Pertahanan Buruk Leipzig, Kemenangan Telak Como
Gia Yuda Pradana | 11 September 2026 14:24
Bola.net - Como tampil gemilang saat menghancurkan RB Leipzig 4-1 pada matchday pertama fase liga Liga Champions 2026-27. Pelatih Leipzig, Martin Demichelis, mengakui timnya bertahan sangat buruk dan gagal menjalankan rencana permainan.
Martin Baturina dan Tasos Douvikas membawa tuan rumah unggul dua gol pada babak pertama. Assane Diao kemudian memperlebar keunggulan setelah jeda, sementara Andrija Maksimovic hanya mampu mencetak satu gol balasan sebelum Maximo Perrone mengunci kemenangan Como pada menit ke-90.
Leipzig sebenarnya memulai babak kedua dengan lebih agresif dan mampu menekan Como ke area pertahanan mereka. Namun, gol Diao ketika Leipzig sedang tampil lebih baik menjadi pukulan besar yang membuat upaya kebangkitan mereka semakin sulit.
Demichelis Akui Leipzig Bertahan Buruk
Demichelis menilai masalah terbesar Leipzig terletak pada permainan tanpa bola. Persiapan yang dilakukan sebelum pertandingan juga tidak cukup untuk membuat para pemain mampu meredam pergerakan para pemain Como.
"Ini pertandingan yang sulit malam ini. Saya pikir kami bertahan dengan sangat buruk," ujar Demichelis kepada UEFA.
"Kami sudah mempelajari bagaimana mereka bergerak, melakukan rotasi, dan mengatur posisi, tetapi dalam banyak fase pertandingan kami bertahan dengan buruk tanpa bola," lanjutnya. Leipzig juga gagal memanfaatkan penguasaan bola dengan baik pada babak pertama untuk menciptakan ancaman lebih besar.
Gol Ketiga Jadi Pukulan
Leipzig tampil lebih baik setelah turun minum dengan mengalirkan bola dan mendorong Como lebih dalam. Situasi tersebut membuat Demichelis melihat peluang bagi timnya untuk kembali ke pertandingan.
"Kami memulai babak kedua dengan sangat baik, menggerakkan bola dan mendorong mereka ke wilayah sendiri. Namun, ketika kami sedang berada dalam kondisi terbaik, mereka mencetak gol melalui serangan pertama mereka," kata Demichelis.
Pelatih asal Argentina itu menilai gol Diao memberikan pukulan secara mental kepada para pemainnya. Leipzig tetap berusaha menguasai pertandingan dan mencari celah, tetapi mereka tidak mampu memperbaiki organisasi pertahanan.
Leipzig Masih Membangun Identitas
Demichelis menilai kualitas dan intensitas Como bukan faktor utama yang membuat Leipzig kalah telak. Menurutnya, perbedaan terbesar berada pada kematangan kerja sama kedua tim.
"Como adalah tim yang melakukan rotasi dengan sangat baik dan sudah memiliki identitas yang sama selama tiga tahun. Kami baru mulai membentuk gaya bermain, dengan banyak pemain yang datang pada akhir bursa transfer dan baru bekerja bersama selama satu atau dua pekan," ujar Demichelis.
Kondisi tersebut menjadi pekerjaan besar bagi Leipzig untuk segera diperbaiki. "Kami akan terus bekerja dan berkembang," kata Demichelis setelah timnya gagal mengawali perjalanan Liga Champions dengan hasil positif.
Como kini mendapatkan modal berharga dari kemenangan telak tersebut, sedangkan Leipzig harus segera menemukan solusi sebelum pertandingan berikutnya. Kekalahan 1-4 memperlihatkan bahwa pembenahan organisasi pertahanan menjadi kebutuhan utama bagi tim Demichelis.
Sumber: UEFA.com
Klasemen
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kemenangan 4-1 Menunjukkan Level yang Mampu Dicapai Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:19
-
Fabregas Batasi Euforia Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:15
-
Dibantai Como, Leipzig Tampil Jauh di Bawah Standar
Liga Champions 11 September 2026, 14:11
-
Leipzig Hancur di Markas Como, Demichelis: 2 Gol Pertama Hadiah
Liga Champions 11 September 2026, 14:06
-
Malam Bersejarah yang Sempurna di Tepi Danau Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:02
LATEST UPDATE
-
Assane Diao Mewujudkan Mimpi di Malam Magis Bersama Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:33
-
Pertahanan Buruk Leipzig, Kemenangan Telak Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:24
-
Kemenangan 4-1 Menunjukkan Level yang Mampu Dicapai Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:19
-
Fabregas Batasi Euforia Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:15
-
Dibantai Como, Leipzig Tampil Jauh di Bawah Standar
Liga Champions 11 September 2026, 14:11
-
Leipzig Hancur di Markas Como, Demichelis: 2 Gol Pertama Hadiah
Liga Champions 11 September 2026, 14:06
-
Malam Bersejarah yang Sempurna di Tepi Danau Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:02
-
Bayern Munchen dan Kesabaran yang Berbuah Manis
Liga Champions 11 September 2026, 13:20
-
20 Menit yang Sangat Sulit bagi Bodo/Glimt
Liga Champions 11 September 2026, 13:12
-
Bayern, Perjalanan Masih Panjang
Liga Champions 11 September 2026, 13:04
-
Manchester United dan Sebuah Kemenangan yang Sempurna
Liga Champions 11 September 2026, 12:55
-
Prediksi Chelsea vs Hull City 12 September 2026
Liga Inggris 11 September 2026, 12:51
-
Deco Ungkap Alasan Barcelona Rela Bayar Mahal untuk Anthony Gordon
Liga Spanyol 11 September 2026, 12:35
-
Kobbie Mainoo Pamer Kelas Saat MU Bungkam Sabah FK 4-0
Liga Champions 11 September 2026, 11:55
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33

