Leipzig Hancur di Markas Como, Demichelis: 2 Gol Pertama Hadiah

Gia Yuda Pradana | 11 September 2026 14:06
Leipzig Hancur di Markas Como, Demichelis: 2 Gol Pertama Hadiah
Pemain Como Anastasios Douvikas (tengah atas) merayakan gol bersama rekan-rekan setimnya dalam laga Liga Champions antara Como vs Leipzig di Como, Italia, Kamis, 10 September 2026 (c) AP Photo/Luca Bruno

Bola.net - RB Leipzig mengawali Liga Champions 2026-27 dengan kekalahan telak 1-4 dari Como di Stadio Giuseppe Sinigaglia. Pelatih Martin Demichelis kecewa berat setelah lini belakang timnya memberikan peluang mudah kepada tuan rumah.

Como tampil meyakinkan dalam debut bersejarah mereka di kompetisi Eropa setelah menunggu 119 tahun. Martin Baturina, Tasos Douvikas, Assane Diao, dan Maximo Perrone mencetak gol untuk membawa wakil Italia tersebut meraih kemenangan besar.

Advertisement

Hasil ini juga membuat Como menjadi klub Italia kedua yang mencetak setidaknya empat gol dalam debut European Cup atau Liga Champions. Mereka menyamai pencapaian Sampdoria yang pernah menang 4-0 atas Rosenborg pada 1991.

1 dari 4 halaman

Demichelis Kritik Pertahanan Leipzig

Demichelis tidak menutupi kekecewaannya terhadap performa Leipzig di lini belakang. Kesalahan Ridle Baku dalam membuang bola memberi kesempatan bagi Baturina untuk membuka keunggulan Como.

Baturina kemudian kembali berperan dalam gol kedua tuan rumah. Umpannya berhasil membelah pertahanan yang dikawal Castello Lukeba sebelum Douvikas menggandakan keunggulan.

Demichelis menilai kesalahan tersebut tidak seharusnya terjadi di level Liga Champions. "Sulit memberikan analisis yang tepat saat ini. Lawan jauh lebih baik daripada kami," ujar Demichelis.

2 dari 4 halaman

2 Gol Pertama Jadi Hadiah

Pelatih asal Argentina itu juga menyoroti buruknya struktur Leipzig ketika kehilangan bola. Menurutnya, timnya tidak mampu menjaga organisasi permainan untuk menghadapi serangan Como.

"Kami membutuhkan struktur yang lebih baik saat tanpa bola, tetapi itu tidak terjadi. Dua gol pertama adalah hadiah. Anda tidak bisa bertahan seperti itu di level ini," kata Demichelis.

Leipzig sebenarnya meningkatkan penguasaan bola setelah turun minum. Namun, Como tetap mampu memanfaatkan serangan pertama mereka pada babak kedua untuk mencetak gol melalui Diao.

3 dari 4 halaman

Perombakan Skuad Jadi Masalah

Demichelis turut membandingkan kematangan kedua tim dalam hal kerja sama di lapangan. Como telah bermain bersama selama sekitar tiga tahun dan memiliki identitas yang semakin kuat di bawah kepemilikan Djarum Group.

"Kami juga harus mengakui bahwa lawan sudah bermain bersama selama sekitar tiga tahun dan memiliki identitas yang jelas. Itu terlihat malam ini," ujar Demichelis.

Leipzig datang dengan delapan pemain baru dalam skuad sehingga proses membangun kekompakan masih berlangsung. "Kami memiliki delapan pemain baru di skuad. Itu juga terlihat. Pada babak kedua, kami lebih banyak menguasai bola, tetapi serangan pertama Como berujung gol. Sulit melihat hal positif saat ini," katanya.

Leipzig kini harus segera bangkit di Bundesliga sebelum kembali bertanding di Liga Champions. Mereka akan menghadapi PSV Eindhoven pada matchday kedua pada 13 Oktober dan perlu memperbaiki organisasi pertahanan sebelum laga tersebut.

Sumber: GOAL

4 dari 4 halaman

Klasemen