FOLLOW US:


Bertemu Ketua Umum The Jakmania, Ini Kata Tokoh Bonek

23-08-2017 12:41
Bertemu Ketua Umum The Jakmania, Ini Kata Tokoh Bonek
Andie Peci bersama Ferry Indrasjarief © dok.pribadi

Bola.net - Andie Peci angkat bicara terkait pertemuannya dengan Ketua Umum The Jakmania -julukan suporter Persija Jakarta- Ferry Indrasjarief. Tokoh Bonek -kelompok suporter Persebaya Surabaya- menyebut pertemuannya tersebut bukanlah sebuah upaya perdamaian di antara dua kelompok suporter besar Indonesia ini.

"Sejak dulu, saya tak pernah menggunakan istilah perdamaian," ujar Andie Peci, pada Bola.net.

"Ini juga termasuk dengan kelompok suporter Persis Solo dan Persela Lamongan beberapa waktu lalu," sambungnya.

Menurut pria bernama lengkap Andy Kristiantono ini, pertemuannya dengan Bung Ferry, sapaan karib Ferry Indrasjarief, adalah upaya mencairkan hubungan antar Bonek dan The Jak. Sebelumnya, hubungan antar kedua kelompok suporter ini telah lama mengeras.

"Pertemuan dengan Bung Ferry kemarin adalah bagian dari mencairkan hubungan yang telah dibangun cukup lama," tuturnya.

Sebelumnya, Andie Peci dan Ferry Indrasjarief sempat bertemu di salah satu warung kopi tempat Bonek biasa berkumpul di Surabaya, Selasa kemarin. Selain berbincang, kedua tokoh suporter ini juga menonton siaran langsung pertandingan cabang olahraga SEA Games 2017 antara Timnas Indonesia dan Vietnam.

Andie menyebut bahwa ini bukan kali pertama ia dan Bonek bertemu dengan Ketua Umum The Jakmania. Mereka, sambung Andie, sudah pernah bertemu dengan sejumlah Ketua Umum The Jakmania sebelum Bung Ferry.

"Kami sudah bertemu dengan Richard Achmad dan Larico Ranggamone," paparnya.

Di kalangan akar rumput, menurut Andie, Bonek juga kerap bertemu dengan The Jak. Bahkan, mereka pernah secara khusus menyambut kelompok suporter Persija Jakarta itu.

"Setahun kemarin, ketika The Jak hendak bertandang ke Malang, Bonek juga sempat menyambut mereka di Surabaya," ia mengatakan.

Sementara itu, Andie optimistis ke depan gesekan antar suporter bisa diminimalisir. Namun, ia menyebut, ada kondisi tertentu yang harus dipenuhi.

"Gesekan antar suporter akan bisa dikurangi jika sepakbola indonesia mapan dan federasi -dalam hal ini PSSI- sehat," ucapnya.

"Hal ini harus ditunjang pula kesiapan dan ketangguhan aparat keamanan," ia menandaskan.