ANALISIS: Barcelona 3-1 Milan, Allegri Salah Strategi

ANALISIS: Barcelona 3-1 Milan, Allegri Salah Strategi

Bola.net - - Pemilihan formasi Massimiliano Allegri menjadi salah satu faktor penentu kekalahan 1-3 AC Milan di kandang Barcelona pada matchday 4 Grup H Liga Champions 2013/14. Faktor krusial lainnya adalah ketidaksanggupan Rossoneri dalam mengatasi trio gelandang Blaugrana serta Neymar dan Lionel Messi di barisan depan.

Pasukan Gerardo Martino mendominasi total permainan di Camp Nou, Kamis (07/11). Setengah jam usai kick-off, Barcelona langsung unggul lewat eksekusi penalti Messi setelah sebelumnya Ignazio Abate dianggap melanggar Neymar yang sedang memburu clip pass Andres Iniesta di area terlarang. Sembilan menit berselang, pelanggaran kapten Milan Ricardo Montolivo terhadap Neymar di sektor kanan pertahanan timnya membuat Xavi bisa mengirim free kick yang dituntaskan Sergio Busquets dengan sundulan untuk skor 2-0. Sebelum jeda, melewati Dani Alves, melepas crossing yang dibelokkan Gerard Pique ke gawang Victor Valdes dan selisih skor pun menipis.

Gol itu membuat Milan makin percaya diri. Namun, meski Allegri merombak lagi formasi timnya selama paruh kedua, sang wakil Italia gagal mencetak gol tambahan. Yang terjadi justru sebaliknya. Setelah Christian Abbiati beberapa kali dipaksa bekerja keras mencegah gol ketiga Barcelona, gawang Milan kebobolan lagi tujuh menit jelang bubaran. Hanya lima menit sejak masuk menggantikan Iniesta, Cesc Fabregas memberi jalan dengan wall pass kepada Messi untuk mencetak brace sekaligus mengakhiri perlawanan Milan.

Secara keseluruhan, Milan bermain lebih buruk dibandingkan dengan ketika bermain imbang 1-1 di San Siro pada pertemuan sebelumnya. Barcelona sebaliknya, mereka tampil lebih apik. Skema permainan Milan yang diterapkan Allegri adalah salah satu penyebabnya. Di Italia, Milan berani bermain menyerang dengan formasi 4-3-3 seperti yang dipakai Barcelona. Namun, kali ini Allegri jusru memilih 4-4-1-1. Harapannya, empat gelandang dapat meredam trio pass master Busquets, Xavi dan Iniesta.


Kaka dan Robinho disisakan di lini depan untuk menunggu peluang datang. Hanya saja, para gelandang Milan kalah dalam pertarungan memperebutkan ball possession. merajalela dengan jumlah operan terbanyak (145) plus satu assist. Angka 145 itu bahkan dua kali lipat lebih dari operan terbanyak yang ditorehkan Milan atas nama Montolivo.


Milan dipaksa mengejar bola dan distribusi ke lini depan otomatis jadi sangat terbatas. Sementara itu, dengan possession mencapai 72%, Barcelona leluasa menggempur lini pertahanan Milan. Total 19 shot dilepaskan para penggawa Blaugrana. Dari semua itu, enam on target dan tiga bersarang di gawang. Tiga shot on target lainnya melalui Alexis Sanchez, Adriano dan Iniesta dimentahkan oleh Abbiati. Milan sendiri, meski Allegri memasukkan Mario Balotelli untuk Robinho, Valter Birsa untuk Andrea Poli hingga memakai tiga penyerang setelah Alessandro Matri mengisi tempat Kaka, tetap kesulitan menciptakan jalan menuju gawang Valdes.



Hampir sepanjang laga, Milan terkurung di wilayah sendiri. Dominasi Barcelona melalui tiga gelandangnya plus performa bagus Neymar (5 dribel sukses, 3 shot, 1 key pass) dan Messi (5 dribel sukses, 3 shot, 2 gol, 3 key pass) pun menjadi faktor krusial dalam kemenangan sang raksasa Catalan.




Strategi Allegri tidak berjalan baik dan Milan pun dipaksa menelan kekalahan, tetapi Rossoneri tetap duduk di peringkat dua dengan keunggulan satu poin (5-4) atas Ajax yang menang tipis 1-0 atas Celtic. Sementara itu, Messi sukses mengakhiri 'puasa' di tiga laga sebelumnya dengan torehan dua gol yang mengantarkan Barcelona ke babak 16 besar.

*Data serta statistik via WhoScored dan Squawka.