Sebelum Bantai Celtic, Shakhter Sembelih Domba di Lapangan
Editor Bolanet | 21 Agustus 2013 17:30
- Kejutan besar terjadi di laga playoff Liga Champions musim ini saat raksasa Skotlandia, Glasgow Celtic, ditumbangkan pendatang baru Shakhter Karagandy dengan skor meyakinkan 0-2.
Ternyata ada ritual khusus yang dilakukan oleh juara asal Kazakhstan tersebut jelang pertandingan lawan Celtic. Pelatih Viktor Kumykov mengakui bahwa timnya menyembelih seekor domba di lapangan, sehari sebelum laga digelar.
Kami hanya meneruskan tradisi. Para pemain menganggap laga playoff adalah hal baru dan kami tidak ingin melanggar tradisi ini, ungkap Kumykov di website resmi klub.
Website lokal vesti.kz menungkapkan bahwa pemuka agama dari masjid setempat juga diundang sebagai saksi ritual kurban ini dan mengupload foto dari domba hitam yang telah selesai disembelih.
Ilustrasi domba hitam. (c) AFP
Kazakhstan, negara yang 70% penduduknya beragama muslim, menganggap bahwa ritual kurban ini akan mampu mendatangkan keberuntungan jelang momen-momen penting.
Sama seperti di Indonesia, hasil penyembelihan tersebut dibagikan kepada orang-orang yang kurang mampu.
Manajer Celtic, Neil Lennon, menyatakan kagum dengan apa ritual yang dilakukan Shakhter tersebut, suatu hal yang belum pernah ditemuinya sepanjang berkecimpung di dunia sepakbola.
Anda harus respek terhadap hal tersebut, di sini memang kuklturnya berbeda. Para pemain memiliki kepercayaannya masing-masing. Manusia terdiri dari banyak kelompok yang tersebar di berbagai belahan dunia. Perbedaan kepercayaan adalah sesuatu yang harus kita hargai, ungkap pelatih asal Irlandia Utara tersebut. [initial]
Ternyata ada ritual khusus yang dilakukan oleh juara asal Kazakhstan tersebut jelang pertandingan lawan Celtic. Pelatih Viktor Kumykov mengakui bahwa timnya menyembelih seekor domba di lapangan, sehari sebelum laga digelar.
Kami hanya meneruskan tradisi. Para pemain menganggap laga playoff adalah hal baru dan kami tidak ingin melanggar tradisi ini, ungkap Kumykov di website resmi klub.
Website lokal vesti.kz menungkapkan bahwa pemuka agama dari masjid setempat juga diundang sebagai saksi ritual kurban ini dan mengupload foto dari domba hitam yang telah selesai disembelih.
Kazakhstan, negara yang 70% penduduknya beragama muslim, menganggap bahwa ritual kurban ini akan mampu mendatangkan keberuntungan jelang momen-momen penting.
Sama seperti di Indonesia, hasil penyembelihan tersebut dibagikan kepada orang-orang yang kurang mampu.
Manajer Celtic, Neil Lennon, menyatakan kagum dengan apa ritual yang dilakukan Shakhter tersebut, suatu hal yang belum pernah ditemuinya sepanjang berkecimpung di dunia sepakbola.
Anda harus respek terhadap hal tersebut, di sini memang kuklturnya berbeda. Para pemain memiliki kepercayaannya masing-masing. Manusia terdiri dari banyak kelompok yang tersebar di berbagai belahan dunia. Perbedaan kepercayaan adalah sesuatu yang harus kita hargai, ungkap pelatih asal Irlandia Utara tersebut. [initial]
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Piala Presiden 2026: Pemain Baru Arema FC Mulai Menjanjikan
Bola Indonesia 29 Juli 2026, 21:09
-
Tottenham Menang Adu Penalti atas Sydney FC, Mathys Tel Curi Perhatian
Liga Inggris 29 Juli 2026, 19:58
-
Demi Rodri, Real Madrid Mulai Buka Negosiasi dengan Manchester City
Liga Spanyol 29 Juli 2026, 19:41
-
Chelsea Punya 5 Wonderkid yang Siap Meledak pada Musim 2026/2027
Liga Inggris 29 Juli 2026, 18:44
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang Bisa Diburu Liverpool
Editorial 29 Juli 2026, 13:16



















