kontinuitas," tutur Damien Comolli saat ditanya soal masa depan tim.

Comolli menyoroti betapa buruknya sejarah klub saat terlalu sering melakukan bongkar pasang pelatih.

"Klub ini pernah punya enam, tujuh, hingga delapan pelatih berbeda dalam dua atau tiga tahun," imbuhnya.

Pertandingan Selanjutnya
Serie A Serie A | 2 Maret 2026
AS Roma AS Roma
02:45 WIB
Juventus Juventus

Strategi Juventus

Strategi Juventus

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti memberikan instruksi di laga melawan Cagliari, 18 Januari 2026. (c) Gianluca Zuddas/LaPresse via AP

Meskipun sepak bola adalah industri emosi, Comolli menegaskan bahwa keputusan strategis harus diambil dengan kepala dingin. Penggunaan data menjadi filter utama bagi Juventus dalam menentukan masa depan pelatih dan pemain.

Manajemen tidak ingin terjebak dalam kepanikan yang biasanya terjadi setelah klub besar tersingkir dari turnamen bergengsi. Bagi mereka, satu hasil pertandingan tidak boleh mengubah visi besar klub yang dimiliki keluarga Agnelli tersebut.

"Pertandingan tunggal tidak boleh mengubah cara kami berpikir," jelas Comolli secara diplomatis.

Ia memiliki prinsip kuat bahwa manajemen dibayar untuk tidak emosional saat mengambil kebijakan krusial.

"Saya selalu katakan pada orang-orang, kita dibayar untuk memberikan emosi, namun dibayar untuk tidak memiliki emosi saat membuat keputusan," pungkasnya.