Ini Alasan Panpel Tak Segera Buka Pintu Stadion pada Tragedi Kanjuruhan

Serafin Unus Pasi | 4 Oktober 2022 21:04
Kerusuhan terjadi di Stadion Kanjuruhan usai laga Liga 1 2022/2023 antara Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) malam WIB. (c) AP Photo

Bola.net - Akhirnya alasan Panitia Pelaksana Pertandingan (Panpel) Arema FC dan Persebaya Surabaya tak lekas membuka pintu kendati laga lanjutan Liga 1 2021/2022 tersebut mulai ricuh. Dalam temuan Tim Investigasi Komdis PSSI, ada sejumlah alasan yang dilontarkan Panpel terkait hal ini.

Juru Bicara PSSI, Ahmad Riyadh, menyebut bahwa ia tak mengikuti langsung investigasi yang dilakukan timnya soal keputusan panpel, yang bersikeras menutup pintu stadion kendati situasi sudah tak kondusif. Namun, ia sudah mendapat laporan dari timnya tersebut.

"Alasan pintu tak dibuka pada menit ke-80 seperti yang kami anjurkan karena ada kekhawatiran akan diserbu dari luar. Alasannya demi keamanan," kata Riyadh.

Riyadh menyesalkan keputusan panpel ini. Menurutnya, dengan pertimbangan evakuasi, pintu tersebut semestinya dibuka sesuai dengan rekomendasi.

"Padahal, lebih penting lagi jika ada jalur evakuasi," tuturnya.

Tidak terbukanya sejumlah pintu stadion disebut menjadi salah satu penyebab banyaknya korban jatuh dalam Tragedi Kanjuruhan. Ratusan orang menjadi korban dalam tragedi tersebut. Dari ratusan orang tersebut, 130 orang di antaranya harus kehilangan nyawa dalam kejadian ini.

Simak artikel selengkapnya di bawah ini.

1 dari 1 halaman

Bahan Evaluasi

Lebih lanjut, Riyadh menyebut bahwa hal ini akan menjadi bahan bagi PSSI untuk lebih serius dalam menyusun prosedur ke depannya. Menurutnya, titik kumpul dan jalur evakuasi dari stadion harus lancar.

"Itu ada hitungan dan simulasinya. Untuk menentukan berapa orang yang bisa lewat dengan lancar di sebuah pintu misalnya, harus disimulasikan," papar Riyadh.

"Itu kan perhitungan teknis. Ada yang lebih kompeten untuk berbicara soal itu," ia menandaskan.

(Bola.net/Dendy Gandakusumah)

Berita Terkait

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR