Soal Kontroversi Penalti Arsenal di UCL: Sangat Jelas, Tapi Dibatalkan!

Richard Andreas | 1 Mei 2026 18:45
Soal Kontroversi Penalti Arsenal di UCL: Sangat Jelas, Tapi Dibatalkan!
Eberechi Eze dijegal David Hancko di laga Atletico Madrid vs Arsenal di Liga Champions, Kamis (30/04/2026). (c) AP Photo/Jose Breton

Bola.net - Arsenal harus puas dengan hasil imbang saat bertandang ke markas Atletico Madrid dalam leg pertama semifinal Liga Champions. Laga yang berakhir 1-1 itu menyisakan kontroversi besar terkait keputusan wasit di momen krusial.

Tim asuhan Mikel Arteta sempat berharap membawa pulang keunggulan, tetapi keputusan kontroversial di akhir pertandingan mengubah arah laga. Insiden tersebut menjadi bahan perdebatan, terutama terkait penggunaan VAR.

Advertisement

Declan Rice menjadi salah satu pemain yang secara terbuka menyuarakan ketidakpuasan. Ia menilai Arsenal dirugikan oleh keputusan yang dianggap tidak konsisten.

1 dari 2 halaman

Rice: Penalti Arsenal Seharusnya Diberikan

Rice: Penalti Arsenal Seharusnya Diberikan

Declan Rice meloloskan diri dari adangan Johnny Cardoso di laga Atletico Madrid vs Arsenal di UCL, Kamis (30/4/2026. (c) AP Photo/Jose Breton

Rice menegaskan bahwa Arsenal layak mendapatkan penalti dalam situasi yang melibatkan Eberechi Eze di dalam kotak penalti. Keputusan awal wasit sempat mengarah ke titik putih sebelum akhirnya dianulir.

Menurut Rice, keputusan tersebut sulit diterima karena insiden itu terlihat jelas sebagai pelanggaran. Ia juga mempertanyakan alasan di balik perubahan keputusan setelah peninjauan ulang.

“Ini penalti yang jelas. Saya tidak tahu bagaimana itu tidak diberikan," Rice menegaskan.

Ia kemudian menyinggung atmosfer stadion yang dinilai ikut memengaruhi keputusan akhir wasit.

“Saya pikir para fans memprovokasi keputusan itu dan mengubah pikiran wasit.”

2 dari 2 halaman

VAR dan Perbedaan Standar Liga Champions

Kontroversi tidak berhenti di situ karena Arsenal juga dirugikan oleh keputusan lain melalui VAR. Ben White dinilai melakukan handball saat menghadapi tembakan Marcos Llorente, yang kemudian berujung penalti untuk Atletico.

Julian Alvarez sukses mengeksekusi penalti tersebut untuk menyamakan kedudukan setelah sebelumnya Viktor Gyokeres membawa Arsenal unggul lewat titik putih.

Rice mengakui bahwa situasi tersebut terasa berbeda dibandingkan standar di Liga Inggris. Ia menilai keputusan di kompetisi Eropa cenderung lebih cepat dan ketat.

“Pada pandangan pertama saya pikir kalau itu terjadi di Premier League, itu tidak akan diberikan karena terlalu rendah. Bolanya juga tidak mengarah ke gawang," lanjut Rice.

“Di Liga Champions, wasit sangat cepat mengambil keputusan dan meniup peluit. Tidak banyak yang bisa Anda lakukan. Saya merasa mereka lebih mudah memberi hukuman di kompetisi Eropa.”

LATEST UPDATE