
Bola.net - Harga minyak dunia bergerak fluktuatif menjelang akhir pekan. Pasar kini tengah menantikan dengan cemas keputusan penting dari aliansi negara pengekspor minyak, OPEC+.
Meskipun sempat menguat tipis pada Jumat (3/10), harga minyak secara mingguan tercatat anjlok signifikan. Koreksi tajam ini dipicu oleh kekhawatiran pasar akan potensi terjadinya surplus pasokan.
Spekulasi di pasar menguat bahwa OPEC+ akan sepakat untuk kembali meningkatkan produksinya. Rencana ini disebut-sebut dipimpin oleh Arab Saudi yang berupaya merebut kembali pangsa pasarnya.
Sejumlah analis bahkan menilai pasar minyak global tengah memasuki titik balik. Fundamental pasar diprediksi akan menuju surplus yang cukup besar pada kuartal keempat tahun ini.
Selain rencana OPEC+, faktor lain seperti perlambatan operasional kilang dan penurunan permintaan musiman turut menekan sentimen. Kombinasi inilah yang menciptakan tekanan jual yang kuat selama sepekan terakhir.
Lantas, seberapa besar potensi kenaikan produksi OPEC+ dan bagaimana para analis memproyeksikan pergerakan pasar ke depan? Berikut adalah analisis lengkapnya.
Pasar dalam Mode 'Wait and See'
Perdagangan minyak pada Jumat (3/10) ditutup dengan penguatan tipis. Harga minyak mentah Brent naik 0,81% ke level USD 64,63 per barel, sementara WTI menguat 0,93% ke posisi USD 61,04 per barel.
Namun, penguatan ini tidak mampu menutupi koreksi tajam sepanjang pekan. Harga Brent telah merosot 7,7% dan WTI terpangkas 6,97% dalam sepekan.
Menurut analis UBS, Giovanni Staunovo, pasar saat ini berada dalam posisi menunggu. Semua mata tertuju pada hasil pertemuan daring OPEC+ yang akan digelar pada hari Minggu.
"Kami berada dalam mode tunggu dan lihat untuk apa yang akan diputuskan oleh kelompok delapan OPEC+ selama akhir pekan," ujar Staunovo.
Ancaman Banjir Pasokan di Depan Mata
Kekhawatiran utama yang membayangi pasar adalah potensi peningkatan pasokan dari OPEC+. Sejumlah sumber menyebut aliansi tersebut kemungkinan akan sepakat menaikkan produksi secara signifikan.
Peningkatan produksi untuk bulan November diprediksi bisa mencapai 274.000 hingga 411.000 barel per hari. Angka ini dua hingga tiga kali lipat lebih tinggi dari kenaikan pada bulan Oktober.
Langkah ini diyakini merupakan bagian dari strategi Arab Saudi. Negara tersebut berupaya untuk merebut kembali pangsa pasar yang sempat hilang.
"Beberapa bank, seperti Macquarie, telah memprediksi kelebihan pasokan super di pasar minyak, yang telah membebani sentimen," ujar Direktur Pelaksana Onyx Capital Group, Jorge Montepeque.
Kombinasi Faktor Pemicu Pelemahan
Tekanan terhadap harga minyak tidak hanya datang dari sisi OPEC+. Sejumlah faktor fundamental lain juga turut berkontribusi terhadap sentimen pelemahan di pasar.
Faktor tersebut antara lain perlambatan operasional kilang minyak mentah global akibat musim pemeliharaan. Selain itu, ada pula penurunan permintaan musiman seiring berakhirnya musim panas.
Analis Rystad Energy, Janiv Shah, menyebut indikator permintaan mulai menurun. Hal ini membuat neraca pasokan dan permintaan semakin condong ke arah surplus.
"Indikator permintaan telah sedikit menurun di Cekungan Atlantik seiring berakhirnya permintaan musim panas. Saldo tersirat kelebihan pasokan dari perspektif fundamental yang dimulai pada bulan Oktober semakin menguat," ujar Shah.
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 27 Juli 2026 17:39Arsenal Nego Lagi Newcastle untuk Transfer Bruno Guimaraes
-
Liga Inggris 27 Juli 2026 17:29Manchester City Ungguli MU dalam Transfer Ayyoub Bouaddi?
-
Liga Italia 27 Juli 2026 17:23Juventus Inginkan Penyerang Parma, Skema Transfer Jadi Kendala
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 27 Juli 2026 17:4095% Pengiriman Barang Masih Pakai Kapal Berbendera Asing
-
Liputan6 27 Juli 2026 17:28KPK: Tak Ada Perlakuan Istimewa ke Eks Jampidsus Febrie di Rutan
-
Liputan6 27 Juli 2026 16:52Jadi Gubernur BI Sementara, Destry Langsung Dipanggil Prabowo
-
Liputan6 27 Juli 2026 16:45Sopir Truk Tewas, Korban Kecelakaan Maut di Gempol Pasuruan Jadi 4 Orang
-
Liputan6 27 Juli 2026 15:32Mendiktisaintek Dipanggil Prabowo, Siapkan Data Program Kampus
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5516200/original/014760200_1772265748-1000029690.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306884/original/012167500_1784913813-jam4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308306/original/075274200_1785136390-konbgn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307838/original/015020900_1785114910-IMG_6072.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308556/original/073006700_1785147353-WhatsApp_Image_2026-07-27_at_16.51.41.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5547972/original/053740900_1775480530-e83bb935-bce9-4a7e-a1fa-5f5a68b277e7.jpeg)
