Legenda Manchester United tak Terima Kalau Liverpool Sampai Juara, Kok Gitu?
Yaumil Azis | 9 April 2020 05:04
Bola.net - Legenda Manchester United, Peter Schmeichel, tidak setuju kalau Liverpool dinyatakan sebagai juara jika Premier League 2019/20 dihentikan. Sebab menurutnya, mereka harus mendapatkan enam poin yang dibutuhkan sebagai syarat untuk menjadi juara.
Sekarang Liverpool sedang berada di puncak klasemen sementara Premier League. Skuat besutan Jurgen Klopp tersebut sedang unggul 25 poin atas penghuni posisi kedua, Manchester City.
Secara hitung-hitungan, mereka bisa mengunci trofi paling bergengsi di Inggris itu dengan tambahan enam poin lagi. Dan seharusnya Liverpool berpeluang untuk juara pada akhir bulan Maret.
Sayang rencana itu buyar seketika. Pandemi virus Corona yang melanda Inggris dan banyak negara Eropa membuat sejumlah kompetisi, termasuk Premier League, harus mengalami penundaan entah sampai kapan.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Schmeichel Tidak Terima
Niatannya adalah menunggu pandemi virus Corona mereda untuk memulai kompetisi kembali. Namun sepertinya, itu akan membutuhkan waktu berbulan-bulan. Pada akhirnya muncullah opsi untuk 'membungkus' kompetisi lebih dini.
Jika langkah itu diambil, maka Liverpool akan dijadikan sebagai juara musim ini. Banyak orang yang sepakat jika mengingat jarak antara Liverpool dan Manchester City, tetapi tidak sedikit yang menolaknya.
Salah satunya adalah Schmeichel. "Unggul 25 poin? Jadi ini sungguh menyedihkan buat mereka, tapi anda harus menyelesaikannya," ujar Schmeichel dalam sesi tayangan langsung di media sosial Instagram.
"Anda harus memenangkannya, agar anda bisa mengatakan bahwa andalah juaranya," lanjut sosok berkebangsaan Denmark tersebut.
Liverpool Harus Menuntaskan Kompetisi
Schmeichel percaya bahwa gelar 'pemberian' ini akan menyenggol harga diri Liverpool. Karena cara juara seperti demikian dianggapnya tidak menyenangkan.
"Jika anda menjadi Liverpool, akankah anda menerima jika diberi seperti itu? Di Belgia, mereka memberikan trofi ke Club Brugge. Apakah begitu caranya kami bisa memenangkan kejuaraan?" tambahnya.
"Saya tidak yakin, jika saya adalah Liverpool, bahwa saya akan menerima diberikan seperti itu, walaupun saya sedang unggul 25 poin. Satu-satunya hasil terbesar yang pernah saya dapatkan dalam memenangkan sesuatu adalah di kejuaraan Eropa di tahun 1992."
"Saya tahu itu tidak sama, tapi segaris. Kami bahkan tidak lolos, tapi kami bisa ke sana karena perang di Yugoslavia dan berakhir memenangkannya. Itu adalah salah satu prestasi terbesar yang pernah saya terima. Tetapi kami bermain untuk memenangkannya," pungkasnya.
(Sports Mole)
Baca juga:
Mo Salah Jadi Pemain Liverpool dengan Kreasi Peluang Terbanyak, Katanya Egois?
Apa yang Membuat Jurgen Klopp Begitu Spesial?
30 Tahun Sejak Liverpool Juara Premier League: Apa Saja yang Sudah Terjadi di Dunia?
Kesan Pertama Klopp Saat Bertemu Mane: Mirip Rapper
Jika Liverpool Gagal Juara Premier League, Sadio Mane Ikhlas
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Alasan Manchester United Enggan Belanja Pemain Tembus 100 Juta Pounds
Liga Inggris 22 Juli 2026, 14:00
-
Tottenham Masuk Persaingan, 3 Klub Premier League Incar Marcus Rashford
Liga Inggris 22 Juli 2026, 11:01
-
Andoni Iraola Buka Suara soal Rumor Alexis Mac Allister ke Real Madrid
Liga Inggris 22 Juli 2026, 10:31
LATEST UPDATE
-
Alejandro Garnacho Resmi Dipinjamkan Chelsea ke Aston Villa
Liga Inggris 23 Juli 2026, 22:03
-
Italia Tunggu Jawaban Guardiola
Piala Eropa 23 Juli 2026, 20:49
-
Lamine Yamal Tetap di Sayap, Barcelona Tolak Ubah Peran Jadi False Nine
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:39
-
Karim Adeyemi Tegaskan Ambisi Besar Usai Gabung Barcelona
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:34
-
Kylian Mbappe Cetak Rekor Langka, Lampaui Pencapaian Messi dan Ronaldo
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34












