Terkuaknya Kisah-Kisah Mengejutkan Dari Legenda Manchester United, Roy Keane

Terkuaknya Kisah-Kisah Mengejutkan Dari Legenda Manchester United, Roy Keane
Roy Keane

Bola.net - - Pekan ini, legenda Manchester United, Roy Keane meluncurkan buku autobiografi keduanya yang diberi judul 'The Second Half'. Dalam buku tersebut, terkulik kisah-kisah mengejutkan yang dikupas secara gamblang dan jujur oleh Keane. Salah satu yang paling menarik adalah kisah perseteruannya dengan Sir Alex Ferguson sebelum akhirnya ia didepak dari Old Trafford. Berikut ini adalah beberapa poin penting yang paling menarik dari buku kedua Keane.

Menghajar Peter Schmeichel

Menghajar Peter Schmeichel

Tidak banyak pesepakbola yang berani berurusan dengan Peter Schmeichel. Pasalnya pemain berjuluk Raksasa Dari Denmark itu memiliki tubuh tinggi besar dan sedikit tempramental. Namun, tetap saja tidak ada yang bisa mengalahkan sifat tempramen seorang Roy Keane.

Diakui sendiri oleh Keane, ia sempat membuat Peter Schmeichel tumbang yang sekaligus menyisakan luka memar di mata sang kiper. Konfrontasi tersebut terjadi pada tahun 1998 saat United tengah menjalani tur pramusim. Keane yang saat itu tengah mabuk lantas menanduk mata Schmeichel dan perkelahian pun tak bisa dihindari. Beruntung ada sosok Nicky Butt yang berhasil merelai perkelahian dua rekan setimnya.

Ditendang Oleh Fergusson dan David Gill

Ditendang Oleh Fergusson dan David Gill

Kepergian Keane dari Old Trafford memang masih menjadi tanda tanya besar bagi sebagian fans Setan Merah. Memang benar Keane yang saat itu masih menjadi kapten United harus pergi tanpa ada acara seremonial. Pria Irlandia itu pun mengungkap fakta yang mengejutkan.

Keane saat itu masuk ke dalam ruangan di mana sudah ada Alex Ferguson dan David Gill sudah ada di dalamnya. Dengan santai Keane bertanya "Jadi, ada apa?", Fergie pun membalas "Begini Roy, kurasa kerja sama kita harus berakhir". Kemudian Gill menimpali "Kami sudah menyiapkan alasan untuk dikatakan kepada pers tentang kepergianmu.". Keane sendiri mengakui dirinya merasa seperti dilempari oleh granat saat mendengar perkataan dua orang tersebut.

Meragukan Kapasitas Class of '92

Meragukan Kapasitas Class of '92

Selain menguak kisah kelam di balik hubungannya dengan Sir Alex, Keane juga mengungkapkan penilaiannya terhadap Class of '92. Memang Class of '92 sudah dianggap sebagai kumpulan pemain legendaris yang berasal dari akademi klub dan berhasil membawa klub meraih beragam kesuksesan. Namun Roy Keane punya penilaian lain.

Sang mantan kapten berpendapat bahwa peranan Class of '92 tidak sevital yang banyak digembar-gemborkan. Ia bahkan menganggap pihak klub sengaja membuat image Class of '92 sebagai sebuah merk tersendiri dari Manchester United untuk mendongkrak popularitas klub. Pendapat Keane yang meragukan besarnya kontribusi Class of '92 terhadap tim senior Manchester United didasari dari performa mereka bersama Timnas Inggris. Meski mendominasi skuat Inggris di era akhir '90 dan awal 2000-an, para anggota Class of '92 tetap tidak mampu membawa The Three Lions berjaya di ajang apapun.

Merasa Senang Ada Pemainnya Hampir Meninggal

Merasa Senang Ada Pemainnya Hampir Meninggal

Clive Clarke merupakan salah satu anak asuh Keane saat masih menukangi Sunderland. Clarke sempat hampir kehilangan nyawanya akibat terkena serangan jantung saat sedang bermain. Namun saat kejadian nahas menimpa Clarke, ia tengah dipinjamkan ke Leicester City.

Di waktu yang sama, Keane dan Sunderland-nya dihajar 3-0 oleh Luton Town. Pada konferensi pers Keane menggunakan insiden yang menimpa Clarke untuk mengalihkan topik pembicaraan. Ia bahkan mengaku bersuka cita dalam hatinya karena sang pemain mengalami musibah tersebut.

Perseteruan Dengan Alf-Inge Haaland

Perseteruan Dengan Alf-Inge Haaland

Perseteruan antara Roy Keane dan Alf-Inge Haaland sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 1997. Saat itu Haaland yang bermain untuk Leeds menuduh Keane berpura-pura cedera untuk mendapatkan keuntungan dari wasit. Padahal saat itu Keane memang benar-benar mengalami cedera.

Pada tahun 2001, kesempatan membalas dendam tak disia-siakan Keane kala United bersua Manchester City dengan Haaland di dalamnya. Seperti yang kita semua sudah ketahui, tekel horor dari Keane akhirnya berkontribusi besar atas pensiun dini Alf-Inge Haaland.

Di dalam bukunya Keane mengakui jika ada beberapa keputusannya yang sangat ia sesali. Namun untuk kasus tekel horornya kepada Haaland, ia mengaku sama sekali tidak menyesal. Keane bahkan berkata "Aku sangat ingin melukainya dan kemudian berdiri di atasnya sambil berteriak; Rasakan itu kep*r*t.".

Fergie Tak Sudi Beckham Memakai Nomor Keramat 7

Fergie Tak Sudi Beckham Memakai Nomor Keramat 7

Saat striker legendaris Eric Cantona memutuskan untuk pensiun di tahun 1997, Sir Alex Ferguson memberikan ban kapten kepada Roy Keane. Tak cuma itu saja, Keane dalam bukunya mengungkapkan bahwa Fergie juga ingin memberikan nomor keramat 7 kepadanya.

Namun Keane yang tidak terlalu memusingkan masalah nomor punggung tidak mau mengikuti kemauan Ferguson. Diceritakannya, sang manajer menariknya ke dalam ruangannya dan berkata "Aku ingin kau mewarisi nomor punggung 7 milik Cantona.", lalu Keane menjawab "Tidak, aku tak tertarik.". Ferguson lantas berkata "Aku tahu Beckham sangat-sangat menginginkannya dan aku tidak mau dia memakainya.".

Menolak Tawaran Real Madrid Saat Buang Hajat

Menolak Tawaran Real Madrid Saat Buang Hajat

Setelah dirinya meninggalkan Manchester United, Keane mendapat banyak tawaran dari tim besar, Real Madrid adalah salah satunya. Agen Keane memberitahunya kalau Real Madrid serius ingin menggunakan jasanya. Mengetahui hal tersebut, Keane selalu membawa serta telepon genggamnya kemanapun ia pergi, termasuk ke toilet.

Entah kebetulan atau bagaimana, mantan direktur olah raga Real Madrid, Emilio Butragueno menelpon Keane saat dirinya sedang asyik buang hajat. Namun entah mengapa Keane mendapatkan perasaan tidak enak saat itu. Alhasil ia menolak tawaran bergabung ke El Real dan akhirnya memilih bermain bersama Glasgow Celtic.