Donnarumma vs Sommer di Final UCL 2025: Siapa Lebih Tangguh?
Richard Andreas | 30 Mei 2025 11:33
Bola.net - Final Liga Champions 2025 akan menyajikan pertarungan antara PSG dan Inter Milan, dua tim yang menunjukkan performa impresif sepanjang musim.
Salah satu aspek krusial yang akan sangat memengaruhi hasil pertandingan ini adalah peran penjaga gawang, dengan Gianluigi Donnarumma di kubu PSG dan Yann Sommer di pihak Inter Milan.
Kedua kiper ini telah menjadi pilar pertahanan tim masing-masing, menunjukkan catatan statistik yang mengesankan di Liga Champions musim ini. Performa mereka dipastikan akan menjadi penentu hasil akhir di laga puncak ini.
Donnarumma, kiper muda Italia berusia 26 tahun, telah lama diakui sebagai salah satu penjaga gawang terbaik di dunia. Dengan postur menjulang dan refleks luar biasa, ia menjadi benteng kokoh bagi PSG, terutama ketika menghadapi tekanan di pertandingan-pertandingan krusial.
Sementara itu, Sommer, kiper veteran Swiss berusia 36 tahun, membuktikan bahwa usia hanyalah angka dengan ketenangan dan konsistensi yang membawa Inter melaju jauh.
Mulai dari penyelamatan krusial hingga pengambilan keputusan di momen genting, baik Donnarumma maupun Sommer telah menarik perhatian publik. Siapakah yang akan tampil lebih unggul di panggung terbesar klub Eropa ini?
Donnarumma: Tembok Hidup PSG di Liga Champions

Gianluigi Donnarumma menunjukkan penampilan yang luar biasa sepanjang kampanye Liga Champions 2024/2025, terutama dalam fase gugur.
Saat PSG menyingkirkan Liverpool di babak 16 besar, Donnarumma tampil sebagai pahlawan dengan menyelamatkan dua tendangan penalti dari Darwin Nunez dan Curtis Jones, memastikan kemenangan melalui adu penalti. Penampilannya di Anfield membuktikan ketenangannya di bawah tekanan, dengan 14 tinjuan bola, menjadikannya kiper dengan intervensi tinjuan terbanyak di kompetisi ini.
Di babak semifinal melawan Arsenal, Donnarumma kembali bersinar. Ia melakukan total 10 penyelamatan selama dua leg, termasuk momen krusial saat menepis tembakan Gabriel Martinelli dan Bukayo Saka di leg kedua.
Meskipun sempat kebobolan, ia berhasil menjaga stabilitas lini belakang PSG, membantu timnya lolos dengan agregat 3-1. Statistik dari FootyStats menunjukkan Donnarumma mencatatkan 5 clean sheet dari 14 pertandingan Liga Champions dengan persentase penyelamatan 70,45%.
Fokus dan konsistensi Donnarumma tidak terbantahkan, menjadikannya kandidat kuat untuk meraih Yashin Trophy 2025. Penampilannya di final akan menjadi yang pertama baginya di Liga Champions, sebuah panggung untuk membuktikan statusnya sebagai kiper elit dunia.
Sommer: Veteran Tangguh Inter Milan

Yann Sommer, di usianya yang ke-36 tahun, menunjukkan performa yang tidak kalah impresif.
Dalam laga semifinal melawan Barcelona, kiper Swiss ini mencatatkan tujuh penyelamatan di leg pertama, meskipun sempat mencetak gol bunuh diri. Di leg kedua, Sommer menjadi kunci kemenangan dramatis Inter dengan skor 4-3 setelah berhasil menggagalkan dua peluang emas Lamine Yamal di babak perpanjangan waktu, sehingga mendapatkan rating 8,1 dari Sofascore.
Sepanjang musim Liga Champions 2024/2025, Sommer membantu Inter menjaga gawang tetap bersih dalam tujuh dari delapan pertandingan fase grup, hanya kebobolan satu gol.
Konsistensinya dalam membaca permainan dan kemampuan ambidextrous (menggunakan kedua tangan dengan baik) menjadi keunggulan, meskipun posturnya lebih kecil dibandingkan Donnarumma. Sommer juga unggul dalam distribusi bola, dengan 395 umpan sukses dari 14 laga, menunjukkan perannya dalam membangun serangan dari lini belakang.
Performa Sommer di bawah tekanan, terutama di pertandingan-pertandingan besar, membuatnya mendapat pujian sebagai salah satu kiper yang paling diremehkan di Eropa.
Meskipun kalah pengalaman di final Liga Champions dibandingkan musim Scudetto-nya bersama Inter, ketenangannya di lapangan menjadi senjata utama. Duel melawan Donnarumma di final akan menguji kemampuan Sommer untuk tetap stabil menghadapi lini serang PSG yang dipimpin Ousmane Dembele dan Vitinha.
Perbandingan Langsung: Siapa yang Lebih Unggul?

Donnarumma dan Sommer memiliki gaya yang kontras namun sama-sama efektif. Donnarumma unggul dalam duel udara dan refleks cepat, dengan 37 penyelamatan dari 51 tembakan yang dihadapinya di Liga Champions musim ini.
Ia juga memiliki keunggulan fisik dengan tinggi 1,96 meter, memudahkannya mengatasi bola-bola silang dan tendangan jarak jauh. Namun, ia terkadang dinilai kurang konsisten dalam pengambilan keputusan, seperti yang terlihat pada momen kontroversial melawan Arsenal.
Sebaliknya, Sommer menonjol dalam ketenangan dan distribusi bola, dengan 148 umpan panjang sukses dari 14 laga. Meskipun hanya mencatatkan 4 clean sheet dibandingkan 5 milik Donnarumma, ia menghadapi lebih sedikit tembakan (44 tembakan) berkat organisasi pertahanan Inter yang solid.
Kekurangan Sommer adalah postur tubuhnya yang lebih kecil (1,83 meter), yang terkadang membuatnya kesulitan dalam duel udara dibandingkan Donnarumma.
Keduanya sama-sama menjadi pahlawan di babak semifinal, namun Donnarumma sedikit lebih unggul dalam momen-momen krusial seperti adu penalti, sementara Sommer lebih konsisten dalam fase grup.
Jangan Lewatkan!
Profil Nasser Al-Khelaifi: Anak Nelayan yang Kini Jadi Raja di PSG
Jadwal Final Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV, 1 Juni 2025
Prestasi PSG dan Inter Milan di Liga Champions: Siapa yang Lebih Mengakar di Eropa?
Final Liga Champions 2025: PSG vs Inter Milan, Siapa Punya Skuad Termahal?
Beppe Marotta: Otak Kebangkitan Juventus dan Inter Milan, Target Liga Champions di Depan Mata
Jadwal Final Liga Champions
Final UCL 2024/2025
- Pertandingan: PSG vs Inter Milan
- Stadion: Allianz Arena
- Hari: Minggu, 1 Juni 2025
- Kick off: 02:00 WIB
- Siaran langsung: SCTV
- Live streaming: Vidio >>> (((klik di sini)))
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Dibantai Como, Leipzig Tampil Jauh di Bawah Standar
Liga Champions 11 September 2026, 14:11
-
Leipzig Hancur di Markas Como, Demichelis: 2 Gol Pertama Hadiah
Liga Champions 11 September 2026, 14:06
-
Malam Bersejarah yang Sempurna di Tepi Danau Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:02
-
Bayern Munchen dan Kesabaran yang Berbuah Manis
Liga Champions 11 September 2026, 13:20
-
20 Menit yang Sangat Sulit bagi Bodo/Glimt
Liga Champions 11 September 2026, 13:12
LATEST UPDATE
-
Elliot Anderson Puji Bintang MU Ini: Dia Pemain Top!
Liga Inggris 15 September 2026, 00:13
-
Juventus Ngidam Super-sub Arsenal Ini?
Liga Italia 14 September 2026, 23:42
-
Kalah di Derby Manchester, MU Janji Bakal Lekas Bangkit!
Liga Inggris 14 September 2026, 23:30
-
Baru Menang Sekali di EPL 2026/2027, Nasib Michael Carrick di MU Masih Aman?
Liga Inggris 14 September 2026, 23:08
-
Bukan Haaland, Dua Pemain Ini Dinilai Berjasa Besar Hantarkan Man City Kalahkan MU!
Liga Inggris 14 September 2026, 20:40
-
Shin Tae-yong Kirim Pesan Penting usai Persija Sapu Bersih 2 Laga Awal BRI Super League
Bola Indonesia 14 September 2026, 20:19
-
Menuju MotoGP Mandalika 2026, Pertamina Bawa Atmosfer Balap Lebih Dekat ke Masyarakat Indonesia
Otomotif 14 September 2026, 19:51
-
Nama: Erling Haaland, Hobi: Membobol Gawang Manchester United!
Liga Inggris 14 September 2026, 19:41
-
Ketika Jose Mourinho Jatuh Hati Pada Arda Guler
Liga Spanyol 14 September 2026, 19:32
-
Sesumbar Lamine Yamal: Saya Lebih Layak Menangkan Ballon d'Or Ketimbang Mbappe!
Liga Spanyol 14 September 2026, 19:22
-
Kalah dari Sassuolo, Juventus Masih Percaya Luciano Spalletti
Liga Italia 14 September 2026, 19:03
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33




