Waspadai Penyebab Sakit Perut pada Pagi Hari, Bisa Jadi Gejala Penyakit
Anindhya Danartikanya | 17 Januari 2020 13:55
Bola.net - Sakit perut adalah masalah yang umum dialami banyak orang, dan bisa menimpa siapa saja, baik anak-anak hingga orang dewasa. Sakit perut dapat dirasakan dalam beberapa titik bagian perut. Peradangan, infeksi atau penyakit yang memengaruhi organ-organ dapat menyebabkan sakit perut.
Rasa sakit bisa timbul kapan saja. Namun, beberapa kondisi dapat membuat sakit perut lebih terasa saat pagi hari. Penyebab yang mendasari bisa menjadi sesuatu yang dimakan malam sebelumnya, peradangan, atau usus yang bersiap untuk buang air besar.
Beberapa sakit perut bisa hilang dengan sendirinya. Namun, jika sakit perut di pagi hari makin parah dan tidak kunjung hilang, Anda tak boleh mengabaikannya begitu saja. Nyeri yang terus-menerus dapat mengindikasikan masalah serius.
Beberapa penyakit memiliki gejala sakit perut. Penyakit ini bisa berkisar ringan hingga berat. Penyakit-penyakit ini juga biasanya disertai dengan gejala lain yang lebih khas. Maka dari itu, penting mengetahui alasan di balik sakit perut saat pagi hari.
Berikut 10 penyebab sakit perut di pagi hari, dirangkum dari berbagai sumber.
Tukak Lambung
Tukak lambung adalah luka di lapisan perut atau usus kecil. Penyakit ini terjadi ketika lendir pelindung yang melapisi lambung menjadi tidak berfungsi efektif. Tukak lambung dapat disebabkan infeksi bakteri Helicobacter pylori atau penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid jangka panjang.
Tukak lambung dapat menyebabkan rasa sakit yang membakar atau tumpul di tengah perut, tepatnya ruang antara dada dan pusar. Rasa sakit ini dapat terjadi kapan saja. Tapi nyeri bisa meningkat di pagi hari karena rasa sakit dapat terjadi ketika perut kosong.
Batu Empedu
Batu empedu adalah endapan keras cairan pencernaan dalam kantong empedu. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit yang hebat di perut bagian atas atau perut tengah di bawah tulang. Nyeri juga bisa menjalar ke bahu kanan dan tulang belikat. Nyeri mungkin lebih buruk di malam hari dan di pagi hari.
Sindrom Iritasi Usus
Sindrom iritasi usus atau Irritable bowel syndrome (IBS) adalah suatu kondisi yang memengaruhi usus besar. Makanan dan stres tertentu dapat memicu IBS seperti susu, minuman berkarbonasi dan makanan yang digoreng atau berlemak.
Penyakit ini dapat menyebabkan rasa sakit di bagian kanan bawah atau perut kiri bawah. Gejala lain termasuk diare atau sembelit, gas yang berlebihan, lendir di tinja, dan kembung. Gejala ini bisa memburuk di pagi hari jika seseorang khawatir atau stres tentang sekolah atau pekerjaan.
Penyakit Radang Usus
Penyakit radang usus adalah istilah umum untuk dua kondisi: Penyakit Crohn dan kolitis ulserativa. Keduanya dapat menyebabkan sakit perut di sekitar pusar atau perut kanan bawah, dan beberapa orang mengalami sakit di pagi hari.
Penyakit Crohn dapat memengaruhi seluruh saluran pencernaan dan menyebabkan gejala lain seperti diare, penurunan berat badan, anemia, mual, dan kelelahan. Kolitis ulserativa, di sisi lain, hanya memengaruhi usus besar yang gejalanya meliputi diare berdarah, energi rendah, dan penurunan berat badan.
Sembelit
Sembelit disebabkan aktivitas usus yang tidak teratur. Ini menyebabkan menyebabkan gas terperangkap di saluran usus dan pada akhirnya mengakibatkan kram parah di perut bagian bawah di pagi hari. Sembelit menimbulkan gejala seperti kerasnya BAB. Gaya hidup yang tidak aktif dapat memicu sembelit.
Alergi Makanan
Nyeri perut yang disebabkan oleh alergi makanan mungkin lebih buruk di pagi hari jika seseorang mengonsumsi makanan pemicu sebelum tidur, meskipun gejalanya dapat terjadi kapan saja sepanjang hari. Alergen makanan umum meliputi susu, kerang, gandum, gluten, dan kacang.
Alergi makanan dapat menyebabkan gejala seperti kram perut, muntah, mual, gatal-gatal, mengi, pusing, dan pembengkakan lidah.
Pankreatitis
Pankreatitis merupakan peradangan pada pankreas. Gangguan ini dapat menyebabkan rasa sakit di perut bagian atas, dengan rasa sakit menjalar ke punggung.
Rasa sakitnya terkadang lebih buruk setelah makan, jadi seseorang mungkin mengalami ketidaknyamanan setelah sarapan. Gejala lain termasuk mual, muntah, dan demam.
Divertikulitis
Divertikulitis terjadi ketika kantung kecil berkembang di dinding usus besar. Divertikulitis terjadi ketika salah satu kantung ini terinfeksi atau meradang, menyebabkan rasa sakit di perut kiri bawah. Gejala lain dapat termasuk sembelit, demam, mual, dan muntah.
Dispepsia
Dispepsia, juga dikenal sebagai gangguan pencernaan, adalah istilah yang menggambarkan ketidaknyamanan atau rasa sakit di perut bagian atas. Kebanyakan orang dengan Dispepsia merasakan sakit dan ketidaknyamanan di perut atau dada.
Gejala dapat terjadi setelah makan, sehingga seseorang mungkin mengalami sakit perut di pagi hari setelah sarapan. Perlu diingat bahwa gangguan pencernaan adalah gejala dari kondisi lain, seperti refluks asam, lambung, atau penyakit kandung empedu.
Penyakit Radang Panggul
Penyakit radang panggul adalah radang yang bisa memengaruhi rahim, saluran tuba, indung telur, atau kombinasi lainnya.
Penyakit radang panggul biasanya terjadi ketika bakteri yang ditularkan secara seksual menyebar dari vagina ke rahim, saluran tuba, atau ovarium. Infeksi pada organ reproduksi wanita ini dapat menyebabkan sakit perut pada pagi hari untuk beberapa wanita.
Disadur dari: Liputan 6/Penulis: Anugerah Ayu Sendari/Editor: Fadila Adelin/Dipublikasi: 16 Januari 2020
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Presiden Prabowo Targetkan Produksi Mobil dan Motor Nasional Menuju Indonesia Emas 2045
News 17 November 2025, 14:51
-
Prostitusi Sesama Jenis Resahkan Masyarakat, Satpol PP Tangkap 2 Pria di Taman Daan Mogot
News 15 November 2025, 18:22
-
Bahlil Respons Isu IUP Raja Ampat: Saya Belum Lahir Barang Itu Sudah Ada
News 13 November 2025, 17:37
-
Menkes Budi Ungkap Fakta: Gaji Rp 100 Juta Masih Terima Bantuan Iuran BPJS
News 13 November 2025, 17:27
LATEST UPDATE
-
Inter vs Arsenal 1-3: Proses Pendewasaan Nerazzurri
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:36
-
Kalah Duel Fisik dan Teknik, Chivu Sebut Level Arsenal Jauh di Atas Inter Milan
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:30
-
Memuji Duo Gabriel Jesus - Viktor Gyokeres, Mengklaim Arsenal Sudah Naik Level
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:19
-
Rapor Pemain Inter: Gol Roket Sucic Tak Cukup, Arsenal Pulang Tersenyum
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:06
-
Man of the Match Sporting CP vs PSG: Luis Suarez
Liga Champions 21 Januari 2026, 07:19
-
Man of the Match Inter vs Arsenal: Gabriel Jesus
Liga Champions 21 Januari 2026, 07:05
-
Man of the Match Bodo/Glimt vs Man City: Jens Petter Hauge
Liga Champions 21 Januari 2026, 06:51
-
Man of the Match Real Madrid vs Monaco: Vinicius Junior
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:51
-
Hasil Copenhagen vs Napoli: Partenopei Gagal Menang Meski Unggul Jumlah Pemain
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:29
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06







