FOLLOW US:


5 Pelajaran Laga Arsenal vs Slavia Praha: Meriam Kok Melempem?

09-04-2021 09:03

 | Yaumil Azis

5 Pelajaran Laga Arsenal vs Slavia Praha: Meriam Kok Melempem?
Aksi Bukayo Saka di laga Arsenal vs Slavia Praha, Liga Europa 2020/21. © AP Photo

Bola.net - Arsenal masih menantikan kemenangan yang sudah lama tidak menghampirinya. Pada Jumat (9/4/2021), pasukan Mikel Arteta tersebut hanya mampu meraih hasil imbang 1-1 melawan Slavia Praha di laga leg pertama perempat final Liga Europa.

Penampilan the Gunners kali ini tidak begitu mengesankan. Mereka mampu diimbangi oleh Slavia Praha yang menyandang status tim kuda hitam. Lini serang mereka selalu menemui jalan buntu tiap kali ingin membongkar pertahanan sang lawan.

Mereka baru bisa menciptakan gol ketika pertandingan tinggal menyisakan empat menit lewat aksi Nicolas Pepe. Sayangnya, Arsenal gagal menutup pertandingan dengan kemenangan setelah Tomas Holes mencetak gol di masa injury time.

Ada 5 pelajaran penting yang Bolaneters, khususnya fans Arsenal, bisa petik dari pertandingan kali ini. Informasi selengkapnya bisa disimak dengan melakukan scroll ke bawah.

1 dari 5

Meriam yang Melempem

Ketika berbicara soal hal yang berbau senjata di dunia sepak bola, sudah jelas akan mengarah ke lini depan. Arsenal memiliki julukan meriam, namun saat ini meriam tersebut sedang melempem.

Mereka memang sudah mengumpulkan enam gol dari lima laga terakhir di semua kompetisi. Namun perlu dicatat bahwa ada dua laga di mana mereka gagal mencetak gol, yakni ketika melawan Olympiakos dan Liverpool.

Laga melawan Slavia menunjukkan kualitas mereka dalam urusan menjebol gawang lawan. Ada beberapa peluang emas yang gagal dikonversi jadi gol, seperti peluang Bukayo Saka dan Alexandre Lacazette yang tinggal berhadapan dengan penjaga gawang.

2 dari 5

Pergantian Bertubi-tubi Arsenal

Arsenal total dalam mengejar gol pertamanya. Mikel Arteta bahkan sampai melakukan pergantian pemain secara bertubi-tubi di babak kedua, yang semuanya melibatkan pemain menyerang.

Rangkaian pergantian pemain dimulai pada menit ke-73, yakni ketika Arteta menarik keluar Willian untuk memainkan Gabriel Martinelli. Lima menit setelahnya, mereka membuat tiga pergantian sekaligus.

Bukayo Saka digantikan oleh Nicolas Pepe, Mohamed Elneny masuk menggantikan Thomas Partey, dan Lacazette ditarik guna memainkan Pierre-Emerick Aubameyang. Hasilnya, Pepe sukses mencetak gol dengan memanfaatkan assist dari Aubameyang.

3 dari 5

Pentingnya Sosok Bukayo Saka

Kolumnis Daily Mail, Martin Samuel, pernah mengungkapkan kalau Saka pantas dijadikan poros pembangunan ulang Arsenal. Dan pada dinihari tadi, pemain berusia 19 tahun itu membuktikan setiap kata Samuel dengan penampilan yang gemilang.

Memang, Saka tidak membubuhkan namanya di papan skor. Ia bahkan gagal memanfaatkan peluang emas yang didapatkan pada menit ke-29. Terlepas dari itu, ia tampil memukau dan menjadi nyawa permainan Arsenal di lini depan.

Whoscored memberikan rating 7.3 untuk Saka, sama seperti Tomas Holes yang dinobatkan sebagai man of the match. Pada beberapa kesempatan di pertandingan, Saka membuat umpan dan aksi-aksi dribbling yang merepotkan lini pertahanan lawan.

4 dari 5

Pelapis yang Sepadan Buat Tierney

Tidak bisa dimungkiri, Kieran Tierney adalah salah satu pemain penting di lini pertahanan Arsenal. Tidak hanya handal dalam menghentikan serangan lawan, ia juga kerap melakukan tusukan dari sisi sayap untuk membantu lini serang.

Sayang, permasalahan yang dialaminya cukup pelik. Tierney begitu rentan terhadap cedera. Imbasnya, ia harus absen dalam laga kali ini. Sebagai penggantinya, Mikel Arteta memainkan Cedric Soares di sisi kiri pertahanan.

Soares sendiri lebih dikenal sebagai bek kanan. Namun, Arteta tidak punya pilihan lain karena Sead Kolasinac telah dibiarkan pergi tanpa pengganti. Untungnya, Soares menunjukkan penampilan yang apik hingga sisi kiri pertahanan the Gunners sulit ditembus.

5 dari 5

Menanti Clean Sheet Terbaru Arsenal

Keroposnya lini pertahanan menjadi salah satu penyakit kronis yang telah dialami Arsenal selama beberapa tahun terakhir. Dan sepertinya, penyakit tersebut sudah mencapai tahap yang sangat parah.

Dalam setiap bursa transfer, baik musim panas maupun dingin, Arsenal telah mencoba memperbaikinya dengan mendatangkan bekberkualitas. Mulai dari David Luiz hingga Gabriel Magalhaes. Namun sampai sekarang, masalah itu belum juga teratasi.

Menurut catatan, Arsenal belum pernah mendapatkan clean sheet lagi sejak bermain imbang melawan Manchester United pada bulan Januari lalu. Ini adalah laga ke-14 di mana Arsenal gagal membuat gawangnya bersih dari kebobolan selama 90 menit permainan.

(Mirror)