
Bola.net - - Sebagian penggemar Timnas Italia pastinya masih ingat dengan kontroversi di laga babak 16 besar Piala Dunia 2002 kontra Korea Selatan dulu. Setelah 17 tahun terlewati, sang wasit yang mendapat sorotan tajam akhirnya angkat bicara.
Ada banyak kontroversi dalam laga yang berakhir dengan kedudukan 2-1 untuk kemenangan Korea Selatan itu. Salah satunya berujung pada kartu merah Francesco Totti pada babak perpanjangan waktu, tepatnya di menit ke-103.
Selain itu juga, gol Damiano Tomassi yang seharusnya bisa mengantar Italia ke babak perempat final pun dianulir lantaran dianggap offside. Belum lagi dengan penalti kontroversial untuk Korea Selatan yang berhasil diselamatkan oleh kiper Gli Azzurri, Gianluigi Buffon.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Mengaku Salah
Sang wasit, Byron Moreno, mendapatkan sorotan tajam pasca pertandingan. Ia dianggap sebagai alasan utama mengapa perjalanan Italia harus terhenti di babak 16 besar. Beberapa keputusannya seolah menguntungkan Korea Selatan selaku tuan rumah.
Beberapa tahun kemudian, Moreno terlibat kasus hukum akibat mencoba membawa 13 kilogram narkotika masuk ke Amerika Serikat. Alhasil, pria yang kini berumur 49 tahun itu harus mendekam dalam tahanan selama 26 bulan lamanya.
Setelah sekian lamanya, ia akhirnya angkat bicara soal laga antara Korea Selatan vs Italia yang dipimpinnya tersebut. Meski mengaku bahwa dirinya melakukan banyak kesalahan dalam pengambilan keputusan, ia tetap bersikukuh tak ingin meminta maaf.
"Saya mungkin telah membuat beberapa keputusan yang salah, tapi saya tak perlu meminta maaf," tutur Moreno kepada Futbol Sin Cassette.
Nilai Delapan untuk Diri Sendiri
Bahkan, Moreno meyakini bahwa performanya pada saat itu pantas untuk diganjar nilai yang tinggi. Sebab, ada beberapa keputusan yang memang dirasanya benar untuk diambil, dan sebagian kontroversi lainnya terjadi karena luput dari penglihatannya.
"Saya memberikan nilai delapan kepada diri saya sendiri. Darah [Francesco] Coco dikarenakan kontak dengan Gattuso dan bukan karena pemain Korea. Untuk tendangan di kepala Maldini, ada banyak pemain di depan saya jadi sangat sulit untuk melihatnya," lanjutnya.
"Untuk Totti, itu bukan penalti: Saya melihat pemain Korea menyentuh bola pertama kali lalu sang pemain. Saya melihat ke arah asisten wasit dan beranggapan bahwa itu adalah diving. Harus diakui bahwa gol offside Italia harusnya disahkan, tapi bagaimana saya membuat keputusan dari tempat saya berdiri?" tambahnya.
"Saya harus tahu dari hakim garis. Dia mengangkat benderanya dan saya mengikutinya. Saat Totti dikartu merah, para pemain Italia berbicara kepada saya dalam bahasa Italia dan saya paham, sebab itu sama dengan bahasa Spanyol," tandasnya.
Perjalanan Korea Selatan
Setelah menyingkirkan Italia, Korea Selatan juga sukses mendepak Spanyol melalui adu penalti dan bertemu Jerman di babak semifinal. Mereka akhirnya harus pasrah lantaran skuat asuhan Rudi Voller itu berhasil menang dengan skor tipis 1-0.
Baca Juga:
- Mancini Kutuk Tindakan Rasis yang Menimpa Wonderkid Juventus
- Kritik Timnas Italia, Dario Hubner: Terlalu Banyak Pemain Muda
- Tampil Impresif, Juventus Ngebet Perpanjang Kontrak Moise Kean
- Kean dan Quagliarella Bersinar, Mancini Tetap Sisakan Ruang untuk Balotelli
- Piala Eropa 2020, Mancini Berencana Bawa Pencetak Gol Tertua Italia
Advertisement
Berita Terkait
-
Asia 12 Agustus 2026 23:23Skandal Layanan 'Pijat' untuk Wasit Asing Guncang Federasi Sepak Bola Korea Selatan
-
Piala Dunia 30 Juli 2026 08:22Carlo Ancelotti Ungkap Alasan Menolak Tawaran Melatih Timnas Italia
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 18 Agustus 2026 09:27FIFA Pecat COO Kevin Lamour Usai Menentang Gianni Infantino
-
piala dunia 13 Agustus 2026 05:18Xavi Resmi Jadi Pelatih Timnas Belanda hingga Piala Dunia 2030
-
piala dunia 12 Agustus 2026 11:21Paolo Maldini Ungkap Pep Guardiola Nyaris Jadi Pelatih Timnas Italia
SOROT
-
Liputan6 26 Agustus 2026 22:16Ditahan KPK, Gatot Heroe Diduga Terima Suap Rp 3,25 Miliar
-
Liputan6 26 Agustus 2026 21:41Rumah di Pluit Kebakaran
-
Liputan6 26 Agustus 2026 20:24Rabu Malam, Massa Mulai Padati DPR dan Bikin Posko
-
Liputan6 26 Agustus 2026 20:08Polisi Pastikan Lalu Lintas Jakarta Tetap Normal Saat Demo DPR
-
Liputan6 26 Agustus 2026 20:06Telepon BRIN, Prabowo Minta Teknologi Ubah Air Laut jadi Tawar untuk NTT
-
Liputan6 26 Agustus 2026 19:51Infografis Hattrick Pesawat Bermasalah di Bandara Sultan Hasanuddin
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333443/original/074340000_1787757372-IMG-20260826-WA0230.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5256535/original/073242500_1750241429-kebakaran5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333387/original/081299000_1787750999-85650.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333405/original/041099300_1787753130-WhatsApp_Image_2026-08-26_at_21.04.36.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333262/original/076052700_1787739663-IMG-20260826-WA0033.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333373/original/096158800_1787748801-Codex_Image_Aug_26__2026__06_44_03_PM.jpg)
