Rodrygo Bangkit di Real Madrid: Dari Terpinggirkan Jadi Andalan Xabi Alonso

Rodrygo Bangkit di Real Madrid: Dari Terpinggirkan Jadi Andalan Xabi Alonso
Pemain Real Madrid Rodrygo merayakan gol pembuka yang ia cetak dalam laga Liga Champions melawan Manchester City, Kamis, 11 Desember 2025. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Bola.net - Musim panas lalu, masa depan Rodrygo di Real Madrid terlihat hampir berakhir. Penyerang Brasil itu tersisih dari rencana tim dan lebih sering menghabiskan waktu di bangku cadangan ketimbang di lapangan.

Minat dari sejumlah klub besar Eropa muncul, namun Madrid tetap menjadi tempat yang terasa semakin sempit baginya. Di tengah ketidakpastian itu, Rodrygo memilih bertahan.

Keputusan tersebut kini berbuah manis. Setelah melewati periode sulit, Rodrygo perlahan menemukan kembali perannya dan mulai membalas kepercayaan Xabi Alonso dengan kontribusi nyata di atas lapangan.

1 dari 4 halaman

Dari Harapan Besar Menuju Bangku Cadangan

Dari Harapan Besar Menuju Bangku Cadangan

Pemain Real Madrid, Rodrygo (kiri), berebut bola dengan pemain Manchester City Nico Gonzalez dalam laga Liga Champions, Kamis, (11/12/2025). (c) AP Photo/Manu Fernandez

Sejak bergabung dengan Real Madrid dari Santos pada 2019, Rodrygo selalu berada di persimpangan antara potensi besar dan peran yang tidak menentu. Ia mencetak gol-gol penting di Liga Champions dan ikut merasakan gelar La Liga, namun konsistensi peran tak pernah benar-benar ia dapatkan.

Bahkan pada musim 2023/2024, yang menjadi salah satu periode tersibuknya, Rodrygo hanya menjadi starter dalam 28 laga liga dan jarang menyelesaikan pertandingan penuh. Kontribusi 15 gol dan assist di La Liga tak cukup mengamankan posisinya.

Situasi memuncak pada fase akhir musim lalu. Usai jeda internasional Maret, Rodrygo hanya dua kali menjadi starter dari 10 laga terakhir liga. Ia bahkan tidak dimainkan sama sekali sepanjang Mei, termasuk saat laga penentuan gelar melawan Barcelona.

Kala itu, Carlo Ancelotti menyebut absennya Rodrygo sebagai keputusan teknis. Pelatih Italia itu menegaskan sang pemain tetap penting, namun fakta di lapangan berkata lain. Tidak lama berselang, Ancelotti digantikan oleh Xabi Alonso, dan nasib Rodrygo belum juga berubah.

2 dari 4 halaman

Kebuntuan Posisi di Era Xabi Alonso

Kebuntuan Posisi di Era Xabi Alonso

Marc Roca berduel dengan Rodrygo dalam laga La Liga antara Real Madrid vs Real Betis di Santiago Bernabeu, 4 Januari 2026 (c) AP Photo/Pablo Garcia

Masalah utama Rodrygo bukan pada kualitas, melainkan posisi. Bahkan Jude Bellingham sempat menyebutnya sebagai pemain paling berbakat secara teknis di skuad Madrid. Namun bakat itu sulit ditempatkan dalam sistem yang kaku.

Rodrygo sendiri pernah mengakui bahwa ia lebih nyaman bermain sebagai penyerang kedua atau gelandang serang, bukan winger murni. Di era Ancelotti, ia kerap dipasang melebar dan hanya sesekali dimainkan di tengah sebagai pengganti Karim Benzema.

Di bawah Alonso, tuntutan peran justru lebih spesifik. Pemain sayap kanan harus menjaga lebar atau menusuk ke dalam dengan pola jelas. Rodrygo yang gemar bergerak di half-space kanan dan masuk ke tengah dianggap tidak cocok.

Akibatnya, pada awal musim, Rodrygo lebih sering duduk di bangku cadangan. Alonso memilih opsi lain seperti Brahim Diaz atau Franco Mastantuono, sementara Kylian Mbappe diberi kebebasan penuh di lini depan.

3 dari 4 halaman

Titik Balik di Bulan Desember

Perubahan datang pada Desember, diawali oleh absennya Mbappe akibat cedera jelang laga Liga Champions melawan Manchester City. Alonso memasang Rodrygo di sisi kanan dalam skema 4-4-2.

Madrid memang kalah 1-2, tetapi Rodrygo mencetak gol dan tampil sebagai pemain terbaik tim. Momen pelukannya dengan Alonso setelah mencetak gol menjadi simbol kepercayaan yang mulai tumbuh.

“Setelah gol itu, saya memeluk Xabi untuk menunjukkan persatuan tim. Saya tahu momen itu penting,” kata Rodrygo seusai laga.

Empat hari kemudian, ia kembali mencetak gol penentu kemenangan atas Alaves. Meski sempat kembali ke bangku cadangan di Copa del Rey, Rodrygo dipercaya tampil sejak awal melawan Sevilla dan berkontribusi langsung pada dua gol kemenangan.

4 dari 4 halaman

Kontribusi Nyata dan Kepercayaan Baru

Puncaknya terjadi saat Madrid menghajar Real Betis 5-1. Rodrygo menyumbang dua assist dalam laga yang disebut sebagai performa terbaik tim di era Alonso.

Jika dirangkum, Rodrygo mencatat dua gol, tiga assist, dan memenangkan satu penalti dalam empat laga starter terakhirnya. Angka itu kontras dengan periode panjang ketika ia nyaris tak mendapat menit bermain.

Menariknya, kebangkitan ini datang saat Rodrygo belum berada di performa puncak. Kritik lama tentang inkonsistensi masih relevan, mengingat ia kerap tampil sebagai pemain momen, bukan pengendali permainan.

Namun secara taktis, perannya kini lebih jelas. Dari yang sebelumnya sering menggantikan Vinicius Junior di sisi kiri, Rodrygo kembali menemukan ruang di kanan, dengan dampak lebih besar dalam permainan terbuka maupun bola mati.