Sejumlah Kejutan di Turnamen Piala Liga-Piala FA

Sejumlah Kejutan di Turnamen Piala Liga-Piala FA

Bola.net - - Kompetisi kedua yang diadakan oleh sponsor atau otoritas sepakbola di suatu negara kerap dianggap sebagai turnamen 'sampingan' oleh sebuah klub.

Tak heran jika biasanya sebuah tim lebih memprioritaskan permainan terbaiknya di liga, kecuali bagi tim-tim kasta kedua. Akan tetapi pertimbangan tersebut biasanya justru menimbulkan kejutan yang menyesakkan.

Yang terakhir terjadi di sepakbola papan atas Inggris adalah kekalahan atas di ajang Capital One Cup, atau Piala Liga. Kemudian juga kekalahan di Piala FA tahun 2008 juga menjadi perbincangan, karena mereka takluk atas tim Championship, .

Selain itu, masih ada beberapa kejutan yang terjadi di turnamen Piala Liga dan Piala FA. Berikut 10 kejutan yang terjadi di kompetisi 'non-priority' tersebut.

Wrexham vs Arsenal

Wrexham vs Arsenal

  • Wrexham 2 - Arsenal 1
  • Babak 3 FA Cup 1992

Kejutan terbesar di era modern sepakbola Inggris adalah ketika sang juara bertahan liga divisi utama, Arsenal harus bertandang ke kandang tim peringkat 92 di Football League, Wrexham.

Pertandingan tampak berjalan normal, ketika Alan Smith membawa The Gunners unggul hingga menit ke-80. Namun kejutan terjadi setelah tendangan bebas jarak jauh Micky Thomas sukses menyamakan kedudukan.

Di tengah semangat yang kian meninggi, Steve Watkin kembali menghukum sang juara setelah gol bersejarahnya berhasil menyingkirkan Arsenal yang kala itu dibesut George Graham.

Sutton United vs Coventry City

Sutton United vs Coventry City

  • Sutton United 2 - Coventry 1
  • Babak 3 FA Cup 1989

Bertandang ke Gander Green Lane, Coventry yang saat ini menempati peringkat enam di liga, serta diperkuat tujuh pemain pemenang Piala FA dua tahun sebelumnya harus pulang tanpa kemenangan.

Di depan 8,000 penonton, tuan rumah unggul melalui gol Tony Rains di babak pertama. Meski sempat disamakan oleh David Phillips di awal babak kedua, namun gol Matt Hanlan akhirnya memastikan kemenangan tuan rumah, sekaligus menyingkirkan The Sky Blues.

Hereford vs Newcastle United

Hereford vs Newcastle United

  • Hereford 2 - Newcastle 1
  • Babak 3 FA Cup 1972

Tim amatir Hereford bermain tanpa beban menghadapi tim divisi utama Liga Inggris, Newcastle. Ronnie Radford, yang saat itu sudah hampir berusia 40 tahun menjadi pahlawan kemenangan Hereford.

Kemenangan ini menjadi lebih berarti, karena pada leg pertama di Tyneside, mereka berhasil menahan imbang tuan rumah dengan skor 2-2. Laga di kandang Hereford sempat dianggap terbaik oleh media BBC.

Colchester vs Leeds United

Colchester vs Leeds United

  • Colchester 3 - Leeds 2
  • Babak 3 FA Cup 1971

Meski diunggulkan sebelum pertandingan, namun Leeds yang kala itu populer di bawah asuhan Don Revie justru harus berjuang keras, setelah tertinggal tiga gol terlebih dahulu.

Sayang usaha mereka menemui jalan buntu. Dua gol Norman Hunter dan Johnny Giles gagal menyelamatkan Leeds dari kekalahan.

Padahal di tahun sebelumnya, Leeds berhasil mencapai babak final. Beruntung satu tahun setelah kekalahan ini, The Whites berhasil menggapai mahkota juara.

Shrewsbury vs Everton

Shrewsbury vs Everton

  • Shrewsbury 2 - Everton 1
  • Babak 3 FA Cup 2003

Shrewsbury yang kala itu berada 80 tingkat di bawah tim tamu, menghadirkan sebuah kekalahan yang cukup menyakitkan bagi klub yang diperkuat Wayne Rooney muda.

Unggul melalui tendangan bebas Nigel Jemson di babak pertama, pertandingan tampaknya akan dilanjutkan ke leg kedua setelah Niclas Alexandersson menyamakan kedudukan.

Namun gol kedua Jemson di akhir pertandingan harus memaksa Rooney dan kawan-kawan, yang saat itu berada di zona Liga Champions harus pulang ke Goodison Park dengan tangan hampa.

Bradford vs Arsenal

Bradford vs Arsenal

  • Bradford 1 - Arsenal 1 (3-2 Adu Penalti)
  • 8 Besar Piala Liga 2012

Di tengah masa paceklik gelar yang dialami Arsenal, mereka memburu gelar Piala Liga. Menghadapi Bradford pada perempat final di Valley Parade, posisi The Gunners jelas diuntungkan.

Unggul penguasaan bola atas tim League Two, Arsenal justru tertinggal oleh gol Gary Thompson hingga menit ke-87, sebelum Thomas Vermaelen membuat pertandingan harus dilanjutkan ke babak adu penalti.

Tanpa perubahan di perpanjangan waktu, keberuntungan kembali menaungi The Bantams. Tiga penendang gagal Arsenal membuat mereka harus pulang lebih awal, dengan ancaman kembali tanpa gelar musim ini.

Manchester United vs York City

Manchester United vs York City

  • Manchester United 0 - York City 3
  • Babak 2 Piala Liga 1995

United yang kala itu diperkuat pemain macam Gary Pallister, David Beckham, Lee Sharpe dan Ryan Giggs berada di atas angin, saat menghadapi tim divisi tiga, York City.

Namun perbedaan skuad yang cukup jauh nyatanya tidak mempengaruhi jalannya pertandingan. Tim tamu justru unggul tiga gol, melalui sepasang gol Paul Barnes dan Tony Barras.

Barnes hampir saja mencetak hattrick ke gawang United, andai gol ketiganya tidak dianulir karena ia sudah dianggap dalam posisi offside. Pertandingan tersebut dianggap salah satu kemenangan paling dikenang dalam sejarah klub York City.

Liverpool vs Barnsley

Liverpool vs Barnsley

  • Liverpool 1 - Barnsley 2
  • Babak 5 FA Cup 2008

Sebuah drama injury time memaksa juara FA Cup tujuh kali tersebut harus tersingkir di babak kelima, di kandang sendiri, Anfield.

Sekitar 42,000 suporter tuan rumah sempat bersorak ketika Dirk Kuyt berhasil membawa Liverpool unggul. Dan hingga menjelang akhir pertandingan, semua hal tampaknya sudah sesuai dengan skenario manajer Rafael Benitez.

Akan tetapi sundulan Stephen Foster dan sepakan Howard di menit akhir pertandingan terpaksa membuyarkan mimpi The Reds untuk gelar kedelapan mereka.

Southend vs Manchester United

Southend vs Manchester United

  • Southend 1 - Manchester United 0
  • Babak 4 Piala Liga 2006

The Red Devils, yang saat itu diperkuat oleh dua bintangnya, yakni Cristiano Ronaldo dan Wayne Rooney terpaksa harus gigit jari, setelah disingkirkan tim divisi Championship, Southend.

Bermain tanpa mengenal kata menyerah, tuan rumah akhirnya unggul melalui tembakan jarak jauh top skorer klub saat itu, Freddy Eastwood.

Liverpool vs Wimbledon

Liverpool vs Wimbledon

  • Liverpool 0 - Wimbledon 1
  • Final FA Cup 1988

The Crazy Gang sesungguhnya sama sekali tidak memiliki harapan saat itu, di mana mereka harus menghadapi tim juara bertahan divisi utama, Liverpool.

Akan tetapi sundulan Lawrie Sanchez berhasil mematahkan prediksi, sekaligus mengantarkan gelar FA perdana bagi klub asal London tersebut.