FOLLOW US:


Reuni Rival: 6 Duet Rider MotoGP 2022 Ini Pernah Setim di Skuad Berbeda

11-01-2022 12:05

 | Anindhya Danartikanya

Reuni Rival: 6 Duet Rider MotoGP 2022 Ini Pernah Setim di Skuad Berbeda
Aleix Espargaro dan Maverick Vinales © Aprilia Racing

Bola.net - Sebentar lagi MotoGP 2022 akan dimulai dengan uji coba pramusim di Sepang dan Mandalika, masing-masing pada 5-6 dan 11-13 Februari. Musim ini, jumlah peserta pun akan bertambah dibanding 2021. Jumlah tim berubah dari 11 jadi 12, hingga akan ada 24 rider yang turun lintasan.

Hal ini dikarenakan Aprilia Racing dan Gresini Racing resmi memisahkan struktur operasional mereka, masing-masing menjadi tim pabrikan dan tim independen. Gresini pun kini menjadi tim satelit Ducati dan punya dua rider anyar.

Uniknya, dari 12 tim yang ada, enam di antaranya memiliki duet pembalap yang dulu sudah pernah bertandem dalam skuad berbeda, baik di Moto3, Moto2, maupun MotoGP. Siapa saja sih mereka? Berikut ulasannya.

1 dari 6

Aleix Espargaro/Maverick Vinales

Maverick Vinales dan Aleix Espargaro saat bertandem di Suzuki MotoGP 2016. (c) AFP
Maverick Vinales dan Aleix Espargaro saat bertandem di Suzuki MotoGP 2016. (c) AFP

Tim lama: Suzuki Ecstar di MotoGP 2015-2016

Tim sekarang: Aprilia Racing di MotoGP

Aleix Espargaro dan Maverick Vinales dikenal sudah bersahabat sejak lama, dan mereka pun bertandem untuk pertama kalinya di MotoGP lewat Suzuki Ecstar pada 2015.

Namun, keduanya berpisah usai Vinales memutuskan pindah ke Movistar Yamaha (kini Monster Energy Yamaha) pada 2017, sementara Espargaro pindah ke Aprilia Racing pada tahun yang sama.

Pada Agustus 2020, Vinales dan Yamaha berpisah, dan pada September, ia pindah ke Aprilia Racing. Alhasil, Vinales dan Espargaro pun kini 'reuni' membela tim yang sama.

2 dari 6

Jack Miller/Pecco Bagnaia

Jack Miller/Pecco Bagnaia
Jack Miller dan Pecco Bagnaia © Ducati Corse

Tim lama: Pramac Racing di MotoGP 2019-2020

Tim sekarang: Ducati Lenovo Team di MotoGP

Jack Miller dan Pecco Bagnaia sudah saling kenal sejak anak-anak, dan mereka pun dipertemukan kembali oleh Ducati lewat Pramac Racing di MotoGP 2019. Kala itu, Miller menjalani tahun kelimanya di kelas tertinggi, sementara Bagnaia menjalani musim debut.

Usai tampil kompetitif bersama Pramac, Miller pun segera dipindahkan ke Ducati Lenovo Team pada 2021 sebagai pengganti Danilo Petrucci. Bagnaia tadinya direncanakan bertahan di Pramac, namun semua berubah usai Andrea Dovizioso memilih hengkang.

Bagnaia akhirnya dipindahkan ke Ducati Lenovo Team untuk jadi pengganti Dovizioso, dan kembali bertandem dengan Miller. Keduanya pun dikenal sebagai duet paling harmonis di MotoGP saat ini karena tak pernah cekcok meski sama-sama kompetitif.

3 dari 6

Miguel Oliveira/Brad Binder

Miguel Oliveira/Brad Binder
Miguel Oliveira dan Brad Binder © KTM/MotoGP.com

Tim lama: Red Bull KTM Ajo di Moto3 2015 dan Moto2 2017-2018

Tim sekarang: Red Bull KTM Factory Racing di MotoGP

Sama seperti Miller-Bagnaia, Miguel Oliveira dan Brad Binder juga dikenal sebagai salah satu duet pembalap yang sangat akur. Keduanya bahkan tak pernah malu-malu menyatakan bahwa mereka berteman baik.

Semua ini berawal ketika mereka bertandem di Red Bull KTM Ajo Moto3 pada 2015. Pada 2016, Oliveira naik ke Moto2 bersama Leopard Racing. Namun, akibat performa yang tak kompetitif, ia kembali ke KTM Ajo, yang kebetulan melebarkan sayap ke kelas Moto2 pada 2017.

Pada tahun yang sama, Binder juga naik ke Moto2 usai menjuarai Moto3 2016. Uniknya, pembalap yang sama-sama kelahiran tahun 1995 ini kembali bertandem di Red Bull KTM Factory Racing di MotoGP mulai musim 2021.

4 dari 6

Enea Bastianini/Fabio di Giannantonio

Enea Bastianini/Fabio di Giannantonio
Duet pembalap Gresini Racing, Enea Bastianini dan Fabio di Giannantonio. © Gresini Racing

Tim lama: Honda Gresini Racing di Moto3 2015-2016

Tim sekarang: Ducati Gresini Racing di MotoGP

Enea Bastianini dan Fabio di Giannantonio sudah saling kenal sejak keduanya masih turun di ajang minimoto Italia. Uniknya, mereka dipertemukan dalam tim yang sama saat turun di Moto3 pada 2015 dan 2016, yakni oleh Honda Gresini.

Pada 2017, keduanya pun berpisah, ketika Bastianini membela tim-tim lain baik di Moto3 dan Moto2. Giannantonio sendiri juga sempat membela tim lain ketika naik ke Moto2, sebelum kembali ke Gresini pada 2021 dengan opsi naik ke MotoGP pada 2022.

Bastianini naik ke MotoGP 2021 bersama Avintia Esponsorama. Namun, Avintia mundur dari MotoGP pada 2022, sementara Gresini melepaskan diri dari Aprilia Racing untuk jadi tim satelit Ducati. Alhasil, Bestia dan Diggia pun kembali setim di Gresini mulai tahun ini.

5 dari 6

Luca Marini/Marco Bezzecchi

Luca Marini/Marco Bezzecchi
Duet Mooney VR46 Racing Team, Marco Bezzecchi dan Luca Marini © Mooney VR46 Racing Team

Tim lama: Sky Racing VR46 di Moto2 2020

Tim sekarang: Mooney VR46 Racing Team di MotoGP

Luca Marini dan Marco Bezzecchi sama-sama merupakan anggota VR46 Riders Academy sejak belia, dan mereka pun kerap menghabiskan waktu bersama baik di dalam maupun luar trek.

Keduanya pun dapat kesempatan bertandem dalam tim balap milik Valentino Rossi, yakni Sky Racing VR46, di Moto2 pada 2020, di mana Marini jadi runner up, sementara Bezzecchi menduduki peringkat keempat.

Marini pun naik ke MotoGP terlebih dahulu pada 2021 bersama Sky VR46 Avintia. Musim ini, tim tersebut berubah menjadi Mooney VR46 Racing Team dan menurunkan dua pembalap. Bezzecchi pun diminta jadi rider kedua, sehingga kedua rider Italia ini pun 'reuni'.

6 dari 6

Remy Gardner/Raul Fernandez

Remy Gardner/Raul Fernandez
Duet pembalap Tech 3 KTM Factory Racing, Raul Fernandez dan Remy Gardner © Twitter/Tech 3 KTM

Tim lama: Red Bull KTM Ajo di Moto2 2021

Tim sekarang: Tech 3 KTM Factory Racing di MotoGP

Remy Gardner dan Raul Fernandez jadi pusat perhatian MotoGP saat bertandem di Red Bull KTM Ajo sepanjang Moto2 2021. Pasalnya, mereka sangat sengit berebut gelar, yang akhirnya jatuh ke tangan Gardner dengan keunggulan empat poin saja dari Fernandez.

Usai memilih mendepak Danilo Petrucci dan Iker Lecuona dari Tech 3 KTM Factory Racing, KTM pun memutuskan menggaet Gardner dan Fernandez untuk menggantikan mereka dan kembali menjadikan mereka sebagai rekan setim.

Kembali bertandemnya Gardner dan Fernandez ini pun membuat seisi paddock penasaran. Pasalnya, meski terlihat akur sepanjang 2021, Fernandez pada akhir musim menyebut Gardner selama ini dianakemaskan oleh KTM Ajo dan ia mengaku bertekad akan balas dendam pada 2022.