Gara-gara Virus Corona, Klub Premier League Terancam Merugi Rp8,9 Triliun
Yaumil Azis | 11 Juni 2020 10:09
Bola.net - Premier League bakalan kembali bergulir mulai pekan depan. Di mana klub pesertanya sedang dihadapkan pada ancaman kerugian sebesar 500 juta pounds atau sekitar Rp18 Triliun.
Seperti yang diketahui, Premier League harus mengalami penundaan sejak bulan Maret. Alasannya adalah karena pandemi virus Corona yang akhirnya tiba di tanah Inggris.
Tidak seperti di Italia, kasus positif virus Corona di Inggris belum menunjukkan penurunan yang sangat signifikan. Bahkan hasil tes dari Premier League menunjukkan masih ada pemain/staf klub yang terinfeksi virus tersebut.
Namun pihak penyelenggara kompetisi tetap memegang teguh keputusannya. Pertandingan akan tetap digelar mulai akhir pekan depan dengan sejumlah protokol keamanan yang sudah disiapkan sejak jauh-jauh hari.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Terancam Merugi 500 Juta Pounds
Virus Corona bukanlah satu-satunya masalah yang sedang dihadapi oleh peserta Premier League. Mereka juga harus bersiap menyambut kerugian finansial kolektif senilai 500 juta pounds.
Angka tersebut muncul dalam prediksi yang dikeluarkan oleh perusahaan layanan finansial Inggris, Deloitte. Jelas, krisis ini disebabkan oleh berhentinya kompetisi sehingga klub kekurangan pemasukan dari penjualan tiket.
Secara rinci, Deloitte memperkirakan bahwa klub Premier League bakalan merugi sebesar 500 juta pounds. Nilai ini muncul karena hilangnya pendapatan dari pertandingan pemangkasan pemasukan hak siar.
Klub diprediksi hanya akan mendapatkan sekitar 50 persen saja dari hak siar untuk musim 2020/21. Dan diestimasikan bahwa klub bakalan merugi sekitar 350 juta pounds jika fans masih belum diperbolehkan hadir di stadion.
Terselamatkan oleh Kembalinya Premier League
Kepala unit bisnis olahraga Deloitte, Dan Jones, meyakini bahwa sekitar dua pertiga dari kerugian senilai 500 juta pounds itu akan berasal dari hak siar. Sementara sisanya berkaitan dengan pemasukan pertandingan.
"Kembalinya sepak bola - dengan cara yang aman serta bijaksana - sudah pasti penting untuk membatasi dampak finansial yang pandemi ini ciptakan," ujarnya seperti yang dikutip dari Evening Standard.
"Untuk semusim penuh 18/19, kami mengetahui pemasukan dari pertandingan Premier League sebesar 680 juta pounds. Untuk 20/21, kami berasumsi hanya 350 juta pounds saja."
"Jadi kalau anda melibatkan sedikit inflasi, anda akan berpikir sekitar 700 juta pounds adala angka yang tepat, jadi kami memasang angka 350 juta pounds sebagai estimasi," pungkasnya.
(Evening Standard)
Baca Juga:
- Adrian Menolak Pindah, Liverpool Berpotensi Punya 5 Kiper Musim Depan
- Kejutan Solskjaer untuk Fans Manchester United, Mainkan Paul Pogba di Nomor 10?
- Manchester United Disebut Jalin Kontak dengan Agen Ferran Torres
- Timo Werner Hanya Tipuan, Liverpool Sebenarnya Incar Dua Nama Lain?
- Pogba Pulih, tapi Solskjaer Diminta Tidak Gegabah
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Mau Sandro Tonali, MU Siap-siap Kere Mendadak!
Liga Inggris 8 Maret 2026, 06:20
-
Kontingen Belanda Bikin Nyaman Ryan Gravenberch di Liverpool, Tapi...
Liga Inggris 8 Maret 2026, 01:41
-
Saingi MU, Liverpool Juga Incar Bintang Juventus Ini di Musim Panas 2026
Liga Inggris 7 Maret 2026, 23:51
LATEST UPDATE
-
Daftar Pebulu Tangkis Indonesia dan Hasil Drawing Swiss Open 2026
Bulu Tangkis 9 Maret 2026, 15:14
-
Leverkusen yang Kuat Lawan Klub Inggris, Arsenal yang Masih Sempurna
Liga Champions 9 Maret 2026, 14:33
-
Jadwal Live Streaming Formula 1 GP China 2026 di Vidio, 13-15 Maret 2026
Otomotif 9 Maret 2026, 14:16
-
Modal Galatasaray di Kandang, Rekam Jejak Liverpool di Fase Gugur
Liga Champions 9 Maret 2026, 13:52

















