
Bola.net - - Belakangan ini, rider Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo menjadi debutan MotoGP 2019 yang paling sering dibicarakan. Ia memang hanya mampu finis ke-16 dan gagal meraih poin di Losail, Qatar, dua pekan lalu, namun performanya selama uji coba pramusim dan juga pekan balap sungguh menarik banyak perhatian.
Rider 19 tahun ini menggebrak dengan menduduki posisi kedua dalam uji coba Qatar pada akhir Februari, dan tren positif ini ia lanjutkan pada seri pembuka, di mana ia mampu menduduki posisi kelima pada sesi kualifikasi. Sayangnya, nasib sial melandanya sesaat sebelum start.
Mesin YZR-M1 miliknya tiba-tiba mati sebelum lap pemanasan, hingga terpaksa dikembalikan ke garasi untuk diperbaiki. Akibat insiden ini, ia harus start dari pit lane, bertarung di papan bawah, dan hanya finis ke-16. Meski begitu, ia memiliki ritme balap yang mirip dengan para rider terdepan.
Cara Kendarai Yamaha

Rider berjuluk El Diablo ini pun menolak berlarut-larut dalam kekecewaan, dan memilih fokus pada MotoGP Argentina, 29-31 Maret nanti. Di lain sisi, ia juga menyadari dirinya masih harus banyak belajar mengendarai M1, yang meski berspek 2019, memiliki beberapa fitur yang tertinggal dibanding M1 spek pabrikan milik sang tandem, Franco Morbidelli.
"Sungguh sulit menjelaskannya. Anda harus mengendarai Yamaha dengan agresif, tapi juga harus dengan lembut. Ini cocok dengan gaya balap alami saya. Tapi saat menjalani lap yang cepat, mungkin saya kelewat agresif dan kurang lembut. Sungguh sulit melihat di sektor mana saya tertinggal. Yang jelas saya tetap memperbaiki diri setiap kali turun lintasan," ungkap Quartararo.
Belajar dari Jorge Lorenzo
Rider asal Prancis ini pun menyatakan bahwa referensi terbaik dalam mengendarai M1 adalah Jorge Lorenzo, yang membela Yamaha pada 2008-2016 dan meraih tiga gelar dunia di atas motor tersebut.
"Saya sangat terbiasa memperhatikan Jorge. Ia terlihat sangat smooth saat mengendarai Yamaha. Saya juga berpikir bahwa inilah cara yang benar-benar tepat mengendarainya. Saya belajar, bahwa dengan motor MotoGP, Anda harus benar-benar memperhatikan ban belakang dan mengendalikan penggunaannya. Ini sangat membantu saya," tutupnya.
Advertisement
Berita Terkait
-
Otomotif 20 Januari 2026 13:11Diterpa Banyak Rumor, Pecco Bagnaia Santai Saja Soal Kontrak Ducati di MotoGP 2027
LATEST UPDATE
-
Bola Indonesia 21 Januari 2026 17:23 -
Liga Champions 21 Januari 2026 16:59 -
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026 16:42 -
Liga Champions 21 Januari 2026 16:38 -
Liga Champions 21 Januari 2026 16:31 -
Liga Champions 21 Januari 2026 16:09
MOST VIEWED
- Dijagokan Juarai MotoGP 2026, Marco Bezzecchi Merendah Karena Merasa Masih Harus Berbenah
- Toprak Razgatlioglu Sebut Target Podium di MotoGP 2026 Tidak Realistis, Pilih Tunggu 2027
- Pedro Acosta Masih Jaga Kans Gabung Skuad Valentino Rossi di MotoGP 2027, Tapi Utamakan Tim Pabrikan
- Jorge Martin Kembali Bidik Kemenangan dan Gelar Dunia di MotoGP 2026: Inilah Alasan Saya Digaet Aprilia!
HIGHLIGHT
- 8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih...
- 8 Pemain Strasbourg yang Wajib Dipertimbangkan Che...
- Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir ...
- 4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelat...
- 4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester Unit...
- Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenio...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...















:strip_icc()/kly-media-production/medias/2324058/original/029514300_1533785565-508390.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5479752/original/002740200_1768988813-2d8a8ac0-e1a1-497e-941e-a229e99a393a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5478844/original/040720200_1768943914-BodoGlimt_vs_Man_City_lagi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5479692/original/057742100_1768986387-Juru_Bicara_KPK_Budi_Prasetyo.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5479735/original/039501900_1768987850-Kades_di_Sragen_mandi_lumpur.webp)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5478841/original/029387100_1768943182-AP26020727701192.jpg)

