FOLLOW US:


Tidak Ada Tawaran Melatih, Jose Mourinho Kini Jadi Analis Sepak Bola

11-08-2019 08:00

 | Richard Andreas

Tidak Ada Tawaran Melatih, Jose Mourinho Kini Jadi Analis Sepak Bola
Jose Mourinho. © AP

Bola.net - Jose Mourinho bakal lebih leluasa melontarkan komentar-komentar pedas semusim ke depan. Mantan pelatih Manchester United ini ditunjuk sebagai salah satu analis sepak bola Premier League.

Kualitas Mourinho sebagai pelatih tidak bisa diragukan, dia sudah meraih puluhan trofi bersama beberapa klub. Namun, entah mengapa Mourinho masih belum kembali bekerja sejak dipecat MU.

Kegagalan MU bisa jadi menodai jejak positif Mourinho sebagai pelatih. Dia sempat dihubungkan dengan Inter Milan dan PSG, tapi pada akhirnya batal.

Kini, Mourinho bakal menggunakan pengetahuannya untuk menganalisis sepak bola. Baca ulasan selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!

1 dari 2

Jadi Pandit!

Mourinho menerima tawaran sebagai pandit alias analis sepak bola Sky Sports. Artinya, mantan pelatih Chelsea itu bergabung dengan media olahraga terbesar di tanah Britannia Raya.

Mourinho bakal tampil pertama kalinya pada laga Manchester United vs Chelsea di pekan pertama Premier League 2018/19, Minggu (11/8/2019). Komentarnya pasti unik, sebab kedua klub itu punya hubungan khusus dengan Mourinho.

Semasa menjadi pelatih, Mourinho dikenal sebagai sosok kontroversial yang doyan melontarkan komentar-komentar pedas. Kini, dia mungkin harus lebih berhati-hati.

2 dari 2

Pesona Premier League

Mourinho bakal bergabung dalam tim yang terdiri dari Gary Neville, Jamie Carragher, Graeme Souness, dan Jamie Redknapp. Dia mengaku sudah tidak sabar mulai bekerja.

"Premier League merupakan kompetisi spesial bagi saya, satu kompetisi yang membutuhkan kerja keras luar biasa untuk jadi juara," kata Mourinho.

"Anda benar-benar tidak bisa mengalihkan perhatian anda dari pertandingan di setiap pekan."

"Sky Sports merupakan rumah Premier League dan saya merasa bangga bisa bergabung dengan tim ini untuk membantu memahami dan menjelaskan apa yang terjadi di setiap pertandingan," tutupnya.

(Sky Sports/Richard Andreas)