FOLLOW US:


Mengenal Jake Dixon, Rider Moto2 yang Mendadak Jalani Debut MotoGP di Silverstone

24-08-2021 13:05

 | Anindhya Danartikanya

Mengenal Jake Dixon, Rider Moto2 yang Mendadak Jalani Debut MotoGP di Silverstone
Pembalap Petronas Sprinta Racing, Jake Dixon © Petronas SRT

Bola.net - Menjelang MotoGP Inggris di Sirkuit Silverstone pada 27-29 Agustus nanti, nama Jake Dixon mendadak jadi topik panas di paddock Grand Prix. Bagaimana tidak? Rider Petronas Sprinta Racing Moto2 ini mendadak diminta membela Petronas Yamaha SRT di kelas tertinggi untuk menggantikan Franco Morbidelli yang masih cedera lutut.

Ditunjuknya Dixon ini terjadi akibat efek domino dari pemutusan kontrak Maverick Vinales dan Monster Energy Yamaha yang efektif sejak Jumat (20/8/2021). Cal Crutchlow, yang menggantikan Morbidelli di Seri Styria dan Austria, mendadak diminta membela tim pabrikan, meski ia sempat dijadwalkan tetap membela SRT di Silverstone.

Kepergian Crutchlow ke tim utama membuat SRT harus mencari rider lain untuk jadi pengganti Morbidelli. Dixon pun dipilih karena ia merupakan rider mereka sendiri di Moto2, dan yang penting lagi, ia merupakan rider tuan rumah. Ingin tahu lebih banyak soal Jake Dixon? Berikut ulasannya.

1 dari 3

Terlahir di Keluarga Pembalap

Terlahir di Keluarga Pembalap
Pembalap Petronas Sprinta Racing, Jake Dixon © Petronas SRT

Dixon, yang uniknya merupakan sahabat karib Fabio Quartararo, terlahir pada 15 Januari 1996 di keluarga pembalap. Ayahnya adalah Darren Dixon, yang merupakan juara Formula TT 1988 sekaligus dua kali juara dunia FIM Sidecar World Championship pada 1995 dan 1996.

Dixon memulai karier balap di kancah supermoto pada 2008, yakni saat usianya masih 12 tahun. Pada 2010, ia banting setir ke ajang road race, dimulai dengan partisipasi di ajang balap yang kerap melahirkan bintang-bintang asal Inggris, yakni Aprilia Superteens 125cc. Pada musim perdananya, ia langsung duduk di peringkat ketiga.

Pada 2011, Dixon beralih ke ajang Aprilia RRV450 Challenge Championship dan kembali menduduki peringkat ketiga, dan lalu pindah ke British Superstock 600 setahun berikutnya. Mengendarai Yamaha R6, ia langsung duduk di peringkat keempat, meski sayangnya sempat cedera pergelangan tangan akibat jatuh di Sirkuit Cadwell Park.

2 dari 3

British Superbike dan Wildcard di Moto2-WorldSBK

British Superbike dan Wildcard di Moto2-WorldSBK
Pembalap Petronas Sprinta Racing, Jake Dixon © Petronas SRT

Dixon lalu beralih ke ajang yang lebih bergengsi, yakni British Supersport 600 pada 2013. Usai berjuang merebut gelar juara, ia meraih hasil terbaik di peringkat ketiga pada 2015, usai pindah dari Yamaha ke Triumph. Hasil ini membuatnya mendapatkan tawaran dari MV Agusta untuk naik kelas ke British Superbike pada 2016.

Sayang, pada tengah musim, ia sulit tampil kompetitif, dan lalu beralih ke BMW. Musim itu kian berjalan buruk akibat ia cedera patah tulang pinggul usai terjatuh di Oulton Park. Dixon langsung fokus pada 2017, di mana ia pindah ke Kawasaki. Ia mengakhiri musim di peringkat keenam pada klasemen akhir. Pada 2018, ia pun menggebrak dan menjadi runner up di belakang Leon Haslam.

Pada 2017, Dixon tak hanya bertarung di British Superbike, melainkan sempat menjalani debut di ajang dunia dengan turun di WorldSBK dan Moto2. Di WorldSBK, ia mengendarai Kawasaki dengan fasilitas wildcard di Sirkuit Donington Park. Ia gagal finis pada balapan pertama, namun mampu finis kesembilan pada balapan kedua.

Sementara di Moto2, ia mendadak dipanggil oleh Dynavolt Intact GP, yang kala itu membutuhkan rider pengganti untuk Marcel Schrotter yang cedera dan harus absen di Silverstone. Mengendarai Kalex, Dixon finis di posisi ke-25. Namun, prestasi Dixon di British Superbike pada 2018 membuatnya dilirik oleh Angel Nieto Team alias Aspar Team untuk diturunkan di Moto2 pada 2019.

3 dari 3

Karier di Moto2 dan Debut di MotoGP

Karier di Moto2 dan Debut di MotoGP
Jake Dixon saat masih membela Aspar Team © Angel Nieto Team

Dixon pun akhirnya benar-benar menerima tawaran dari Aspar Team, yang kala itu masih bernama Angel Nieto Team, untuk turun sepenuhnya di Moto2 2019 dengan memakai sasis KTM. Sayangnya, Dixon sulit tampil kompetitif dan hanya menduduki peringkat 25 pada akhir musim dengan koleksi tujuh poin saja.

Setahun berikutnya, Dixon pindah ke Petronas Sprinta Racing, mengendarai Kalex. Ia tetap kesulitan tampil garang, namun performanya di Le Mans menjadi sorotan. Dixon sempat memimpin balapan dengan keunggulan tiga detik dari Sam Lowes, namun bannya selip di tikungan terakhir saat balapan menyisakan empat lap.

Meski gagal meraih podium dan hanya mengakhiri musim di peringkat 18, Dixon tetap dipertahankan oleh Petronas Sprinta Racing pada 2021. Dalam 11 seri perdana, Dixon belum juga menunjukkan performa apik, namun SRT yakin ia layak mendapatkan kesempatan mengendarai motor MotoGP di Silverstone mengingat ia punya pengalaman dengan motor besar di British Superbike.

Sebagai pengganti sementara untuk Morbidelli, Dixon pun akan menjadi tandem keempat Valentino Rossi musim ini, setelah Morbidelli, Garrett Gerloff, dan Crutchlow. Apakah Dixon akan membuat gebrakan akhir pekan nanti? Jangan lupa menonton aksinya ya, Bolaneters!