Juventus di Bawah Thiago Motta: Kapal Besar yang Kehilangan Haluan
Gia Yuda Pradana | 18 Maret 2025 08:58
Bola.net - Thiago Motta datang ke Juventus dengan reputasi cemerlang. Bersama Bologna, dia membawa tim tersebut ke pentas Eropa untuk pertama kalinya sejak 1965.
Musim sebelumnya, Juventus di bawah Massimiliano Allegri finis peringkat tiga Serie A dan menjuarai Coppa Italia. Namun, permainan mereka kerap dikritik karena terlalu pragmatis.
Motta diharapkan membawa identitas baru yang lebih atraktif. Namun, kenyataan di lapangan ternyata tidak seindah ekspektasi.
Kegagalan di Berbagai Ajang

Supercoppa Italiana menjadi ujian pertama Motta. Juventus harus mengakui keunggulan AC Milan dengan skor 1-2 di semifinal.
Di Liga Champions, Juventus hanya finis peringkat 20 di fase liga. Mereka masuk play-off fase gugur, tetapi disingkirkan PSV Eindhoven dengan agregat 3-4.
Coppa Italia juga tak memberikan kebanggaan. Juventus kandas di perempat final dan gagal mempertahankan gelar setelah kalah adu penalti dari tim papan bawah, Empoli.
Performa yang Tak Konsisten di Serie A

Di Serie A, Juventus hanya menelan tiga kekalahan hingga pekan ke-29. Namun, mereka terlalu sering bermain imbang—13 kali dari 29 pertandingan.
Dalam dua laga terakhir, Juventus kalah telak dari Atalanta (0-4) dan Fiorentina (0-3). Hasil itu membuat mereka terlempar ke posisi lima klasemen, diambil alih oleh Bologna.
Kenyataan ini terasa ironis. Bologna, tim yang ditinggalkan Motta, justru lebih solid di tangan Vincenzo Italiano.
Kritik Tajam dari Legenda

Alessandro Del Piero tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap Juventus. Menurutnya, tim ini kehilangan jati diri.
"Juventus kehilangan sesuatu yang dulu menjadi identitas mereka: reaksi," ujar Del Piero kepada Sky Sport Italia.
Dia menyoroti bagaimana tim terlihat pasrah. "Anda bisa kalah, tapi dengan kepala tegak. Hari ini, tidak ada yang bisa merasa tenang atau mengatakan mereka sudah memberikan segalanya."
Statistik yang Menggambarkan Masalah

Sejauh ini, Juventus asuhan Motta telah memainkan 42 pertandingan. Mereka menang 18 kali, imbang 17 kali, dan kalah 7 kali.
Dari segi produktivitas, Juventus mencetak 63 gol dan kebobolan 42 gol. Angka ini mencerminkan tim yang tidak cukup tajam di depan dan tidak cukup kokoh di belakang.
Motta dalam Tekanan

Dengan performa yang mengecewakan, isu pemecatan mulai berembus. Namun, Motta menegaskan bahwa ia tidak akan menyerah.
"Akan terlalu mudah jika saya melakukannya dan saya tidak suka hal yang mudah," katanya kepada DAZN.
Dia menyadari bahwa Juventus harus segera bangkit. "Kami perlu menang. Kami harus menemukan cara untuk mendapatkan poin yang kami butuhkan agar bisa finis di empat besar."
Ujian Berikutnya: Laga Penentuan?

Setelah jeda internasional, Juventus akan menghadapi Genoa di Allianz Stadium. Laga ini bisa menjadi titik balik atau justru memperparah krisis.
Mampukah Motta membawa Juventus kembali ke jalur kemenangan? Atau, justru semakin mendekati pintu keluar?
Klasemen Serie A
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
Kartu Merah Berlebihan yang Merusak Atalanta
Pasang Surut Ombak Fiorentina
Juventus Tersungkur, Thiago Motta Tersudut
Saat Juventus Tak Lagi Menjadi Juventus
Inter Milan yang Perkasa
Si Nyonya Tua yang Tak Berdaya
Kekuatan Kolektif Angkat Barcelona Keluar dari Jurang Kekalahan
Harapan Liverpool Hangus di Wembley
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Gokil! Bos Besar Pastikan AC Milan Bakal Jor-joran di Bursa Transfer Januari 2027
Liga Italia 30 Oktober 2026, 17:28
-
Sudah Tidak Bahagia di MU, Barcelona Siap Jadi Rumah Baru untuk Lisandro Martinez
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:00
-
AC Milan Mulai Linglung, Apakah Ruben Amorim Bakal Dipecat?
Liga Italia 30 Oktober 2026, 16:48
-
Sesko Cedera, MU Pertimbangkan Gaet Striker Timnas Inggris Ini
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:33
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Le Havre vs PSG: Achraf Hakimi
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:27
-
Hasil Le Havre vs PSG: Hakimi Cetak Hat-Trick, Luis Enrique Cetak Sejarah
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:20
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:00
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persija 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 19:55
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




