
Bola.net - -

Demikianlah bunyi ikrar suporter Indonesia pada saat Jambore Suporter tahun 2007 yang menjadi tonggak sejarah suporter di Indonesia. Namun sepertinya ikrar tersebut kini telah menjadi masa lalu dan perlahan mulai hilang berganti dengan tragedi yang melibatkan aktor dengan nama yang sama, suporter.
Kematian 9 suporter sepakbola saat mendukung tim pujaannya bertanding hanya dalam tempo 4 bulan adalah jelas pukulan telak untuk insan sepakbola nasional. Dari sebuah hiburan rakyat berubah menjadi tangis rakyat tak berujung.
Dirunut jauh ke belakang, tragedi tewasnya suporter tersebut memang bukan kejadian baru di sepakbola tanah air. Namun kejadian dalam 4 bulan terakhir ini seperti layaknya akumulasi dari kejadian-kejadian sepanjang tahun dari kisruh sepakbola Indonesia.
Tewasnya lima suporter Persebaya saat mendukung Green Force bertanding melawan Persibo Bojonegoro pada Maret lalu hanyalah awal. Selang dua bulan kemudian, tiga suporter tewas usai menonton laga Persija Jakarta melawan Persib Bandung, dan belum usai kesedihan itu, kembali satu suporter meregang nyawa saat mendukung Persebaya melawan Persija Jakarta IPL, Minggu (03/6) seakan semakin membuat mendung wajah persepakbolaan Indonesia.

Korban tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga turut menjadi korban
Yang paling memprihatinkan jelas dua kejadian yang pertama. Tanpa mengecilkan arti dari tragedi yang terakhir, dua kejadian yang menelan korban sebanyak 8 suporter itu memiliki motif dan asal muasal yang sama, permusuhan antar suporter.
Lima Bonekmania yang sedang dalam perjalanan ke Bojonegoro tak mampu melanjutkan perjalanannya setelah mereka "gagal" melewati Lamongan, basis terbesar suporter Persela Lamongan, LA Mania dan berakhir dengan tragis.
Begitu pula dengan kejadian di laga klasik Persija Jakarta vs Persib Bandung di Stadion Utama Bung Karno. Tiga korban adalah suporter yang menjadi korban "tuduhan membabi buta" pendukung Persija bahwa mereka adalah suporter Persib yang bahkan hingga sekarang belum jelas mendukung siapa mereka sebenarnya.
Begitu mudahnya nyawa melayang di tangan para pendukung tim sepakbola. Masih layakkah mereka disebut sebagai suporter yang secara harfiah memiliki arti memberikan dukungan? bukan sebagai pencabut nyawa seseorang?. Inikah bentuk militansi bagi kita yang menyebut diri sebagai suporter sejati?.
Namanya militansi tentu saja hal yang satu ini tidak akan bisa dipisahkan dari aksi para suporter bola. Baik dalam arti positif yang tentunya akan menghasilkan apresiasi positif juga atau dalam arti negatif yang menghasilkan sebuah fanatisme buta dan tak jarang berbenturan dengan idealisme dan kepentingan dari pihak lain.

Balas dendam bukanlah sebuah solusi selain memperburuk keadaan (bolajabar)
Fanatisme buta menjadi akar permusuhan antar suporter selama lebih dari satu dekade ini, dan balas dendam menjadi bumbu penyedap dari cerita "heroik" para suporter. Benar apa yang dikatakan oleh penyair dan nasionalis Skotlandia Hugh MacDiarmid (1892–1978) yang mengatakan, "fanatisme dalam sepakbola dan intelektualitas yang tinggi jarang berjalan bersama."
Dengan keadaan seperti itu, mereka bukan lagi bagian dari suporter. Tetapi mereka adalah gerombolan pengacau dan perusuh tanpa hati nurani. Sebuah definisi mengejutkan mengenai gerombolan atau mob, yakni bahwa mereka adalah an angry group with many hands but no brains. Ya, banyak tangan tapi tanpa otak.
Menganalisis lebih jauh mengenai sejarah dan pangkal masalah dari kelompok suporter yang berseteru jelas butuh waktu panjang. Sebagai langkah antisipasi cepat sudah saatnya bagi seluruh stakeholder sepakbola nasional kembali ke kultur nenek moyang bangsa Indonesia yang lebih menonjolkan kebersamaan dan tepo seliro sebagai dasar untuk berhubungan satu sama lain tak terkecuali bagi suporter.

Rivalitas di dalam stadion boleh panas, tapi di luar, kita semua saudara
Dan semoga apa yang ada dalam sebuah ungkapan "victoria concordia crescit", kemenangan berkembang dari harmoni, menjadi kenyataan. Bukan kemenangan antar golongan atau satu suporter saja, tetapi kemenangan untuk sepakbola Nasional secara menyeluruh.
Bravo sepakbola Indonesia!!
Advertisement
Berita Terkait
-
Galeri 3 Oktober 2022 19:43Isak Tangis Pemain Arema saat Doa Bersama di Stadion Kanjuruhan
-
Galeri 2 Oktober 2022 16:45Kericuhan Suporter dan Gas Air Mata Menjadi Sabtu Kelabu di Stadion Kanjuruhan
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 22 Juli 2026 00:15Kejutan Bursa Transfer: Real Madrid Pantau Ferran Torres!
-
Liga Spanyol 21 Juli 2026 23:59Arda Guler Jadi Pilar Proyek Baru Jose Mourinho di Real Madrid
-
Piala Dunia 21 Juli 2026 22:29FIFA Hapus Kartu Merah Leandro Paredes di Final Piala Dunia 2026
BERITA LAINNYA
-
editorial 3 Juli 2026 14:196 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
-
editorial 15 Juni 2026 16:556 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
-
editorial 12 Juni 2026 14:4110 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
SOROT
-
Liputan6 22 Juli 2026 00:37Jerit PPPK Dinkes Depan Balai Kota: Kami ASN, Mengapa Hak Kami Berbeda?
-
Liputan6 21 Juli 2026 22:44Kronologi Kebakaran Gedung Djakarta Theater
-
Liputan6 21 Juli 2026 22:17Ledakan Rumah Mewah di Medan: Korban Terakhir Ditemukan
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303563/original/024268600_1784646208-WhatsApp_Image_2026-07-21_at_20.52.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303595/original/097016900_1784652386-400995.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303585/original/014112300_1784650639-1001483551.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303583/original/069205200_1784650153-898146.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303578/original/029822600_1784648668-WhatsApp_Image_2026-07-21_at_22.22.05.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303568/original/084225500_1784647002-87853a60-7024-430f-967d-d897bb478cea.jpg)
