Mempertanyakan Efektivitas 3-5-2 AC Milan

Mempertanyakan Efektivitas 3-5-2 AC Milan
Pemain AC Milan Christian Pulisic berhadapan dengan kiper Fiorentina David De Gea pada laga Serie A/Liga Italia antara Fiorentina vs Milan, 11 Januari 2026 (c) Massimo Paolone/LaPresse via AP

Bola.net - AC Milan kembali meraih hasil imbang di Serie A/Liga Italia akhir pekan lalu, sebuah situasi yang kian akrab sepanjang musim ini. Hasil tersebut memunculkan pertanyaan baru terkait pendekatan taktik yang digunakan Massimiliano Allegri.

AC Milan sebenarnya tampil dominan dalam penguasaan bola, tetapi kesulitan memecah pertahanan lawan yang bertahan rendah. Namun, isu ini tidak sepenuhnya berkaitan dengan kualitas pemain yang tersedia.

AC Milan justru mulai diarahkan pada perdebatan formasi, terutama penggunaan 3-5-2 yang selama ini menjadi andalan. Pergeseran ke 4-3-3 saat mengejar ketertinggalan membuka diskusi soal fleksibilitas taktik ke depan.

1 dari 4 halaman

Formasi Andalan AC Milan yang Mulai Diuji

Formasi Andalan AC Milan yang Mulai Diuji

Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, bereaksi pada laga Serie A antara AC Milan vs Sassuolo di Milan, Italia, Minggu, 14 Desember 2025 (c) AP Photo/Luca Bruno

Massimiliano Allegri sejak awal masa jabatannya cepat menetapkan 3-5-2 sebagai kerangka utama permainan. Skema ini bukan pilihan pertamanya, tetapi hasil positif membuatnya bertahan cukup lama.

Kekalahan dari Cremonese sempat menghadirkan 4-3-3 sebagai eksperimen awal. Namun, hasil yang kurang memuaskan mendorong Allegri kembali ke sistem tiga bek.

Dalam beberapa pekan terakhir, konsistensi hasil mulai menurun meski struktur permainan tetap terjaga. Namun, kondisi ini memunculkan kebutuhan akan penyesuaian, terutama saat menghadapi lawan dengan blok rendah.

Pertandingan Selanjutnya
Serie A Serie A | 16 Januari 2026
Como Como
02:45 WIB
AC Milan AC Milan
2 dari 4 halaman

Pandangan tentang Formasi 3 Bek AC Milan dari Pengamat Taktik

Pandangan tentang Formasi 3 Bek AC Milan dari Pengamat Taktik

Pemain Fiorentina Pietro Commuzzo merayakan gol yang dicetaknya pada laga Serie A/Liga Italia melawan AC Milan di Florence, Italia, Minggu, 11 Januari 2026 (c) Massimo Paolone/LaPresse via AP

Jurnalis Pietro Mazzara menilai AC Milan berpotensi mendapat keuntungan jika meninggalkan tiga bek dalam situasi tertentu. Ia menulis pandangan tersebut setelah hasil imbang di Florence yang memperlihatkan dampak positif lini belakang empat pemain.

“Pertanyaan yang muncul adalah: bukankah 3-5-2, dalam situasi tertentu, menjadi solusi taktik yang sedikit membatasi Milan?” tulis Mazzara. Pernyataan itu menegaskan bahwa sistem yang stabil belum tentu selalu paling efektif.

“Istilahnya, kemarin Fullkrug menunjukkan bahwa ia bisa menjadi penopang yang sangat baik bagi rekan setimnya,” lanjut Mazzara. “Ia dua kali memberi umpan kepada Pulisic dan menurunkan garis Fiorentina sehingga tim bisa mendorong permainan ke depan.”

Mazzara juga melihat potensi berbeda jika pendekatan berubah. “Dalam 4-3-3 atau 4-2-3-1, menarik melihat bagaimana Milan dengan gelandang kuat yang mampu menusuk sisi lapangan dapat mengembangkan permainan,” tulisnya.

3 dari 4 halaman

Opsi 4 Bek AC Milan untuk Situasi Tertentu

Opsi 4 Bek AC Milan untuk Situasi Tertentu

Niclas Fullkrug mendapatkan sejumlah instruksi sebelum masuk sebagai pemain pengganti di laga Cagliari vs AC Milan (c) Serie A Official

Laporan terpisah mengungkap Allegri kembali menguji lini belakang empat pemain dalam sesi pertandingan akhir pekan. Pendekatan ini dipertimbangkan untuk menghadapi tim yang menumpuk pemain di area pertahanan.

Calciomercato.com menilai eksperimen tersebut tidak bersifat sementara. Namun, pendekatan ini akan terus dieksplorasi dalam beberapa pekan ke depan.

Perubahan formasi juga memberi dampak pada rotasi pemain. Alexis Saelemaekers berpeluang mendapat jeda yang selama ini sulit ia peroleh.

Selain itu, formasi empat bek membuka ruang bagi Christopher Nkunku dan Niclas Fullkrug. Keduanya dinilai lebih optimal beroperasi di tengah dalam skema tiga penyerang, tetapi dengan kebutuhan peran yang berbeda.

AC Milan kini berada pada fase evaluasi penting menjelang penentuan posisi empat besar. Apakah 3-5-2 tetap menjadi fondasi utama atau hanya salah satu opsi, jawabannya akan terlihat dalam rangkaian laga berikutnya.

Sumber: Sempre Milan