Deretan Manfaat Tidur Tanpa Lampu bagi Kesehatan Tubuh
Anindhya Danartikanya | 26 Februari 2020 16:30
Bola.net - Tidur merupakan salah satu aktivitas rutin yang kerap dilakukan sehari-hari. Manusia membutuhkan waktu tidur sekitar 6-8 jam untuk mengistirahatkan kerja tubuh, memperbaiki sel tubuh yang rusak, menetralisir racun dalam tubuh, dan mengembalikan energi tubuh.
Sebagian besar manusia tidur pada malam hari. Kurangnya tidur dapat membuat seseorang merasa lelah dan sulit berkonsentrasi sehingga membuat aktivitas menjadi terganggu pada pagi dan siang hari.
Untuk mendapatkan tidur yang maksimal dan nyaman setiap orang biasanya memiliki kebiasaan yang berbeda. Salah satunya tidur dengan lampu terang atau menyala, sementara sebagian lainnya lebih nyaman dengan lampu gelap. Kedua kebiasaan tidur tersebut ternyata bukan hanya sebatas pilihan saja.
Namun sebenarnya, jika dikaji dari sisi kesehatan ternyata tidur dengan lampu dimatikan atau tanpa cahaya memiliki pengaruh tersendiri bagi kesehatan. Berikut beberapa keuntungan tidur tanpa lampu bagi kesehatan yang telah dirangkum dari berbagai sumber.
Pengaruh Cahaya Lampu Terhadap Hormon
Tanpa disadari, ketika seseorang tertidur terjadi pengeluaran beberapa hormon yang berperan penting bagi tubuh. Selain hormon pertumbuhan, salah satu hormon yang banyak dikeluarkan saat tidur adalah hormon melatonin.
Pengeluaran hormon melatonin ini sangat dipengaruhi oleh cahaya. Cahaya terang dapat menghambat pengeluaran hormon melatonin. Padahal, hormon melatonin ini sangat bermanfaat bagi tubuh jika dapat dikeluarkan secara normal.
Fungsi utama hormon melatonin ini untuk membuat tidur lebih nyenyak sehingga seseorang bisa mendapatkan tidur yang berkualitas dan mencegah terjadinya insomnia. Di samping itu, hormon melatonin juga memiliki efek antioksidan dan antiperadangan bagi tubuh.
Beberapa penelitian menyebutkan hormon melatonin ini mampu mencegah penyakit jantung, kanker payudara pada wanita, dan kanker prostat pada pria. Selain itu, hormon ini juga memiliki pengaruh terhadap kesuburan dan siklus menstruasi wanita.
Kelebihan dan kekurangan hormon melatonin ini dapat menyebabkan terjadinya beberapa gangguan di tubuh. Salah satu faktor yang dapat mengganggu proses pelepasan hormon melatonin ini adalah cahaya, seperti cahaya lampu.
Terhindar dari Kanker
Manfaat tidur tanpa lampu bagi kesehatan berikutnya adalah dapat terhindar dari kanker. Hal ini telah terbukti dari sebuah studi yang dilakukan pada 10 tahun lalu yang menemukan bahwa 1.670 wanita yang terpapar cahaya lampu malam dengan intens berpeluang 22% lebih tinggi terkena kanker payudara, dibandingkan dengan mereka yang tidur dalam kegelapan total.
Para peneliti menyimpulkan, semua ini disebabkan oleh gangguan hormon melatonin. Masalah seperti ini lebih rentan terjadi pada pekerja shift malam.
Mencegah Kegemukan
Manfaat tidur tanpa lampu berikutnya dapat mencegah kegemukan. Hal ini dikarenakan cahaya pada malam hari berkontribusi terhadap kenaikan berat badan, dengan mengubah waktu asupan makanan.
Pada sebuah penelitian yang dilakukan pada tikus, dijelaskan bahwa tikus yang terpapar cahaya lampu malam akan bertambah berat badannya. Meskipun telah berolahraga dan porsi makannya disamakan dengan saudara-saudaranya yang tidak terpapar cahaya lampu.
Para ilmuwan juga telah mengkorelasikan kadar melatonin yang rendah dengan diabetes, meskipun tidak diketahui pasti penyebab asalnya, selain melatonin yang terganggu.
Menjaga Kesehatan Mata
Penelitian telah menunjukkan paparan cahaya kamar yang terang mempersingkat durasi melatonin untuk bekerja, sekitar 90 menit, dibandingkan dengan paparan cahaya redup.
Selain itu, paparan cahaya kamar selama jam-jam tidur biasanya menekan kadar melatonin lebih dari 50 persen. Jadi, cahaya di kamar tidur Anda menyebabkan masalah. Ditambah dengan adanya gadget membuatnya semakin memburuk.
Tak heran, kalau banyak perangkat modern yang memancarkan cahaya biru dari diode pemancar cahaya (LED), merupakan sinar yang menekan melatonin. Hal ini dikarenakan melanopsin merupakan suatu fotopigmen yang ditemukan dalam sel-sel khusus retina yang terlibat dalam pengaturan ritme sirkadian, yang paling sensitif terhadap cahaya biru.
Disadur dari: Liputan 6/Penulis: Nisa Mutia Sari/Editor: Septika Shidqiyyah/Dipublikasi: 3 Februari 2020
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tragedi Kebakaran Terra Drone: 22 Tewas, Polisi Soroti Minimnya Akses Evakuasi Gedung
News 10 Desember 2025, 12:53
-
Lawan Hoaks dan AI Nakal! Liputan6 Connect Bagi Resep Rahasia di SAE Indonesia
News 27 November 2025, 11:18
LATEST UPDATE
-
Link Streaming Madura United vs Persijap di BRI Super League, 6 September 2026
Bola Indonesia 6 September 2026, 17:30
-
Mikel Arteta Segera Perpanjang Kontrak di Arsenal
Liga Inggris 6 September 2026, 16:47
-
Anthony Gordon Bantu Barcelona Kurangi Ketergantungan pada Lamine Yamal
Liga Spanyol 6 September 2026, 16:12
-
Xabi Alonso Yakin Reece James Bisa Jadi Salah Satu Gelandang Terbaik Dunia
Liga Inggris 6 September 2026, 15:37
-
Link Streaming Java United vs Garudayaksa FC, 6 September 2026
Bola Indonesia 6 September 2026, 14:30
-
Tantang Juventus, Ruben Amorim Indikasikan Rekrutan Baru AC Milan Bisa Debut
Liga Italia 6 September 2026, 14:02
-
Juventus Tim Kuat, Tapi AC Milan Siap Bawa Pulang 3 Poin dari Turin!
Liga Italia 6 September 2026, 13:52
-
Hadapi AC Milan, Juventus Nantikan Tuah Nick Woltemade
Liga Italia 6 September 2026, 13:41
-
Juventus Akui AC Milan Sekarang Makin Berbahaya Sejak Dilatih Ruben Amorim
Liga Italia 6 September 2026, 13:32
-
Tantang Australia, Menang Harga Mati untuk Timnas Indonesia U-20
Tim Nasional 6 September 2026, 11:00
-
Jadwal Timnas Indonesia U-20 vs Australia Sore Ini: Laga Hidup dan Mati Garuda Muda!
Liga Inggris 6 September 2026, 10:30
-
Messi Bikin Assist, Inter Miami Dua Kali Kena Comeback Atlanta United
Bola Dunia Lainnya 6 September 2026, 10:08
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51





