Dari Peternak sampai Desainer: Profesi Impian Para Bintang MotoGP Andai Tak Jadi Pembalap

Anindhya Danartikanya | 24 November 2022 16:08
MotoGP Austin 2022 di Circuit of The Americas (c) AP Photo

Bola.net - Kebanyakan pembalap MotoGP mulai jatuh cinta pada motor saat masih usia balita, yakni antara usia 3-5 tahun. Menjadi pembalap terbaik dunia pun sudah jadi impian mereka sejak anak-anak, dan tak ada kejuaraan yang lebih tinggi untuk dituju ketimbang MotoGP.

Meski hidup mereka berputar di arena sirkuit, uniknya mereka juga punya kegemaran lain. Bahkan kegemaran-kegemaran itu juga menjadi profesi impian mereka andai tak menjadi seorang pembalap motor profesional.

Luca Marini misalnya. Pembalap Mooney VR46 Racing Team ini sangat tertarik pada dunia sepak bola, bahkan sempat latihan serius selama delapan tahun di klub lokal Italia. Ia juga ingin jadi ilmuwan karena sangat tertarik pada dunia sains, khususnya ekologi dan astronomi.

Nah, bagaimana dengan pembalap MotoGP yang lain? Ada lho pembalap yang ingin jadi dokter, musisi, dan bahkan peternak. Berikut ulasannya. Simak yuk, Bolaneters!

1 dari 8 halaman

Aleix Espargaro

Pembalap Aprilia Racing, Aleix Espargaro (c) AP Photo

Aleix Espargaro dikenal luas sebagai pencinta balap sepeda. Ia bahkan menggunakan sepeda sebagai metode latihan utamanya. Andai tak jadi pembalap MotoGP, ia pun ingin menjadi pembalap sepeda profesional. Uniknya, ia juga punya impian menjadi seorang jurnalis.

2 dari 8 halaman

Jack Miller

Pembalap Ducati Lenovo Team, Jack Miller (c) AP Photo

Tinggal di Townsville, Australia, Jack Miller tumbuh dewasa di lahan peternakan keluarganya. Ia pun mengaku punya hobi jadi peternak suka menggembala hewan-hewan ternaknya setiap kali mudik dari Eropa. Andai tak jadi rider MotoGP, ia ingin fokus jadi peternak di Australia. Ia bahkan punya rencana melakukannya sekalinya sudah pensiun sebagai pembalap motor.

3 dari 8 halaman

Johann Zarco

Pembalap Prima Pramac Racing, Johann Zarco (c) AP Photo

Andai tak menjadi pembalap MotoGP, Johann Zarco ingin menjadi musisi. Pembalap Prancis yang juga dua kali juara dunia Moto2 ini memang jago banget memainkan piano dan gitar. Ia kerap diminta menyanyikan lagu di berbagai acara di paddock MotoGP, bahkan baru-baru ini tampil di pernikahan Jack Miller lho!

4 dari 8 halaman

Pol Espargaro

Pembalap GASGAS MotoGP Team pada 2023, Pol Espargaro (c) GASGAS

Sama seperti Johann Zarco, Pol Espargaro punya passion di dunia musik karena ia sangat jago bermain piano. Menjadi musisi bisa jadi salah satu jalan kariernya andai tak jadi pembalap MotoGP. Namun, pilihan utamanya adalah menjadi dokter hewan. Polyccio memang diketahui sebagai pencinta binatang, sampai-sampai memutuskan menjadi seorang vegan mulai 2020 lalu.

5 dari 8 halaman

Valentino Rossi

Legenda MotoGP sekaligus 9 kali juara dunia, Valentino Rossi (c) AP Photo

Valentino Rossi mengaku tetap ingin berkecimpung di dunia olahraga andai tak jadi pembalap MotoGP, karena ia menyukai kompetisi. Ya, Rossi memang tak pelak lagi sangat bertalenta. Tak jadi pembalap motor pun, ia juga dikenal bertalenta di dunia balap mobil sehingga hampir pindah ke Formula 1 pada 2007 lalu.

6 dari 8 halaman

Jorge Lorenzo

Jorge Lorenzo (c) Twitter/MotoGP

Jorge Lorenzo menyatakan bahwa ia ingin menjadi desainer jika tak berprofesi sebagai pembalap motor. Perlu diketahui bahwa ia kerap mendesain merchandise-nya sendiri, dan bahkan pernah membuat komik dengan gambarannya sendiri. Usai pensiun dari MotoGP, ia juga tertarik pada desain di dunia fashion.

7 dari 8 halaman

Marc Marquez

Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez (c) Honda Racing Corporation

Marc Marquez mengakui bahwa dirinya ingin menjadi insinyur atau mekanik andai tak menjadi pembalap MotoGP. Uniknya, hal yang sama juga diakui oleh sang adik, Alex Marquez. Saat masih anak-anak, El Pistolas bahkan bercita-cita jadi mekanik sang kakak saat sudah dewasa.

8 dari 8 halaman

Miguel Oliveira

Pembalap Red Bull KTM Factory Racing, Miguel Oliveira (c) KTM Images

Miguel Oliveira dikenal luas juga punya passion sebagai dokter gigi. Ia bahkan serius menekuninya dengan belajar di universitas. Ia menyatakan bahwa profesi dokter gigi akan jauh lebih ia tekuni sekalinya kariernya di MotoGP berakhir.

Sumber: Cycle World, MotoGP, Motorcycle Sports

Berita Terkait

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR