11 Pemain Yang Pernah Bermain Untuk Mourinho dan Guardiola

11 Pemain Yang Pernah Bermain Untuk Mourinho dan Guardiola
Jose Mourinho dan Josep Guardiola (c) AFP

Bola.net - Bola.net - Jose Mourinho dan Pep Guardiola pernah menangani sejumlah klub terbaik di dunia. Selain itu mereka juga sudah memenangkan banyak gelar bersama klub yang ditanganinya.

Dalam prosesnya, mereka berdua punya kesempatan bekerja sama dengan beberapa talenta terbaik dunia. Setelah Alexis Sanchez menyelesaikan transfernya ke Manchester United, dia masuk dalam daftar pemain eksklusif yang bermain di bawah Mourinho maupun Guardiola.

Berikut ini 11 pemain yang pernah menjadi anak buah Jose Mourinho dan Pep Guardiola seperti dilansir FTB90.

Zlatan Ibrahimovic

Zlatan Ibrahimovic

Zlatan Ibrahimovic

Di bawah Pep
Sulit membayangkan Inter Milan berpisah dengan Zlatan Ibrahimovic untuk mendapatkan servis Samuel Eto'o. Tapi itulah yang terjadi pada tahun 2009, di mana Zlatan bergabung dengan Pep di Camp Nou.

Keduanya tidak akur dan Zlatan pindah ke AC Milan setelah hanya satu musim. Hubungan mereka berdua yang tidak harmonis dijelaskan dengan sangat rinci dalam buku otobiografi Zlatan.

Di bawah Jose
Jose dan Zlatan saling menikmati kesuksesan di Inter dan Manchester United.

Pemain Swedia itu cocok dengan gaya permainan Jose dan meraih kesuksesan besar di bawah Mourinho dengan memenangkan Serie A bersama Inter dan Liga Europa di Old Trafford.

Cesc Fabregas

Cesc Fabregas

Cesc Fabregas

Di bawah Pep
Fabregas hanya menikmati satu musim di bawah Guardiola sebelum meninggalkan Camp Nou. Ia datang ke tim yang baru saja memenangkan Liga Champions.

Mereka tidak bisa menunjukkan performa yang sama di musim berikutnya, namun Fabregas merupakan bagian penting dari tim Barcelona yang terkenal sebagai salah satu tim terbaik sepanjang masa.

Di bawah Jose
Fabregas memutuskan kembali ke Premier League untuk bekerja sama dengan Jose di Chelsea, meski sebelumnya punya sejarah dengan Arsenal.

Musim pertama mereka berakhir dengan kesuksesan setelah Fabregas menyumbang 19 assist saat The Blues meraih gelar Premier League. Namun, kebersamaan mereka bersama tidak bertahan lama karena Jose dipecat pada paruh musim berikutnya.

Arjen Robben

Arjen Robben

Arjen Robben

Di bawah Pep
Guardiola tiba di Bayern Munchen pada tahun 2013 dan Robben tengah berada di puncak karirnya. Kepemimpinan dan gaya sepakbola Pep mampu mengeluarkan kemampuan terbaik pemain Belanda tersebut. Robben membangun reputasi sebagai salah satu pemain sayap paling berbahaya di dunia selama mereka bersama.

Di bawah Jose
Robben adalah salah satu pembelian pertama di Stamford Bridge setelah diakuisisi Roman Abramovich.

Jose mengambil alih satu musim kemudian, dan memimpin Robben merebut gelar Premier League secara beruntun. Gaya bermain Chelsea cocok dengan Robben dan pemain asal Belanda itu memberikan ancaman yang nyata di Inggris.

Cedera mulai menghambat mereka dan Robben pindah ke Real Madrid seharga 24 juta pounds.

Kevin De Bruyne

Kevin De Bruyne

Kevin De Bruyne

Di bawah Pep
KDB dengan cepat membangun dirinya sebagai salah satu gelandang terbaik di dunia setelah ia terus mengobrak-abrik pertahanan di Premier League.

Pemain Belgia itu semakin bersinar di bawah asuhan Pep, dan menjadi pemain penting City untuk merebut gelar musim ini. Langit adalah batas bagi De Bruyne, yang telah berkomitmen pada klub tersebut dengan meneken kontrak baru lima tahun.

Di bawah Jose
Pemain yang diabaikan Mourinho, De Bruyne tidak pernah diberi kesempatan di Stamford Bridge.

Dia hanya membuat sembilan penampilan sebelum Jose mengirimnya ke Wolfsburg di Bundesliga. Sebuah langkah yang terbukti menjadi salah satu keputusan terburuk Mourinho.

Pedro

Pedro

Pedro

Di bawah Pep
Karir Pedro menanjak di Barcelona di bawah asuha Pep. Dibawa dari akademi, ia menjadikan dirinya sebagai salah satu pemain sayap terbaik di dunia.

Pasangan ini meraih kesuksesan besar bersama-sama dengan memenangkan tiga gelar La Liga dan dua trofi Liga Champions.

Di bawah Jose
Kebersamaan antara Pedro dan Mourinho berlangsung cukup singkat di Chelsea, karena Jose secara tak terduga meninggalkan klub beberapa bulan kemudian.

Rumor bahwa Mourinho tidak pernah menyukai Pedro muncul sejak saat itu dan karier pemain Spanyol itu di Inggris menjadi lambat.

Xabi Alonso

Xabi Alonso

Xabi Alonso

Di bawah Pep
Menuju akhir kariernya, cukup mengejutkan ketika Xabi Alonso pindah ke Bayern Munchen pada musim panas 2014.

Xabi kemudian membuktikan dirinya sebagai pemain yang ideal untuk gaya permainan Guardiola, mendikte tempo dari dalam dan mengatur permainan Pep dengan sempurna. Mereka mampu meraih kesuksesan setelah Bayern mengunci gelar Bundesliga.

Di bawah Jose
Di ibukota Spanyol, Xabi dan Jose menikmati tiga musim bersama di Madrid dan puncaknya saat meraih gelar La Liga di tahun 2012.

Kedua pasangan tersebut mungkin akan meraih kesuksesan yang lebih besar jika Barcelona asuhan Pep tidak menghalangi mereka. Namun Xabi masih menikmati momen terbaik dalam karirnya sebagai sosok penting di tim asuhan Mourinho.

Eidur Gudjohnsen

Eidur Gudjohnsen

Eidur Gudjohnsen

Di bawah Pep
Meski menjadi sosok yang tidak menonjol di bawah Pep di Nou Camp, Gudjohnsen memanfaatkan pengalaman dan otak sepak bolanya untuk mengasah keahlian beberapa talenta terbaik Eropa.

Mereka hanya menghabiskan satu musim bersama sebelum Gudjohnsen pindah karena pemain Islandia menuju ke tahap akhir karirnya.

Di bawah Jose
Salah satu dari sedikit pemain yang selamat setelah kedatangan Abramovich, Gudjohnsen membuktikan dirinya sebagai pemain favorit penggemar Chelsea saat Jose memberikan era kejayaannya ke Stamford Bridge.

Kemampuannya beradaptasi dengan permainan taktis Mourinho membuatnya bisa mempertahankan tempat reguler dan menikmati kesuksesan besar dalam prosesnya.

Samuel Eto'o

Samuel Eto'o

Samuel Eto'o

Di bawah Pep
Eto'o adalah pencetak gol produktif selama satu musim di bawah Pep, tapi mereka berpisah karena Eto'o tidak sesuai dengan gaya permainan Guardiola sejak awal.

Meski sudah mencetak banyak gol, Eto'o dilepas ke Inter asuhan Jose dengan ditukar Zlatan dan sejumlah uang tunai, di mana dia meraih kesuksesan besar di Italia.

Di bawah Jose
Seperti Zlatan, Samuel Eto'o menikmati kesuksesan di bawah The Special One dengan memenangi gelar Serie A dan Liga Champions di Italia.

Meski sudah tidak muda lagi, Eto'o tampil cukup bagus pada periode kedua Jose di Chelsea dengan mencetak sembilan gol di Premier League selama satu musim di klub tersebut.

Claudio Pizarro

Claudio Pizarro

Claudio Pizarro

Di bawah Pep
Berada di akhir kariernya saat Pep tiba, Pizarro sebagian besar hanya menjadi pemain cadangan saat Guardiola tiba.

Pemain Peru itu mungkin tidak tampil menonjol dalam rencana Pep, tapi tetap tampil bagus saat dimainkan, dan catatan mencetak golnya bisa dibilang mengesankan.

Di bawah Jose
Salah satu pembelian terakhir Mourinho selama masa pemerintahan pertamanya di Stamford Bridge, Pizarro bergabung pada musim panas 2007.

Jose dipecat pada bulan September, sebelum keduanya benar-benar memiliki kesempatan untuk bekerja sama. Pizarro mengalami masa sulit di sepak bola Inggris setelah hanya mencetak dua gol.

Maxwell

Maxwell

Maxwell

Di bawah Pep
Salah satu pemain Pep yang kurang flamboyan di Barca, Maxwell dengan tenang menjalankan perannya sebagai attacking full-back.

Terbantu oleh masalah kesehatan Eric Abidal, pemain Brasil menjadi pilihan pertama selama beberapa musim dan memenangkan dua gelar La Liga dan Liga Champions pada tahun 2011.

Di bawah Jose
Mereka berdua bekerja sama di Italia hanya selama satu musim sebelum Maxwell mengikuti Zlatan pindah ke Spanyol.

Dia menjadi bek kiri pilihan pertama Jose dan membuat 29 penampilan saat ia memenangkan gelar Serie A ketiga secara beruntun.

Alexis Sanchez

Alexis Sanchez

Alexis Sanchez

Di bawah Pep
Guardiola membawa Alexis ke Camp Nou dengan biaya 26 juta euro pada musim panas tahun 2011 dan memuji fleksibilitas dan kemampuannya.

Pemain asal Chile itu berkembang di bawah kepemimpinan Pep ketika berada di lapangan, mencetak 15 gol pada musim debutnya untuk tim Catalan. Sanchez mengalami masalah cedera, dan mungkin adalah salah satu proyek Guardiola yang belum selesai saat dia secara mengejutkan meninggalkan Camp Nou setahun kemudian.

Di bawah Jose
Merupakan salah satu saga transfer yang paling berlarut-larut dalam beberapa tahun terakhir, awalnya Sanchez hampir pasti akan bertemu lagi dengan Pep di Manchester City.

Namun, Manchester United justru menunjukkan minat yang sangat kuat dan akhirnya berhasil merebut Sanchez dari klub tetangga.

Setelah menandatangani kontrak empat setengah tahun, Sanchez ingin membuktikan dirinya di Old Trafford dan menunjukkan apa yang dilewatkan oleh Pep.