Bisakah Transfusi Darah Akibatkan Infeksi Virus Corona COVID-19?
Anindhya Danartikanya | 1 April 2020 15:45
Bola.net - Anggapan virus Corona COVID-19 dapat menular lewat transfusi darah menjadi salah satu penyebab kecemasan dari calon pendonor darah. Dampaknya mulai terasa, hampir di seluruh unit Palang Merah Indonesia, stok darah semakin menipis.
Apalagi seseorang yang positif terinfeksi virus Corona bisa saja tak bergejala. Lantas apakah darah yang didonorkan terjamin? Dan benarkah virus Corona bisa menular lewat orang yang menerima transfusi dari pendonor?
"Yang lolos (melakukan) donor darah adalah orang sehat, tanpa gejala COVID-19. Walaupun positif tanpa gejala, akan aman untuk pasien yg ditransfusikan," ungkap Wakil Kepala Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Ni Ken Ritchie melalui pesan singkat kepada Health Liputan6.com, Selasa (31/3/2020) pagi.
Ini karena virus Corona tidak menular lewat transfusi darah. Untuk proses donor darahnya agar aman, dianjurkan memakai masker setiap saat selama proses berlangsung.
Tidak Ditularkan Lewat Darah
Ni Ken menegaskan, virus Corona COVID-19 menular lewat percikan (droplet). Hingga saat ini belum ada informasi penularan Corona lewat darah. Untuk calon pendonor darah yang tidak punya gejala Corona boleh saja donor darah.
"COVID-19 menular lewat droplet, bukan darah. Calon donor yang tidak menunjukkan gejala dan tidak memiliki risiko (Corona dan penyakit lain) berdasarkan hasil self assessment yang memang membutuhkan kejujuran dalam mengisinya, dapat mendonorkan darah," Ni Ken menegaskan.
Bagi orang yang sudah suspek dan positif harus menunda donor darah sampai 28 hari. Calon pendonor harus sehat sepenuhnya.
Darah dari Pendonor
Terkait darah, ada imunoglobulin yang merespons Corona. Ini digunakan buat rapid test. Apakah ada pemeriksaan secara ketat terhadap darah yang sudah diambil dari pendonor? Ni Ken menyampaikan, imunoglobulin terhadap virus COVID-19 adalah antibodi yang terbentuk terhadap virus tersebut.
"Namun, pemeriksaan yang menentukan seseorang sakit (terinfeksi Corona) atau tidak adalah pemeriksaan PCR. PCR menggunakan bahan yang diuji atau sampel dari swab yang diambil lapisan saluran napas melalui hidung," ujar Ni Ken.
"Jadi, bukan dari darah. Karena virus tidak terdeteksi dalam darah. Bukan juga pemeriksaan antibodi imunoglobulin yang menjadi penentu sakit atau tidak."
Organisasi Kesehatan (WHO), tambah Ni Ken, negara eropa maupun Food and Drug Administration Amerika telah menyatakan, tidak diperlukan pemeriksaan antibodi terhadap virus Corona untuk darah donor.
Disadur dari: Liputan6/Penulis: Fitri Haryanti Harsono/Editor: Dyah Puspita Wisnuwardani/Dipublikasi: 31 Maret 2020
Video: Tips Hidup Sehat dan Terhindar dari Virus Corona
Baca Juga:
Jangan Diremehkan, Pahami 3 Bahaya Semprot Disinfektan Sembarangan
Cegah Covid-19, Inilah Tutorial Pembuatan Masker Kain
Pahami Panduan Merawat Pasien Positif Covid-19 yang Jalani Isolasi Mandiri
Cara dan Waktu Pakai Masker Sesuai Anjuran WHO dalam Masa Covid-19
Hindari 10 Kesalahan Cuci Tangan Ini Demi Tangkal Virus Corona
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tragedi Kebakaran Terra Drone: 22 Tewas, Polisi Soroti Minimnya Akses Evakuasi Gedung
News 10 Desember 2025, 12:53
-
Lawan Hoaks dan AI Nakal! Liputan6 Connect Bagi Resep Rahasia di SAE Indonesia
News 27 November 2025, 11:18
LATEST UPDATE
-
Klasemen Grup D Piala Dunia 2026 Setelah Laga Amerika Serikat vs Paraguay
Piala Dunia 13 Juni 2026, 10:22
-
Man of the Match Amerika Serikat vs Paraguay: Folarin Balogun
Piala Dunia 13 Juni 2026, 10:13
-
Hasil, Jadwal, Klasemen, dan Top Skor Piala Dunia 2026
Piala Dunia 13 Juni 2026, 07:25
-
Live Streaming Piala Dunia 2026: Amerika Serikat vs Paraguay
Piala Dunia 13 Juni 2026, 07:09
LATEST EDITORIAL
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28















